7 Gerakan Feminisme yang Terpenting dan Kesalapahamannya

Perempuan merupakan salah satu objek yang tidak ada habisnya apabila kita bahas satu per satu dan biasanya akan menimbulkan polemik yang cukup panjang, terlebih tentang kesetaraan gender. Padahal, sejak dahulu sudah ada gerakan untuk mensetarakan antara kaum pria dengan wanita. Gerakan tersebut biasa kita kenal sebagai gerakan feminisme.

Apa itu Gerakan Feminisme?

Gerakan feminisme memiliki banyak arti dan sudut pandang yang berbeda dari berbagai pihak. Berikut ini adalah beberapa pengertian gerakan feminisme dari beberapa tokoh publik.

  • Maggie Humm (1995) – Beliau menyatakan bahwa feminisme merupakan sebuah ideologi tentang kebebasan perempuan, hal ini dikarenakan perempuan seringkali mengalami ketidakadilan karena gendernya.
  • Mansour Fakih (1996) –  Bahwa feminisme adalah gerakan yang dilihat dari suatu persepktif yang berkaitan dengan kesadaran kaum wanita. Fakih berpendapat bahwa selama ini perempuan telah ditindas dan eksploitasi. Beliau menganggap bahwa gerakan tersebut hadir sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan tindakan eksploitasi dan penindasan terhadap kaum wanita.
  • G.D Anderson – Kutipannya, “Feminism isn’t about making women strong. Women are already strong. It’s about changing the way the world perceives that strength,” hingga saat ini cukup terkenal dikalangan feminis.

Jadi, inti dari pengertian gerakan feminisme adalah sebuah ideologi yang secara khusus ditujukan kepada kaum wanita untuk memperjuangkan kesetaraannya dalam berbagai bidang dan layak mendapatkan apresiasi yang setara dengan kaum pria.

Pentingnya Gerakan Feminisme

Di era sekarang ini, gerakan feminisme sebenarnya jarang kita dengar dan kita lihat dalam lingkungan sekitar kita. Akan tetapi, feminisme ini ternya memiliki penting dan kuat agar dijalankan di era saat ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa feminisme sangat penting.

1. Hidup di Abad ke-21

Di era modern ini, kita tentunya mengenal istilah Generasi Millenial atau sering disebut sebagai generasi Y yang konon katanya merupakan generasi yang akan mempengaruhi masa depan. Generasi sekarang lebih menyukai teknologi dan inovasi-inovasi baru yang menarik, dari sinilah mereka tidak mengenal budaya kuno dan meninggalkan pandangan sosial yang kaku. Padahal, dengan adanya gerakan feminisme yang sudah ada sejak abad ke-19, diharapkan dapat mempertahankan apa yang telah diperjuangkan hingga saat ini. Akan tetapi faktanya, kini justru semakin memburuk kesetaraan antara hak kaum wanita dengan pria.

2. Feminisme Bukan Cuma Untuk Perempuan

Sejak pertama kali ada, feminisme memang tidak hanya ditujukan untuk kaum wanita saja. Akan tetapi, dalam lingkupnya tetap melibatkan kaum pria. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan apabila perubahan & yang terlibat hanya kaum wanita, maka prosesnya tidak akan berkembang. Disisi lain, kaum pria sebaiknya mendukung dengan hal-hal positif dan menghargainya.

3. Pernikahan Usia Dini

Berdasarkan laporan yang telah ada, di era saat ini sudah banyak sekali perempuan yang dibawah umur telah melalukan proses pernikahan atau sering kita kenal sebagai pernikahan dini. Di usia yang terbilang masih muda ini, sebagian kaum perempuan justru melaksanakan pernikahan karena alasan-alasan tertentu. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Maka dari itu adanya gerakan feminisme ini ada untuk mencegah hal2 tersebut, dan tentunya agar masa depan kaum wanita lebih baik serta adapat menjaga dirinya sendiri karena seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ini sangat marak pelecehan seksual dan kekerasan pada wanita.


4. Bahwa Laki-Laki lebih Berharga dibandingkan Perempuan

Konsep fakta bahwa laki-laki sering dianggap lebih berguna dan berharga sudah ada sejak zaman dulu, terlebih untuk negara China. Di Indonesia fenomena seperti ini sebenarnya tidak terlalu sering terjadi, justru di negara China fenomena ini sering terjadi dan dianggap sebagai fenomena yang umum. Di negara besar seperti China, laki laki lebih diprioritaskan posisinya karena sering dijadikan sebagai pemimpin selanjutnya. Disisi lain, kaum perempuan justru dianggap tidak pantas untuk memimpin. Kejadian ini tentunya berdampak pada kesetaraan sosial dalam negara tersebut.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu. Fenomena tersebut mulai menghilang, meski sebagian besar masih menganut sistem tersebut. Di Indonesia sendiri, kesetaraan gender sebenarnya sudah terjadi ketika tokoh emansipasi wanita kita Ibu R.A Kartini telah memperjuangkannya di masa lalu. Kini, generasi muda dan perempuan lainnya harus meneruskannya.

5. Fenomena Catcalling

Hingga saat ini fenomena catcalling masih sering terjadi dan sebagian besar masih terjadi di kota-kota besar ataupun tempat-tempat tertentu di negara ini. Catcalling sebenarnya sangat bermacam-macam, bisa berupa siulan, menyapa seolah mengenal dekat, memberikan komentar dan lain sebagainya. Biasanya perempuan akan bersikap acuh, jika melawan pun biasanya akan menjadi lebih parah.

Pada akhirnya diam menjadi pilihan terbaik. Akan tetapi, taukah kamu bahwa fenomena catcalling ini ternyata memberikan dampak bagi perempuan? Sebagian besar dari mereka akan merasa tidak nyaman, bahkan tidak sedikit dari mereka terkadang merasa takut apabila mereka menjadi catcalling di malam hari bahkan hingga diikuti.

Dari sini, perempuan sebenarnya memiliki hak yang sama dengan laki-laki, yaitu berjalan di jalan umum tanpa gangguan siulan ataupun komentar yang terkadang membuat tidak nyaman. Perempuan berhak atas keadilan dan kenyamanan mereka dalam berjalan di tempat umum.

6. Hak untuk Berbusana

Busana yang dipakai oleh kaum wanita sering kali mendapat komentar-komentar negatif, baik dari kaum pria ataupun rekannya sendiri. Padahal, feminisme tidak menuntut seorang wanita untuk berpakaian feminim, rapi dan ketentuan lain agar dianggap anggung. Akan tetapi, feminisme membebaskan wanita untuk berbusana seperti keinginannya sendiri. Mereka bebas menentukan style mereka masing-masing tanpa pengaruh dari luar.

7. Hak untuk Mendapat dan Menghasilkan Uang Sendiri

Memilih dan melakukan pekerjaan adalah hak setiap orang. Akan tetapi hingga saat ini masih ada yang beranggapan bahwa pria harus mendapatkan ataupun menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan kaum wanita. Hal ini biasanya terjadi karena tuntutan yang berasal dari lingkungannya. Banyak sekali yang memandang remeh apabila seorang wanita menjalankan pekerjaan yang didominasi oleh kaum pria, contoh sederhananya adalah pekerja bidang TI. Di bidang tersebut didominasi oleh kaum pria, akan tetapi kaum wanita juga berhak bekerja dalam bidang tersebut dan mendapatkan upah atas kerja keras mereka. Feminisme dalam lingkup ini bertujuan untuk mendapatkan kesetaraan dalam hal pekerjaan.

Kesalahpahaman tentang Gerakan Feminisme

Feminisme memang sudah melalui perkembangan yang cukup banyak hingga saat ini. Akan tetapi dengan perkembangan-perkembangan tersebut, tidak sedikit juga masih banyak kesalahpahaman tentang gerakan tersebut. Lalu, apa saja kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat sekitar? Berikut diantaranya:

1. Feminisme membenci Pria

Opini bahwa feminisme membenci pria merupakan konsep yang sangat kuno bagi feminis. Dalam ideologi feminisme, tidak menerapkan atau meminta kaun wanita untuk membenci kaum pria. Justru dalam proses perbaikannya, feminisme membutuhkan bantuan ataupun dukungan dari kaum pria. Para feminis menginginkan kesetaraan dalam berbagai bidang, seperti pekerjaan, politik, budaya dan lain sebagianya.

2. Ateis

Pernyataan bahwa para feminis adalah ateis sebenarnya ada benar dan tidaknya. Benar karena beberapa agama di dunia memiliki perspektif yang berbeda-beda dengan praktik kuno terhadap kaum wanita, akan tetapi bukan berarti tidak ada perbaikan. Seiring berjalannya waktu, beberapa pihak memasukannya dalam ajaran agama mereka masing-masing. Di Indonesia sendiri sudah ada ulama dan cendekiawan Muslim.

3. Tidak Mempercayai Pernikahan

Beberapa pernyataan yang mengatakan bahwa para feminis tidak mempercayai pernikahan adalah omongan kosong. Hingga saat ini para feminis yang sudah menikah mengatakan bahwa dirinya merasa lebih bahagia. Dalam pernikahan mereka mandapatkan nilai-nilai yang belum didapatkan saat mereka masih lajang. Yang perlu diluruskan disini adalah ketika sebagian masyarakat menganggap bahwa pernikah merupakan sesuatu yang wajib dan lebih baik dan dapat mengontrol kaum wanita, itu adalah hal yang kurang disukai para feminis.


4. Feminis Tidak Menggunakan Makeup

Kesalahpahaman tentang gerakan feminisme yang sangat tidak masuk akal adalah pernyataan yang mengatakan bahwa para feminis tidak menyukai berdandan. Feminisme justru memberikan ruang kepada para wanita untuk berkespresi sesuai dengan keinginannya sendiri. Pilihan menggunakan makeup natural atau jenis lainnya itu merupakan hak mereka dan hal tersebut tidak boleh dilarang. Mereka berhak menentukan seberapa penting makeup bagi diri mereka sendiri.

5. Mengikuti Gaya Barat

Kesalahan tentang feminisme selanjutnya adalah fakta bahwa gerakan ini mengikuti gaya barat. Fakta ini sebenarnya adalah kritis untuk gerakan feminisme yang terjadi dimasa lalu, dimana feminisme merupakan gerakan yang terlalu Eropa dan didikte oleh kaum wanita kelas menengah hingga tinggi yang berkulit putih. Dimasa lalu, gerakan ini juga mendapat kritikan karena cenderung mengabaikan agama, etnis, kasta dan ras antar gender. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa gerakan ini sudah ada di negara bagian non-Barat, seperti Amerika Selatan, Afrika hingga Asia meskipun pada praktiknya gerakan ini akan berfokus dan menyesuaikan dengan konteks negara tersebut.

Itulah pembahasan tentang gerakan feminisme yang hingga saat ini masih terus mengalami perkembangan untuk lebih baik dan tentunya tetap dengan misinya yaitu kesetaraan antara kaum wanita dengan pria. Bagi mereka yang belum mengetahui gerakan ini tentunya menimbulkan pendapat-pendapat yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Akan tetapi, beberapa kesalahpahaman tersebut sudah kita jelaskan pada pembahasan diatas secara singkat dan jelas. Semoga dapat menambah wawasan Anda !

, , ,




Oleh :
Kategori : Sejarah