5 Peran Serta Budaya Politik Partisipan di Lingkungan Masyarakat Indonesia

Tipe-tipe budaya politik di Indonesia secara garis besar merupakan pola tingkah laku individu dalam bernegara yang berorientasi pada politik. Sementara partisipan adalah individu yang berperan serta dalam sutau kegiatan tertentu. Bila kedua kata budaya politik dan partisipan digabungkan menjadi budaya politik partisipan atau politik partisipasi, maka para ahli memberikan definisi yang berbeda.

Definisi partisipasi politik atau politik partisipan menurut tiga orang ahli ketatanegaraan adalah sebagai berikut:

  • Menurut Ramlan Surbakti, partisipasi politik adalah keikutsertaan individu sebagai warga negara dalam menentukan segala keputusan negara yang mempengaruhi hidupnya. Keterlibatan individu tersebut bisa dalam berbagai bentuk mulai dari pembuatan keputusan sampai pada penilaian atau evaluasi terhadap keputusan yang sudah dibuat dan dillaksanakan. Partisipasi politik juga dapat diartikan sebagai kegiatan sekelompok orang dengan tujuan yang sama dalam kehidupan politik.
  • Menurut Norman H.Nie dam Sidney Verda, partisipasi politik adalah kegiatan warga negara secara individu atau berkelompok yang legal (resmi) diketahui pemerintah yang berkuasa, dan langsung bertujuan untuk mempengaruhi keputusan pegangkatan pejabat negara dan tindakan-tindakan yang akan mereka ambil.
  • Menurut Prof. Miriam Budihardjo, partisipasi poltik merupakan kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam kegiatan partai poltik. Di mana kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bersifat sukarela.

Artikel lainnya

Ciri-Ciri Partisipasi Politik

Budaya politik partisipan, sejenis budaya atau pola tingkah laku yang mengajak peran serta individu atau masyarakat dalam suatu negara untuk mengikuti kegiatan politik dan kebijakan negara. Budaya politik demikian biasanya hanya dimiliki oleh negara yang mempunyai ciri-ciri negara demokrasi . (Baca juga: fungsi sosialisasi politik)

Ada beberapa ciri-ciri warga negara yang mempunyai peran serta budaya politik partisipan. Ciri-ciri tersebut antara lain :

  • Warga negara tersebut sudah memiliki kesadaran penuh atas peraturan yang berlaku dan dapat mematuhi peraturan tersebut tanpa terpaksa karena pada dasarnya setiap peraturan dibuat demi kepentingan seluruh anggota masyarakat.
  • Warga negara menyadari akan kekuasaan pemerintah, tugas, dan wewenangnya. Termasuk menyadari semua tugas lembaga negara yang ada dalam pemerintahan.
  • Warga negara memahami akan hak dan kewajiban warga negara yang telah diatur dalam undang-undang dasar.
  • Warga negara sudah memiiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait masalah-masalah yang mewarnai kehidupan politik negaranya.
  • Warga negara secara pengetahuan dapat memberi masukan dan kritik terhadap kebijakan negara yang sudah diambil. Selain itu, warga negara tersebut juga mempunyai keberanian untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam peran serta budaya politik partisipan, warga negara yang dianggap mempunyai ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas adalah warga negara yang sudah mempunyai usia 17 tahun ke atas dan atau sudah menikah. Hal itu biasanya dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut Ramlan Surbakti, partisipasi politik sendiri mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:


  • Partisipasi atau kegiatan yang mempengaruhi pemerintah sebagai lembaga eksekutif dan legislatif dalam berbagai kebijakan politik. (baca juga: Ciri-Ciri Masyarakat Politik)
  • Partisipasi atau kegiatan yang dilakukan bisa berarti dua hal, gagal atau berhasil dalam mempengaruhi pemerintah dalam kebijakannya.
  • Partisipasi atau kegiatan yang merupakan kegiatan luar warga negara atau individu yang dapat diamati, Artinya, bukan merupakan kegiatan rohani yang hanya dapat diperkirakan saja.
  • Partisipasi atau kegiatan poltik dapat berupa kegiatan yang tidak menggunakan kekerasan (aksi damai, mengajukan petisi, ataupun mengajukan aspirasi wajar lewat lembaga yang ada) atau yang menggunakan kekerasan (seperti demonstrasi merusak dan menggunakan senjata / revolusi senjata).
  • Partisipasi atau kegiatan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah. Kegiatan yang tidak langsung mempengaruhi misalnya ikut serta memlih dalam pemilu. Sedangkan kegiatan yang langung memepengaruhi kebijakan pemerintah cotohnya dengan menjadi anggota salah satu partai poltik yang ada ataupun menjadi anggota dari lembaga-lembaga negara. (baca juga: Peran dan Fungsi Mahasiswa Dalam Masyarakat)

Bentuk-Bentuk Sikap Politik Partisipan

Dalam kenyataannya ada berbagai bentuk sikap warga negara dalam politik partisipan. Bentuk sikap negara ini yang nantinya akan mempengaruhi sejauh mana warga negara tersebut terlibat dalam politik partisipan. Bentuk-bentuk sikap tersebut, yaitu :

  • Sikap apatis (masa bodoh), sikap yang tidak peduli dan tidak mempunyai minat terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk terhadap situasi dan gejala politik. Warga negara yang bersikap seperti ini biasanya menganggap peran serta terhadap poltik tidak akan mempengaruhi apapun dalam hidupnya.
  • Sinisme, sinisme merupakan sikap angkuh yang dimiki warga negara. Sifat ini biasanya dimiliki warga negara yang menganggap kebijakan politik negaranya sudah buruk dan tidak akan mungkin berubah apapun tindakannya.
  • Alienasi, sesuai katanya alien, adalah makhluk asing. Sikap alienasi berarti menggap politik itu sesuatu yang asing. Pemerintah dan segala kebijakan poltiknya adalah sesuatu yang berada di luar dirinya dan tidak berlaku untuk dirinya.
  • Anomali, anomali hmapir sama dengan alienasi, warga negara yang merasa dirinya terpisah dengan budaya poltik yang ada. Sikap ini umumnya terlahir dari kebingungan terhadap sistem politik yang berlangsung di negaranya.

Artikel lainnya

Peran Budaya Politik Partisipan di Masyarakat Indonesia

Budaya politik partisipan merupakan salah satu jenis budaya poltik yang ada pada sistem negara demokrasi. Peran serta warga negara dalam budaya politik partisipan dapat diwujudkan dalam tindakan-tindakan sebagai berikut :

  1. Mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang diatur dalam undang-undang atau undang-undang dasar negara tersebut.
  2. Warga negara memiliki sikap toleransi dan saling menghargai di manapun dan dalam kegiatan apapun. Terutama sikap menghargai dan toleransi terhadap pendapat orang lain.
  3. Warga negara mementingkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan / kelompoknya, sehingga setiap saat mementingkan hasil musyawarah dalam kepentingan bersama.
  4. Menyampaikan aspirasinya sebagai bagian dari hak demokrasi sesuai aturan yang berlaku yang tercantum dalam undang-undang.
  5. Warga negara mampu ikut serta aktif dalam kegiatan di lingkungan di mana dia tinggal dan bergaul.
    Warga negara mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan poltik negaranya, contohnya minimal ikut serta memilih dalam kegiatan pemilihan umum.

Kegiatan-Kegiatan Peran Serta Budaya Politik Dalam Partisipan

Setelah mengetahui definisi politik partispsi, ciri-ciri dan bentuk peran serta budaya poltik partisipan, hendaknya warga negara dapat megetahui juga contoh kegiatan apa saja yang termasuk kategori politik partisipan. Beberapa contoh kegiatan politik partisipan, yaitu :

  • Kegiatan Partai Politikfungsi partai politik merupakan wadah setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasinya. Kegiatan partai politik biasanya merupakan kegiatan penyampaian gagasan, penentuan kebijakan umum, penentuan wakil-wakil yang akan duduk di lembaga pemerintahan, dan kegiatan masyarakat yang menunjukkan tujuan dan cita-cita mereka.
    Kegiatan warga negara dapat berupa kegiatan aktif, dengan menjadi anggota partai politik atau kegiatan pasif, dengan menjadi partisipan partai politik yang mendukung semua kegiatannya.
  • Pemilihan Umum, sebagai warga negara yang baik, seharusnya harus ikut serta dalam kegiatan pemilu dengan memberikan hak suaranya. Karena sesuai fungsi pemilu  setiap suara yang masuk akan menentukan kebijakan politik / nasib bangsa beberapa tahun ke depan.
  • Diskusi Politik, diskusi poltik dapat dilakukan secara terbuka dan umum ataus secara tertutup di televisi. Hal ini merupakan pendewasaan poltik warga negara dengan cara pendidikan politik. Biasanya dalam diskusi akan diberikan pro kontra suatu kebijakan politik disertai dengan alasan-alasannya sehingga bisa lebih mudah dipahami.
  • Demonstrasi, demonstrasi merupakan kegiatan politik partisipan yang berupa aksi unjuk rasa sekelompok orang yang tdaik menyetujui suatu kebijakan pemerintah.

Demikian bahasan artikel tentang peran serta budaya politik partisipan. Semoga membantu dalam memahami budaya politik dan pelajaran di sekolah dengan tema yang sama. Terima kasih.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 20th, July 2017 / 04:21 Oleh :
Kategori : Politik