22 Contoh Budaya Politik di Lingkungan Masyarakat Indonesia (#Terlengkap)

Sebagai masyarakat Indonesia tentu saja kita juga harus mengetahui mengenai budaya politik yang ada di Indonesia. Tipe-tipe budaya Politik di Indonesia itu ada 3, dan kita juga sebagai Warga Negara Indonesia yang baik seharusnya juga harus memperhatikan dan mempelajari mengenai budaya politik karena dengan sadar atau tidak ternyata ada juga manfaat budaya politik bagi bangsa kita yaitu Indonesia. Oleh karena itu kali ini kami hadir kembali untuk memberikan informasi penting kepada kalian semua mengenai budaya politik yang ada di negara kita Indonesia, tapi kali ini kami bukan membahas mengenai pengertian dari budaya politik tapi kami akan membahas mengenai contoh budaya politik di Indonesia yang sering kita temukan. Berikut ini adalah informasi lengkapnya untuk kalian semua, simak baik-baik ya!

  1. Budaya politik parokial

Yang pertama kita akan mengetahui terlebih dahulu pengertian dari budaya politik parokial ini secara singkat. Secara singkat pengertian budaya politik parokial ini adalah budaya politik dimana masyarakat masih sangat tradisional dan sederhana dalam budaya dan politiknya. Keikutsertaan masyarakat dalam berlangsungnya budaya politik parokial ini masih sangat minim dan budaya politik parokial ini adalah budaya politik yang masyarakatnya tidak tahu sama sekali mengenai politik di negerinya.

Contoh budaya politik parokial pada kehidupan sehari-hari :

Setelah mengetahui pengertiannya secara singkat sekarang kita akan mengetahui apa saja contohnya budaya politik parokial di dalam kehidupan sehari-hari yang harus kita ketahui. Berikut ini adalah contohnya :

  • Tidak mengikuti pemilu / golput

Yang pertama adalah dengan tidak mengikuti pemilu atau melakukan golput di setiap pemilihan. Ini sama saja masuk kategori budaya politik parokial karena tidak ikut serta dalam politik walaupun hanya secara pasif.

  • Tidak peduli pada politik

Seperti yang sudah kita bahas diatas tadi, budaya politik parokial adalah budaya politik yang dimana masyarakatnya masih enggan memahami politik. Salah satunya adalah tidak pernah peduli pada kondisi politik di negerinya sendiri, entah apa yang terjadi pada politik di negerinya mereka tidak akan ikut campur dan tidak akan memihak pada siapapun.

  • Tidak peduli dengan kepentingan bangsa dan negara

Yang selanjutnya adalah mereka tidak peduli dengan adanya kepentingan bangsa dan negara, namun hanya mementingkan kepentingan daerahnya sendiri saja.

  • Masyarakat pedalaman yang tidak mengetahui pemimpin

Karena minimnya fasilitas yang ada, masyarakat pedalaman mungkin saja tak tahu siapa pemimpin mereka seperti Presiden, dan lain-lainnya yang bersangkutan dengan politik. Ini adalah salah satu pengertian dari budaya politik parokial dimana masyarakatnya masih sederhana dan tradisional.

  1. Budaya politik subjek atau kaula

Yang kedua kita akan membahas mengenai budaya politik kaula atau sering disebut dengan subjek. Kita akan membahas terlebih dahulu secara singkat sebelum memberikan contohnya. Budaya politik yang satu ini sebenarnya masyarakatnya sudah maju dalam beberapa bidang seperti sosial dan ekonominya. Pengetahuan terhadap budaya dan politik juga bisa dibilang tinggi, namun keikutsertaan mereka dalam budaya dan politik masih sangat minim.

Contoh budaya politik subjek atau kaula pada kehidupan sehari-hari :


Setelah membaca pengertian budaya politik subjek atau kaula secara singkat dan ringkas, maka saatnya kita untuk mengetahui apa saja contoh dari budayanya yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa contohnya yang bisa kita pahami dan cerna dengan mudah :

  • Tidak sadar dalam politik

Mayarakat memang sudah memahami apa itu politik dengan baik dan benar, namun mereka masih tidak sadar dengan keberadaan politik.

  • Tidak mengikuti pemilu / golput

Contoh yang kedua adalah masyarakat tidak mengikuti pemilu atau golput. Walau mungkin masyarakat sudah paham artian mengenai politik namun mereka enggan untuk mengikutinya walau hanya secara pasif.

  • Tidak berpartisipasi langsung dalam politik

Tidak hanya berpartisipasi secara pasif saja, namun masyarakat budaya politik subjek ini juga tak akan berpartisipasi dalam politik secara langsung. Mereka tahu dan paham, namun tak akan terlibat secara langsung seperti mencalonkan diri sebagai anggota DPR, walikota, dan lain-lain.

  • Tidak berani menyampaikan pendapat mengenai politik

Contoh yang selanjutnya adalah masyarakat secara sadar tahu apa itu politik namun mereka tidak berani untuk menyampaikan pendapat mereka. Seperti yang kita ketahui pada saat Orde baru dimana masyarakat tidak secara bebas membahas politik bahkan membicarakan Presiden dan keluarganya kala itu.

  1. Budaya politik partisipan

Yang ketiga adalah budaya politik partisipan, budaya politik partisipan ini adalah budaya politik dimana masyarakatnya sudah secara sadar tahu apa itu politik. Mayarakat ini dibilang sudah yang paling modern dalam budaya dan juga politik. Selain itu budaya politik partisipan masyarakatnya akan ikut serta di dalam politik ini secara aktif maupun pasif. Mereka juga sudah paham betul mengenai pengaruh kebijakan pemerintah pada masyarakat yang ada. Oleh karena itu kita harus tahu ciri-ciri budaya politik partisipan beserta peran serta budaya politik partisipan bagi sebuah negara.

Contoh budaya politik partisipan pada kehidupan sehari-hari :

Setelah mengetahui apa pengertian atau penjelasan secara singkat mengenai budaya politik partisipan maka saatnya kita tahu apa saja contohnya dari budaya politik yang satu ini. Berikut adalah beberapa contoh budayanya :

  • Dalam lingkup politik

Karena budaya partisipan ini juga sudah luas, maka lingkupnya juga banyak, kami akan membahas dalam lingkup politik terlebih dahulu. Berikut adalah contohnya dalam lingkup politik :

a. Mengikuti pemilu

Bagi usianya yang sudah cukup yaitu 17 tahun, maka mereka akan mengikuti pemilu untuk memilih pemimpin baru. Ini merupakan salah satu budaya partisipan dimana ikut serta dalam politik walau secara pasif dan tidak golput.

b. Aktif dalam kegiatan politik

Yang kedua adalah aktif dalam kegiatan politik seperti misalnya mendukung salah satu calon pemimpin dengan mengikuti kampanye dan mungkin menjadi simpatisan.

c. Mengikuti demo untuk menunjukkan aspirasi

Contoh yang ketiga adalah dengan cara mengikuti demo ketika ingin menunjukkan aspirasinya kepada pemerintah.

d. Ikut terjun langsung dalam politik

Masyarakat budaya politik partisipan ini akan ikut terjun langsung atau secara aktif ikut serta dalam bidang politik. Mereka akan mencalonkan diri sebagai pemimpin, ikut serta dalam partai politik, bergabung dengan ormas tertentu atau lembaga swadaya masyarakat dan ikut serta dalam pesta politik.

  • Dalam lingkup lingkungan sekolah

Tidak hanya dalam bidang politik saja, namun budaya politik partisipan ini juga bisa diterapkan di dalam lingkungan sekolah. Berikut ini adalah contohnya dalam lingkup sekolah :

a. Ikut serta dalam pencalonan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS

Yang pertama adalah siswa yang aktif dalam pencalonan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS di sekolah mereka. Karena sama saja dengan mencalonkan sebagai pemimpin di sekolah dan itu termasuk budaya politik partisipan.

b. Memilih dalam pemilihan ketua OSIS dan wakilnya

Tidak hanya yang mencalonkan diri saja, namun siswa yang hanya memilih ketua OSIS dan wakilnya juga masuk ke dalam contoh karena juga ikut serta walaupun secara pasif.

c. Mengikuti diskusi atau musyawarah di sekolah


Tidak hanya itu saja, namun siswa yang mengikuti diskusi ataupun musyawarah di sekolah misalnya seperti mengikuti rapat osis juga turut serta aktif seperti budaya politik partisipan.

  • Dalam lingkup lingkungan keluarga

Siapa sangka dalam lingkup masyarakat terkecil seperti keluarga juga ada penerapan budaya politik partisipan. Berikut adalah contoh budaya politik partisipan di dalam lingkup keluarga :

a. Melakukan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan suatu masalah

Mungkin kita semua masih tidak sadar atau bahkan tidak tahu, namun budaya politik partisipan ini ternyata juga diterapkan di dalam lingkup keluarga sekalipun. Salah satu contohnya adalah dengan melakukan musyawarah mufakat ketika menyelesaikan suatu masalah atau mengambil sebuah keputusan. Dimana semua anggota keluarga akan mendiskusikannya secara adil dan merata sehingga jelas tujuannya.

b. Mendengar nasehat orangtua

Tidak hanya musyawarah mufakat saja, namun salah satu penerapan budaya politik atau contohnya dalam lingkup keluarga juga berarti mendengarkan nasehat orangtua kita dengan baik. Tidak hanya mendengarkannya saja, namun kita juga harus menerapkan apa yang mereka bilang atau nasehatkan kepada kita semua.

  • Dalam lingkup lingkungan masyarakat

Setelah membahas lingkup politik, sekolah, dan keluarga sekarang saatnya kita membahas budaya politik dalam lingkup masyarakat atau warga. Berikut ini adalah beberapa contohnya yang bisa kita pahami di dalam lingkup warga atau masyarakat :

a. Ikut serta aktif dalam pemilihan ketua RT RW

Yang pertama adalah masyarakat yang ikut serta dalam pemilihan ketua RT dan RW yang ada di daerah setempat. Sehingga kepemimpinan di daerahnya bisa berjalan dengan baik dan jelas.

b. Ikut rapat atau musyawarah mufakat

Contoh yang kedua adalah ikut rapat atau musyawarah mufakat secara aktif yang diselenggarakan oleh ketua RT setempat. Seperti misalnya ketika diadakan rapat desa, masyarakat wajib untuk mengikuti rapat desa itu dan wajib untuk memberikan aspirasi atau idenya ketika rapat atau musyawarah itu berlangsung. Kita juga harus tahu apa manfaat musyawarah dalam kehidupan kita.

c. Aktif dalam kegiatan bersih desa

Tidak hanya itu saja, masyarakat dalam budaya politik partisipan ini juga harus aktif dalam kegiatan bersih desa atau gotong royong yang ada di desanya karena itu merupakan salah satu contoh jika masyarakat menerpakan sistem budaya politik partisipan di desa atau lingkup masyarakat.

d. Aktif dalam pemilihan ketua karang taruna

Yang terakhir adalah masyarakat atau pemuda yang aktif dalam pemilihan ketua karang taruna di daerahnya.

Itu dia beberapa contoh budaya politik yang ada di berbagai lingkup yang bisa kita temui sehari-harinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua!

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 17th, November 2017 / 01:29 Oleh :
Kategori : Politik