6 Tujuan dan Fungsi Musyawarah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Salam sejahtera bagi seluruh pembaca di mana pun anda berada. Beberapa waktu yang lalu kita telah membahas mengenai materi . tentu setelah membaca materi tersebut pembaca semakin memahami segala hal yang berkaitan dengan

Untuk lebih memahami tentang mekanisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, penulis akan menyampaikan kepada pembaca mengenai tujuan dan fungsi musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun sebelum membahas mengenai hal tersebut, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu musyawarah dan mengapa ia begitu penting dalam kehidupan bangsa kita ini.

Pengertian Musyawarah dan Urgensinya bagi Bangsa

Dalam memahami suatu hal, kita harus memahami arti dari hal tersebut. jika ditilik dari asal kata, kata musyawarah berasal dari bahasa Arab. Penyebaran dari kata ini tidak lepas dari maraknya perdagangan yang ada di negara kita. Bangsa Arab, Gujarat, dan India sering melakukan perdagangan di berbagai daerah di Indonesia. maka dari itu, kata musyawarah ini juga turut tersebar.

Kata musyawarah memiliki kata dasar syawara. Kata ini memiliki arti berunding, merembukan sesuatu, dan lain sebagainya. Kata musyawarah di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu suatu pembahasan bersama yang memiliki maksud untuk mencapai keputusan atas penyelesaian suatu masalah. Musyawarah sudah mendarah daging di dalam kehidupan bangsa kita. Mulai dari masa-masa prasejarah, manusia sudah menggunakan cara ini untuk mengambil keputusan.

Pada abad ke-enam sebelum masehi, seorang filsuf Yunani menemukan istilah yang tepat bagi pemerintahan yang banyak menggunakan musyawarah ini, yaitu demokrasi. Tentunya kita tidak lupa bahwa negara yang banyak menggunakan nilai-nilai dasar Pancasila ini juga menganut paham demokrasi. Keberadaan musyawarah ini dibuktikan dengan adanya sidang-sidang yang dilakukan oleh para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (atau yang ada di daerah) maupun dalam rapat-rapat yang dilakukan oleh para eksekutif penyelenggara kedaulatan negara.

Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila mengajarkan kita bahwa pengambilan keputusan yang melibatkan hajat hidup orang banyak harus melalui mekanisme musyawarah. Hal ini penting mengingat bahwa ketika hanya satu orang yang mengambil keputusan, maka dasar keputusan akan hanya berputar pada orang itu dan akan mempermudah adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan adanya musyawarah dan setiap orang bebas berpendapat, maka iklim pengambilan keputusan dapat terjaga dengan baik. Namun, dalam mengemukakan pendapat ini ada asas-asas kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum yang harus ditaati oleh setiap anggota di dalam musyawarah tersebut. apabila asas ini tidak ditaati, maka musyawarah bisa mengalami kericuhan, seperti yang banyak kita dengar dari berita belakangan ini.

Tujuan Musyawarah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Setelah memahami pengertian dan betapa pentingnya musyawarah itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, tentu kita semakin menyadari bahwa musyawarah sangat bersesuaian dengan jati diri bangsa kita sebagai suatu bangsa yang penuh dengan aura gotong royong di tengah masyarakatnya.

Memang kita telah mengetahui betapa pentingnya musyawarah bagi bangsa ini, namun apakah kita telah mengetahui apa tujuan dari musyawarah itu sendiri? Dengan mengetahui tujuan dari musyawarah, kita akan semakin menyadari betapa pentingnya musyawarah. Nah, berikut ini penulis sampaikan beberapa tujuan musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:


1. Mengambil Keputusan Atas Suatu Masalah

Tujuan utama dari adanya musyawarah adalah untuk mengambil keputusan atas suatu masalah yang ada di manapun ruang lingkup dari musyawarah itu. Dengan demikian, setiap masalah akan mendapatkan solusi yang lebih baik karena di dalam musyawarah itu ada banyak pemikiran dan pendapat yang dapat menjadi pertimbangan untuk menjadi solusi.

Dalam beberapa musyawarah tertentu, ada para ahli yang yang memberikan pendapat atas masalah dari berbagai sudut pandang. Berbagai pendapat ini harus diramu dengan baik agar perbedaan pendapat tidak menjadi sumber perpecahan.

2. Mendapatkan Kesepakatan Bersama atau Mufakat

Tujuan kedua dari adanya musyawarah ialah untuk mendapatkan kesepakatan bersama atas suatu hal. Kesepakatan bersama ini biasa dikenal dengan istilah mufakat. Musyawarah dikatakan berhasil ketika mufakat telah tercapai. Namun, ada kalanya mufakat tidak dapat tercapai.

Ketika tidak ada mufakat itu, dilakukan suatu metode lain untuk menghasilkan keputusan, yaitu dengan forum lobi. Di dalam forum lobi ini, peserta yang berbeda pendapat mendiskusikan kembali keputusan yang hendak diambil agar mufakat dapat tercapai. Jika mufakat tidak juga dapat diperoleh, maka dilakukan mekanisme yang selanjutnya yaitu mekanisme voting.

Voting adalah suatu mekanisme pengambilan keputusan dengan pemungutan suara bagi setiap keputusan. Keputusan yang akan diambil ialah keputusan yang memiliki jumlah suara terbanyak. Konsekuensi dari penggunaan mekanisme ini ialah setiap komponen dari musyawarah harus menerima dan melaksanakan hasil dari musyawarah tersebut.

3. Memenuhi Persyaratan Norma Hukum

Tujuan ketiga dari adanya musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah musyawarah untuk memenuhi persyaratan norma hukum. Seperti yang kita tahu ada banyak macam-macam musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Nah, beberapa jenis musyawarah seperti sidang paripurna, sidang umum, sidang istimewa, dan lain sebagainya memang diharuskan ada untuk memenuhi persyaratan dari peraturan perundang-undangan.

Itulah beberapa dari tujuan adanya musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimana? Tentu pembaca semakin menyadari bahwa musyawarah itu sangat penting dan harus senantiasa dilestarikan agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang adil dan makmur serta tidak ada praktek otoriterisme yang memungkinkan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Fungsi Musyawarah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Setelah mengetahui tujuan dari adanya musyawarah tentu kita merasa bahwa terdapat banyak manfaat dan fungsi dari adanya musyawarah. Namun, sejatinya apa saja yang menjadi fungsi dan manfaat musyawarah itu? Berikut ini penulis sampaikan kepada pembaca mengenai beberapa fungsi musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:

1. Mewujudkan Kebebasan dalam Berpendapat

Fungsi utama dari adanya musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah mewujudkan salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling utama, yaitu hak untuk menyampaikan pendapat. Musyawarah merupakan salah satu forum paling tepat untuk melaksanakan kegiatan ini.

Di dalam musyawarah, setiap orang bebas untuk menyampaikan pendapatnya mengenai materi yang dibahas. Ketika ada seseorang atau sekelompok orang yang dibungkam dalam berpendapat, maka ada yang salah dengan musyawarah itu. Orang yang pendapatnya dibungkam itu harus berani untuk memperjuangkan hak yang dimiliki olehnya.

Adanya kebebasan berpendapat di dalam musyawarah ini akan menghasilkan iklim musyawarah yang baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang paling tepat bagi masalah yang sedang dibahas. Pendapat-pendapat yang muncul di dalam musyawarah pun tidak mesti sama di antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Namun, tidak semestinya perbedaan pendapat ini berujung pada perpecahan. jika pun terjadi perpecahan, maka hendaknya harus ada pihak yang bergegas menyatukan.

2. Mengajarkan Asas Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat

Fungsi kedua dari adanya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari ialah mengajarkan asas kemerdekaan menyampaikan pendapat. Asas-asas ini penting untuk diterapkan di dalam musyawarah agar musyawarah dapat terlaksana di dalam situasi yang tertib dan aman.

Adanya asas-asas kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum juga memiliki dampak positif bagi dinamika diskusi yang ada di dalam musyawarah. Dinamika yang dimaksud yaitu diskusi berjalan hangat tanpa ada peserta yang mendominasi. Diskusi yang terjadi juga berimbang dan dapat mematangkan segala keputusan yang akan diambil di dalam musyawarah.

Ada pun asas-asas kemerdekaan menyampaikan pendapat yaitu harus menggunakan bahasa yang santun dengan nada yang lembut, tidak boleh memaksakan pendapat, melaksanakan segala keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah, dan berbagai asas-asas kemerdekaan menyampaikan pendapat yang lain yang menjadi prinsip-prinsip musyawarah.


3. Menegakkan Nilai Keadilan dan Kebersamaan dalam Pengambilan Keputusan

Fungsi musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang terakhir penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan ini ialah menegakkan nilai keadilan dan kebersamaan dalam pengambilan keputusan atas suatu masalah. Seperti yang kita ketahui bersama, di dalam musyawarah tentunya ada banyak orang yang terlibat. Ketika ada banyak orang terlibat, maka akan ada banyak pemikiran yang terlibat dan riuh rendah mewarnai jalannya musyawarah. Tentunya poin keadilan harus ditegakkan dalam menentukan hasil dari musyawarah sehingga keributan tidak perlu terjadi.

Di sisi lain, musyawarah ada karena adanya kepentingan bersama di antara pihak-pihak yang tergabung di dalam musyawarah. Maka dari itu, nilai kebersamaan akan sangat ditegakkan di dalam musyawarah. Musyawarah juga dapat menjadi sarana bersatunya orang-orang atau pihak-pihak yang terlibat. Musyawarah menjadi ajang untuk silaturahmi di tengah masyarakat, yang sekaligus menjadi wadah untuk menemukan solusi atas permasalahan yang ada.

Uraian yang telah disampaikan di atas merupakan penjelasan secara lengkap mengenai materi tujuan dan fungsi musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami secara lebih baik apa itu musyawarah dan seperti apa tujuan dan fungsi musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perlu kita pahami bersama musyawarah merupakan hal yang tidak akan pernah lepas dari usaha pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. sampai jumpa pada kesempatan yang lain dan semoga kesuksesan senantiasa mengiringi langkah pembaca dalam menjalani hidup.

, ,
Post Date: Monday 04th, June 2018 / 03:12 Oleh :
Kategori : Moral