5 Persamaan Ideologi Terbuka dan Tertutup di Indonesia

Definisi ideologi secara umum, yaitu sebuah gagasan, ide, hasil pemikiran yang dirumuskan dan kemudian dijadikan sebagai patokan berjalannya sistem pemerintahan suatu negara. Ideologi ini yang mendasari terbentuknya konstitusi atau undang-undang dasar dan semua aturan perundang-undangan yang berada di bawahnya. Ideologi ini pula yang akan membawa kepada perencanaan dan pelaksanaan tujuan pembangunan nasional.

Berdasarkan jenisnya, ideologi yang kita kenal ada berbagai macam. Misalnya ciri-ciri ideologi komunisme, liberalisme, ciri-ciri ideologi kapitalisme, ciri-ciri ideologi Marxisme, dan sebagainya. Namun, seperti yang sudah kita ketahui pula tidak ada negara yang dapat dikatakan menganut ideologi tertentu. Setiap negara mungkin menggabungkan beberapa ideologi sekaligus dalam sistemnya, sesuai aspirasi masyarakat atau pimpinan pemerintahnya. Selanjutnya, para ahli akhirnya mengelompokkan ideologi menurut sifatnya dalam dua kelompok besar. Yaitu ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

Ciri-ciri Bentuk Ideologi Terbuka dan Tertutup

Ideologi terbuka adalah sebuah ideologi yang lahir dari aspirasi masyarakat. Ideologi yang lahir dan tumbuh berkembang karena memang sudah ada sebagai nilai-nilai luhur atau ada kemudian karena perkembangan zaman. Ideologi terbuka mempunyai ciri-ciri:

  • Ideologi yang lahir karena kekayaan rohani masyarakatnya. Kekayaan akan nilai-nilai dan budaya. Jadi, ideologi ini merupakan keinginan masyarakat yang diakomodir oleh pimpinan atau pendiri negara. Bukan keinginan pemimpin semata untuk kepentingan diri dan kelompoknya.
  • Sesuai dengan ciri yang dikemukakan pertama, ideologi terbuka ditemukan oleh masyarakat. Jadi, ketika zaman semakin berkembang, ideologi akan fleksibel mengikuti. Hal-hal baik akan memperkaya ideologi dengan batasan tertentu.
  • Ideoligi terbuka hanya berisi garis besar. Tidak menuliskan operasional pelaksanannya secara kaku. Dengan demikian, bisa ditafsirkan sesuai kondisi masyarakat.
  • Ideologi terbuka tidak membatasi kebebasan masyarakat warga negaranya sesuai hak asasi manusia dan bertanggung jawab.
  • Dengan semua ciri yang telah disebutkan, ideologi terbuka sangat menghargai pluralitas atau keberagaman warga negaranya.

Ideologi tertutup kebalikan dari ideologi terbuka. Ideologi ini tidak membuka peluang aspirasi dari masyarakat atau masuknya paham lain. Negara yang menganut ideologi ini, umumnya dengan sistem pemerintahan diktator. Sebagian besar penganut ideologi komunis bersifat tertutup. Ciri-ciri ideologi tertutup, yaitu :

  • Ideologi bukan berasal dari masyarakatnya. Kebanyakan diciptakan oleh satu orang, dalam hal ini pimpinan, atau sekelompok orang yang berkuasa. Ideologi dibuat untuk kepentingan mereka. Kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan.
  • Ideologi dipaksakan untuk diterima oleh masyarakatnya. Tidak boleh ada ketidaksetujuan, tambahan, atau pengurangan.
  • Ideologi tertutup sangat detail menuliskan aturannya, hingga untuk hal-hal operasional. Ideologi mengatur seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara secara totalitas.
  • Karena ideologi ini bersifat memaksa, maka umumnya tidak menghargai pluralusme. Khususnya keragaman paham dan pemikiran yang ada dalam masyarakatnya. Secara tidak langsung, hak asasi manusia banyak dilanggar dalam pelaksanaannya.
  • Ideologi tertutup menuntut totalisme dalam kesetiaan.

Indonesia mempunyai ideologi yang disebut Ideologi Pancasila. Sebuah ideologi yang lahir berdasarkan contoh pandangan hidup Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sendiri. Ideologi dengan ciri khas musyawarah dan gotong royong dalam berbagai sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Seharusnya, ideologi Indonesia adalah ideologi yang bersifat terbuka. Ideologi yang bersifat dinamis, sesuai perkembangan zaman. Bukan berarti ideologi yang bisa diganti-ganti. Namun, aturan pelaksanannya disesuaikan dengan budaya dan nilai setempat.  Batas=batas keterbukaan ideologi Pancasila juga jelas.


Kesamaan Sistem dari Ideologi Terbuka dan Tertutup

Misalnya, hukum yang tertinggi di Indonesia adalah UUD 1945, sebagai landasan konstitusional. Peraturan di bawahnya, dapat berbeda asal acuannya tetap sama. Tidak ada bagian konstitusi yang dilanggar. Pemerintah Daerah Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, dapat melaksanakan hukum Islam di wilayahnya. Sesuai aspirasi masyarakat yang kebanyakan muslim.

Namun, dalam sejarahnya Indonesia pernah secara tidak disadari menerapkan ideologi tertutup. Masa itu dikenal dengan masa pemerintahan orde lama. Di masa ini ideologi tetap Pancasila. Hanya saja, semua aturan di tangan presiden yang saat itu diangkat sebagai presiden seumur hidup. Siapa saja yang berbeda paham dan pikiran dengan pemerintah, maka akan disingkirkan. Pada masa pemerintahan orde baru kisah tersebut kembali terulang.

Sebagai pelajaran, kita bisa melihat dengan jeli beberapa persamaan ideologi terbuka dan tertutup yang dilaksanakan di Indonesia.

  1. Tetap Menggunakan Nilai-Nilai Pancasila

Selama masa Indonesia merdeka, berbagai perubahan pemerintahan, dan berbagai perubahan dalam melaksanakann konstitusi, nilai-nilai Pancasila tetap dipegang teguh oleh masyarakat. Sementara dalam pemerintahan, tidak dilaksanakan sepenuhnya. Terlihat dari berkembangnya korupsi, kolusi, dan nepotisme.


  1. Dasar Negara Pancasila

Pancasila tetap diakui sebagai dasar negara. Dalam setiap pembicaraan, dilaksanakan secara murni dan konsekuen, meski kenyataannya tidak terjadi. Bahkan banyak hak-hak asasi dilanggar.

  1. Presiden

Indonesia menganut sistem presidensil. Ideologi terbuka atau tertutup yang dijadikan pedoman, Indonesia tidak pernah mengubahnya secara resmi.

  1. Tujuan Mencapai Pembangunan Nasional

Yang terpenting dari pelaksanaan ideologi terbuka atau tertutup di Indonesia, tujuannya masih sama. Tujuan pembangunan nasional yang terdapat pada pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.

  1. Bukan Ideologi Liberal dan Komunis

Ketika Indonesia merdeka sampai saat ini, tujuan pembangunan nasional memang belum tercapai. Pengalaman dari masa lalu, ideologi dapat berubah sifat dan cara pandang. Tergantung siapa pemimpin dan apa partai yang berkuasa. Indonesia tidak pernah menganut paham komunisme dan liberalisme.

Dengan berbagai persamaan di atas, secara tidak disadari ideologi tertutup pernah terjadi di Indonesia. Hendaknya hal tersebut dapat menjadi pelajaran dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

, , , ,




Oleh :
Kategori : Pendidikan