Sponsors Link

Pendidikan Karakter Di Sekolah

Advertisement

Setiap manusia pasti memiliki tugas yang diembannya di setiap tahapan perkembangan menuju kedewasaan. Apabila tugas ini bisa dilakukan dengan baik, maka bisa disebut individu tersebut telah melalui tahapan perkembangan ini yang dilaluinya dengan berhasil. Namun apabila tugas perkembangan tersebut kurang berhasil dicapai maka hal ini akan mempengaruhi perkembangan individu pada tahap selanjutnya. Semisal pada tahapan kanak-kanak prasekolah Kita mendapatkan tugas perkembangan berupa kemampuan berbicara dan mengenali berbagai macam benda di lingkungan sekitar Kita, bila Kita berhasil melakukan tugas tersebut maka Kita tidak akan kesulitan semisal Kita berinteraksi dengan teman-teman Kita di sekolah ataupun memahami pelajaran ketika pertama kali Kita memasuki sekolah dasar. Namun bila kita kurang optimal dalam kemampuan berbicara Kita akan mengalami beberapa gangguan perkembangan semisal gangguan bicara, gagap, gangguan belajar, dsb.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan selain keluarga dan lingkungan yang menjamin Kita untuk mampu melewati tahapan perkembangan Kita dengan lancar dan optimal. Kita akan terus menerus didukung apabila Kita memiliki kekurangan dan akan didorong untuk berkembang bila Kita memiliki potensi. Sekolah merupakan lembaga yang memperlakukan semua manusia yang berkekurangan maupun berkelebihan sebagai manusia yang sederajat. Ini yang menjadikan sekolah sebagai lembaga sosial yang tepat untuk mendampingi anak di setiap tahapan perkembangannya. Sekolah juga memberikan pembagian jenjang yang sesuai dengan tahapan perkembangan dan tujuan tahapan perkembangan. Ini menjadikan meskipun sekolah memberikan perlakuan yang setara, namun antara individu yang berbeda usia dan kebutuhan belajar akan dibedakan dengan adil. Perlakuan yang setara dan adil ini tidak akan ditemui di lembaga pendidikan lain seperti keluarga dan lingkungan.

Pendidikan di Sekolah

Ada banyak bentuk dari sekolah di era globalisasi ini, mulai dari long distance (via internet), homeschooling, hingga sekolah konvensional pada umumnya yang memiliki kelas dan biasanya dilakukan dalam satu gedung sekolah dan dibagi antara kelas satu dan kelas lainnya. Pendidikan tidak hanya dilaksanakan di sekolah karena bisa dilakukan di rumah terutama dalam lingkungan keluarga. Keluarga menyediakan pembentukan karakter anak hingga dewasa. Keluarga juga memiliki peran keluarga dalam pembentukan kepribadian, yang mana hal ini seringkali kurang mudah dibentuk di lingkungan sekolah. Pembelajaran anak terhadap macam-macam norma yang berlaku di rumah dipertanggung jawabkan oleh peran orang tua dalam mendidik anak.

Kemudian pendidikan ini juga harus dikembangkan dalam lingkungan sosial juga untuk mengembangkan yang dipelajari di sekolah sesuai dengan konteks sosial yang ada. Lingkungan sosial mengajarkan Kita fungsi toleransi dalam kehidupan yang majemuk. Semakin dalam pendidikan di lingkungan sosial yang Kita terima maka akan semakin baik pula cara merawat kemajemukan bangsa indonesia yang muncul dalam dinamika sosial yang Kita temui di masyarakat.

Apapun bentuk dari pendidikan yang diambil oleh individu, selalu ada keyakinan bahwa untuk mendapatkan pendidikan yang terstandarisasi dengan baik harus melalui sekolah. Pendidikan ini sendiri bermakna usaha secara terencana dan sadar dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dalam suatu proses pembelajaran yang secara aktif dan interaktif antara pendidik dan peserta didik. Lembaga yang menyelenggarakan pendidikan secara kolektif dan memiliki jenjang serta panduan pengajaran disebut dengan nama sekolah. Berikut beberapa elemen yang terdapat dalam sekolah :

  • Peserta Didik

Indivdidu yang dibimbing untuk mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang terbagi menjadi jalur, jenjang, dan jenis pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan tempat Ia belajar.

  • Tenaga Kependidikan

Individu yang mengabdikan diri dan memiliki kewajiban untuk menunjang dan mendukung penyelenggaraan pembelajaran.

  • Pendidik

Tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan secara spesifik sebagai guru, dosen, koneslor, pamong belajar, tutor, instruktur, widyaiswara, dan berbagai sebutan lain yang secara spesifik menggunakan keahlian yang dimilikinya sebagai tenaga ahli dalam menunjang pembelajaran.

  • Jalur Pendidikan

Suatu lingkungan yang dimasuki oleh peserta didik yang berbentuk wahan pendidikan yang digunakan untuk menguatkan potensi diri peserta didik dalam suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

  • Jenjang Pendidikan

Tahapan pembelajaran yang ditetapkan berdasarkan tahapan perkembangan peerta didik, tujuan perkembangan serta potensi yang ingin dikembangkan.

  • Jenis Pendidikan

Merupakan spesifikasi dari wahana pendidikan yang disesuaikan dengna tujuan pembelajaran secara spesifik berdasar jenis potensi yang ingin dikembangkan dalam lembaga pendidikan.

  • Satuan Pendidikan

sponsored links
Kelompok-kelompok pembelajaran yang dengan jenis pelaksanaan formal, nonformal, dan informal pada setiap tahapan dan jenis pembelajaran.

  • Sumber Daya Pendidikan

Segala sesuatu yang didayagunakan untuk pelaksanaan pembelajaran dalam lembaga pendidikan yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana, tenaga kependidikan, masyarkat, serta pendanaan.

  • Kurikulum

Tujuan, isi serta bahan yang digunakan dalam pembelajaran yang tertuang dalam seperangkat rencana dan pengaturan. Kurikulum ini tidak hanya berisi seperangkat pengaturan saja tapi juga pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu yang ingin dicapai sesuai dengan tugas perkembangan dari peserta didik di setiap tahapan perkembangan peserta didik.

Secara teknis keterkaitan dan hubungan yang bersifat timbal balik antara elemen-elemen di atas inilah yang membentuk sekolah sebagai lembaga pendidikan yang ideal bagi pelaksanaan pendidikan secara kolektif. Seperti Kita fahami bersama pendidikan di keluarga maupun di lingkungan meskipun memiliki wawasan yang lebih kaya pada beberapa aspek dibandingkan pendidikan di sekolah, namun pendidikan di sekolah memiliki sistem yang di dalamnya saling mendukung dan terkait satu sama lain.

Cara Kerja Sistem Pendidikan di Sekolah

Apabila terdapat salah satu elemen dari sistem ini tidak berjalan lancar maka akan terjadi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Semisal bila pada struktur komite sekolah terdapat suatu hal yang menjadi penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan wewenang di salah satu elemen, maka akan menghambat kinerja elemen yang lain. Semisal jika tugas dan fungsi kepala sekolah mengalami hambatan, maka struktur kinerja yang ada di bawahnya akan terkena dampak semisal pada fungsi guru bk di sekolah, fungsi wakasek, dsb. Ketika terjadi hambatan yang disebabkan penyalahgunaan wewenang, ataupun penyebab apapun kemudian langkah yang harus diambil ialah kerjasama dari organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri bila di dalam sistemnya terdapat gangguan dan konflik di salah satu elemennya. Ini bisa terjadi karena terdapat sistem yang akan mengatasi konflik sosial yang muncul di dalam sekolah, sistem ini akan mendayagunakan fungsi tata tertib sekolah bagi siswa bila terjadi konflik sosial pada peserta didik. Sistem ini akan bersiap atas segala potensi berbagai faktor penyebab konflik sosial dan hambatan dalam pelaksanaan lembaga pendidikan. Inilah yang menjadikan sekolah menjadi lembaga pendidikan yang paling sesuai dan tepat untuk melaksanakan pendidikan karakter secara kolektif dan memiliki kendali mutu.

Integrasi antara Sekolah dan Pendidikan Karakter

Ancaman pada perkembangan moral anak senantiasa muncul dalam berbagai bentuk ancaman di masyarakat. Bahaya globalisasi dan modernisasi yang tidak disaring dengan nilai-nilai pancasila akan mengancam upaya menjaga keutuhan NKRI. Dibutuhkan penguatan moral generasi penerus untuk mengatasi tantangan-tantangan di era globalisasi melalui lembaga yang kompeten dan mampu secara kolektif mencetak individu yang berkarakter. Sekolah dengan seluruh sistem yang mendukung pembelajaran di dalamnya sambil terus menerus menerapkan sistem yang memiliki kemampuan evaluasi diri dan perbaikan dalam interaksi antar elemen-elemennya. Kemudian yang paling penting dari pelaksanaan sistem ini ialah pelaksanaan sistem ini juga harus menjiwai nilai-nilai pendidikan karakter dan memiliki integrasi dengan kuat antar kegiatan pembelajarannya dengan pendidikan karakter.

  1. Kegiatan rutin sekolah

Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan siswa secara terjadwal dan berkelanjutan  seperti mengucapkan “salam”, “assalamualaikum” dan memberi hormat bila bertemu dengan orang yang lebih tua, teman sebaya, kakak kelas di setiap waktu semisal awal pelaksanaan KBM, ketika murid memasuki gerbang utama di pagi hari, maupun di sore hari. Kegiatan rutin ini terbagi menjadi kegiatan di kelas, kegiatan sekolah dan kegiatan luar sekolah. Beberapa contoh implementasi dari kegiatan rutin ini ialah sebagai berikut.

  • Kegiatan di kelas : Memberi salam sebelum memulai pelajaran, berdoa setelah mengakhiri pelajaran, dan bertutur kata sopan dengan bahasa indonesia yang baik dan benar di kelas
  • Kegiatan sekolah : Pelaksanaan shalat idul adha berjamaah di sekolah, Perayaan ramadhan dengan diadakannya pondok ramadhan, penghormatan hari libur bagi agama-agama dan hari libur nasional.
  • Kegiatan luar sekolah : Pelaksanaan dharma wisata ke tempat bersejarah untuk mengenang jasa pahlawan dan tempat-tempat wisat budaya untuk memperkenalkan budaya bangsa indonesia dan kearifan lokalnya.
  1. Kegiatan insidental

Merupakan kegiatan yang dilakukan tanpa direncanakan pada saat menjumpai suatu keadaan yang khusus. Kegiatan insidental ini semisal menghormati dengan berdoa bersama bila terjadi salah satu wali murid yang meninggal, memberikan penghargaan pada siswa yang memiliki prestasi akademik dan non akademik.

Sponsors Link

  1. Keteladanan

Belajar tidak hanya bisa dimotivasi dengan pemberian nilai tambah pada yang melakukan tindakan terpuji dan dikendalikan dengan pemberian hukuman bagi yang melakukan tindakan tercela. Pembelajaran atas nilai-nilai moral yang baik bisa dilakukan dengan cara yang lebih efektif yakni pemberian “role model” berupa keteladanan dan perilaku yang terpuji oleh pendidik ataupun oleh teman sebaya. Semisal berpakaian dengan rapi dan bersih, dan membuang sampah pada tempatnya dengan tidak sekedar mengajarkan hal tersebut tapi juga memberikan contoh.

  1. Pengkondisian

Bila ingin mendukung tindakan moral yang baik dan sesuai ahklak terpuji, maka keadaan sekolah itu sendiri harus mencerminkan hal tersebut pada aspek lingkungan fisik dan sosial nya. Ini bisa dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan toilet, ketersediaan bak sampah, memperhatikan keadaan kelas, dan menjaga ketenangan kondusifnya KBM dengan meminimalisir adanya kegaduhan di kelas ataupun ruang kelas yang kotor.

  1. Pengintegrasian dalam mata pelajaran

Butir-butir nilai pendidikan karakter sudah seharusnya terdapat di setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di setiap bahan ajar yang diberikan. Pengintegrasian ini dimulai dari pencantuman nilai-nilai karakter di dalam silabus dan secara aktif mengajarkan nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Ini dilakukan sambil secara interaktif berkomunikasi dengan siswa yang kesulitan merealisasikan butir-butir nilai pendidikan karakter yang diajarkan kepadanya.

Ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Wednesday 22nd, June 2016 / 05:18 Oleh :
Kategori : Pendidikan