10 Bentuk Perwujudan Partisipasi Politik Bebas Aktif Dalam Perdamaian Dunia

Politik luar negeri yang dianut oleh Indonesia merupakan politik luar negeri bebas aktif. Landasan dari jenis politik luar negeri ini secara kuat diatur di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 pada alinea pertama dan keempat. Bebas artinya yaitu Indonesia tidak terikat oleh negara atau ideologi manapun, sedangkan aktif yaitu Indonesia ikut serta dalam pergaulan internasional. dalam kesempatan yang indah ini, kita akan berfokus pada politik luar negeri aktif. Berikut ini merupakan 10 bentuk perwujudan partisipasi politik bebas aktif dalam perdamaian dunia:

1. Penyelenggara Konferensi Asia Afrika Pertama

Sebagai negara yang terhitung baru merdeka, indonesia beserta beberapa negara yang baru merdeka lainnya di benua Asia Afrika memiliki inisiatif untuk mengadakan suatu konferensi yang mempertemukan bangsa-bangsa yang baru memperoleh kemerdekaan di benua Asia dan benua Afrika. Pertemuan ini diadakan untuk kerja sama yang lebih baik di antara negara-negara tersebut dalam rangka mengisi kemerdekaannya dan agar sama-sama berjuang demi kemajuan negara-negara tersebut. Konferensi ini dilakukan pada tahun 1955 di kota Bandung dan menghasilkan dasasila Bandung yang menjadi arah gerak bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

2. Terbentuknya Kontingen Garuda I

Ketika Indonesia baru memproklamirkan kemerdekaannya, Mesir segera membentuk pertemuan negara-negara Liga Arab untuk memberi pengakuan bahwa Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, Indonesia ikut mengirimkan kontingen prajuritnya, yaitu Kontingen Garuda I, untuk menjadi pasukan pemelihara perdamaian PBB ke Mesir.

3. Ikut Serta dalam Penyelesaian Konflik Palestina dan Israel

Baru-baru ini kita mendengar banyaknya berita konflik antara Palestina dan Israel. Namun, sejatinya konflik tersebut terjadi sudah sangat lama. Sejak pertama konflik tersebut meletus, Indonesia melalu pemimpin negara menyatakan sikapnya untuk mendukung Palestina dan secara nyata ikut serta dalam penyelesaian konflik di antara mereka.

4. Mendirikan Organisasi Kerja Sama Islam

Pada tahun 1967, Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ikut serta dalam pendirian Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI. Hal ini dirasa penting bagi Indonesia dan terdapat dampak OKI bagi Indonesia sehingga Indonesia tetap tergabung di dalamnya.

5. Partisipasi dalam Pendirian Asia Pasific Economic Community (APEC)

APEC ialah forum kerja sama ekonomi antara negara-negara Asia dengan negara-negara Pasifik. Forum ini didirikan pada tahun 1989 atas gagasan negara ASEAN dengan negara-negara lainnya. Maka dari itu, Indonesia berperan aktif dalam pendirian APEC. Selain itu, Peran Indonesia dalam APEC sangatlah besar.

6. Pembentukan Kontingen Garuda II

Pada tahun 1960, di Kongo, salah satu negara di benua Afrika, terjadi konflik perang saudara yang menjadikan rakyat sebagai korbannya. Oleh karena itu, Indonesia dengan Kontingen Garuda II-nya ikut serta dalam pasukan pemelihara perdamaian PBB untuk meredakan konflik di Kongo tersebut agar rakyat tidak lagi menjadi korban.

7. Ikut Serta dalam Pendirian ASEAN


Indonesia beserta negara-negara tetangga memiliki gagasan untuk mengadakan suatu forum kerja sama di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara. Nama forum tersebut ialah Association of South East Asia Nation (ASEAN). Forum kerja sama tersebut lebih bersifat kepada organisasi politik namun juga memungkinkan untuk melakukan kerja sama di bidang lainnya, yang merupakan salah satu tujuan ASEAN. ASEAN awalnya terdiri dari sepuluh negara Asia Tenggara hingga Timor Leste bergabung menjadi anggota kesebelas.

8. Pengiriman Kontingen Garuda III Ke Negara Kongo

Untuk kedua kalinya, di Kongo kembali terjadi perang saudara pada tahun 1962. Saat itu, pasukan kontingen Garuda III yang dikirim ke Kongo jumlahnya lebih besar dari sebelumnya, yaitu mencapai jumlah 3457 orang. Kontingen garuda III baru ditarik kembali ke Indonesia pada tahun 1963.

9. Pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961


Pada tahun 1960, terjadi perang dingin antara Amerika yang memiliki paham liberal (blok barat) dan Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet yang memiliki paham komunis (blok timur). Sebagai negara yang baru merdeka, Indonesia tidak dapat mengambil resiko untuk ada di tengah konflik kedua negara adidaya tersebut, sehingga terbentuklah gerakan non-blok. Peran Indonesia dalam gerakan non blok ialah sebagai salah satu pendirinya.

10. Penugasan Kontingen Garuda IV Ke Perang Vietnam

Pada tahun 1970an, di Vietnam terjadi perang antar ideologi komunis dan ideologi liberal. hal ini menyebabkan negara lain seperti Korea Selatan, Korea Utara, Amerika Serikat dan Uni Soviet malah memperkeruh kondisi perang. Indonesia memutuskan untuk menugaskan Kontingen Garuda IV ke Vietnam sebagai pasukan pemelihara kedamaian PBB.

Itulah artikel mengenai materi 10 bentuk perwujudan partisipasi politik bebas aktif Dalam Perdamaian Dunia yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah kali ini. Penulis berharap, dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami secara lebih baik mengenai 10 bentuk perwujudan partisipasi politik bebas aktif dalam perdamaian dunia sehingga pembaca merasa lebih bangga dan cinta kepada Indonesia dibandingkan sebelumnya. Selain itu, dengan membaca artikel ini pula pembaca dapat menambah khazanah pengetahuan pembaca mengenai kebijakan politik luar negeri Indonesia. tetap semangat dalam mempelajari dan mencintai negara ini dan sampai jumpa pada kesempatan lainnya. Semoga sukses selalu bagi para pembaca!

, ,
Post Date: Monday 11th, December 2017 / 08:03 Oleh :
Kategori : Politik