23 Contoh Penerapan Budaya Demokrasi di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Berdasarkan berbagai pengertian demokrasi yang diungkapkan para ahli sebenarnya hampir sama. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana seluruh rakyat di dalamnya ikut terlibat langsung dan tidak langsung melalui perwakilannya di struktur lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen, di mana dalam sistem tersebut menjunjung tinggi persamaan hak dan kewajiban seluruh warga negara.

Atau secara sering singkat sering disebutkan bahwa, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat secara langsung atau dengan memilih perwakilannya, dan untuk kesejahteraan rakyat. Jadi, seharusnya sistem demokrasi yang dianut oleh suatu negara merupakan juga nilai-nilai dan prinsip yang dipegang oleh masyarakat negara tersebut. Akibatnya, meskipun dasarnya sama yaitu demokrasi, dalam menjalankannya setiap negara mempunyai ciri khas demokrasi yang dijalankan.

Agar demokrasi dapat berjalan baik dalam suatu negara, maka perlu penerapan perilaku budaya demokrasi dan budaya demokrasi. Budaya demokrasi adalah pola pikir dan pola tingkah laku masyarakat yang sudah menjadi cerminan perilaku sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip demokrasi. Di mana prinsip-prinsip demokrasi tersebut secara umum, yaitu :

  1. Keterlibatan warga negara atau masyarakat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan negara langsung dan tidak langsung
  2. Persamaan antara sesama warga negara, khususnya persamaan hak dan kewajiban
  3. Kebebasan warga negara dalam menjalankan hak asasinya
  4. Supremasi hukum, atau segala sesuatu sesuai hukum yang berlaku
  5. Adanya fungsi pemilihan umum secara berkala atau teratur

Sesuai dengan judul artikel kali ini, kita akan membahas contoh penerapan budaya demokrasi mulai dari lingkungan terkecil hingga negara. Penerapan budaya demokrasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila di Indonesia.

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi di Keluarga

Keluarga adalah tempat pertama kali seseorang belajar. Pelajaran yang didapat dari orang tua, dan saudara-saudara yang tinggal serumah. Maka, penerapan budaya demokrasi yang utama dan pertama juga seharusnya dimulai dari keluarga. Karena dari sinilah individu umumnya akan terbentuk nilai-nilai dan karakter pribadi. Selain itu, keluarga yang menerapkan budaya demokrasi juga akan memperoleh banyak manfaat. Setiap individu yang tumbuh di dalamnya akan merasa nyaman dan tumbuh pula menjadi pribadi kuat di luar keluarga. Akibat dari sikap kurang menerapkan persatuan dari perpecahan keluarga tidak akan dirasakan.

Contoh penerapan budaya demokrasi di Keluarga, yaitu :

  1. Setiap anggota keluarga, baik yang mudan maupun yang tua mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapat. Dengan pola demikian, setiap anggota keluarga akan tumbuh percaya diri.
  2. Ditegakkannya prinsip persamaan hak dan kewajiban sesuai perannya masing-masing dalam keluarga. Misalnya, seorang anak mempunyai hak sebagai anak contohnya memperoleh pendidikan dan makanan yang layak. Sedangkan kewajibannya belajar dengan baik dan membantu orang tua.
  3. Diberlakukan prinsip kebebasan yang bertanggung jawab, setiap anggota bebas berekspresi dan mengeluarkan pendapat degan cara yang baik dan sesuai aturan keluarga. Bertanggung jawab dengan segala perbuatan masing-masing.
  4. Mengutamakan kepentingan keluarga dibandingkan kepentingan pribadi sehingga sesama anggota keluarga tidak terjadi pertengkaran. Semua masalah diselesaikan dengan musyawarah.
  5. Saling menghargai pendapat tiap anggota keluarga dan menghargai setiap prestasi yang diraih setiap anggotanya.
  6. Mengadakan musyawarah untuk pembagian kerja dalam keluarga dan segala permasalahan yang ada.
  7. Saling bekerja sama antar semua anggota keluarga untuk segala masalah dan pekerjaan yang ada.

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi di Lingkungan Sekolah

Setelah menerapkan budaya demokrasi di lingkungan keluarga, tahapan selanjutnya individu belajar di sekolah. Penerapan budaya demokrasi di sekolah berlaku untuk seluruh warga sekolah, seperti siswa, guru, orang tua siswa, dan semua karyawan di sekolah. Khusus untuk siswa penerapan budaya demokrasi dibimbing oleh guru sebagai penerapan dari pendidikan kewarganegaraan. Contoh penerapan budaya demokrasi di sekolah, antara lain :

  1. Bermusyawarah untuk penyusunan tata tertib di sekolah, khususnya tata tertib di dalam kelas.
  2. Bermusyawarah dalam penyusunan kelompok piket sekolah, kelompok dalam pelajaran, dan kepengurusan kelas.
  3. Diadakannya pemilihan ketua murid atau ketua kelas dan ketua Osis
  4. Rapat yang diadakan oleh organisasi dalam sekolah, seperti penyelenggaraan rapat anggota tahunan koperasi sekolah
  5. Rapat pembahasan program dan kegiatan sekolah antara pihak sekolah dengan orang tua siswa
  6. Penyelenggaraan kegiatan sekolah degan membentuk kepanitiaan, seperti acara rekreasi, peringatan hari besar agama dan hari besar nasional, acara pentas seni,bazar sekolah, dan acara perpisahan sekolah bagi siswa yang akan lulus.
  7. Penyelenggaraan diskusi, baik diskusi kelompok dalam kelas, musyawarah guru, maupun acar seminar yang memberi kesempatan semua warga sekolah untuk mengemukakan pendapat secara baik.
  8. Menyelesaikan masalah dan kesulitan yang menimpa siswa dengan cara musyawarah antara guru, siswa, dan orang tua.

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi di Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat adalah lingkungan yang lebih besar daripada keluarga dan sekolah degan keragaman yang lebih banyak. Jadi, penerapan budaya demokrasi di lingkungan ini sangat diperlukan, sebagai bagian dari fungsi sosialisasi politik. Contoh penerapan budaya demokrasi yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat, antara lain lain:

  1. Saling menghargai pendapat, khususnya bagi pendapat ang berbeda.
  2. Menyelesaikan masalah yang terjadi dengan mengutamakan kekeluargaan atau musyawarah mufakat terlebih dahulu.
  3. Tidak saling membeda-bedakan antar sesama anggota masyarakat, misalnya yang berbeda suku, agama, ras, kedudukan, dan hartanya.
  4. Tidak selalu mementingkan kepentingan diri sendiri alias merasa menang sendiri di setiap kesempatan.
  5. Mau mentaati semua peraturan dan hukum yang berlaku dalam masyarakat
  6. Melibatkan diri dalam memecahkan masalah secara bersama.
  7. Ikut serta dan terlibat dengan kegiatan masyarakat
  8. Mau mengakui prestasi orang lain dan mengakui kesalahan yang dibuatnya.

Demikian contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua hal yang telah disebutkan terkait dengan penerapan budaya demokrasi hanya gambaran umum, dan masih banyak lagi yang tidak dituliskan.Yang pasti, dengan menerapkan budaya demokrasi di semua lingkungan, maka penerapan sistem demokrasi di negara akan lebih mudah. ini dapat terjadi karena warga negara dan masyarakatnya sudah terbiasa. Selanjutnya, tujuan pembangunan nasional yang terdapat dalam pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 diharapkan akan tercapai lebih cepat. Semoga bermanfaat.

, ,




Oleh :
Kategori : Pendidikan