5 Asas Demokrasi Liberal Yang Perlu Diketahui

Pengertian demokrasi liberal adalah bentuk sistem dari sebuah politik yang memberlakukan kebebasan secara individu. Demokrasi liberal menjadi salah satu acuan politik di beberapa negara dan menadi dasar dari bentuk bentuk negara di Dunia dan yang paling mudah untuk dilihat adalah Amerika Serikat. Demokrasi liberal memiliki prinsip bahwa keputusan mayoritas baik secaa perwakilan atau langsung diberlakukan dalam kebijakan pemerintah yang tetap tunduk pada batasan batasan agar keputusan tersebut tidak melangar hak hak individu yang diatur dalam konsitusi. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa asas demokrasi liberal yang perlu diketahui melalui penjelasan dibawah ini.

  1. Rakyat sebagai sumber hukum

Asas pertama yang mendasari dari pelaksanaan demokrasi liberal adalah terkait dengan rakyat sebagai sumber hukum. Sebagai sumber hukum, rakyat memiliki wewenang untuk menentukan, mengembangkan, dan membuat landasan hukum dalam sebuah negara baik secara langsung ataupun melalui perwakilan yang sudah dipilih. Sistem demokrasi liberal menghargai setiap warga negaranya sebagai objek hukum yang sama dan memilik hak hak yang harus dilindungi dengan baik.

  1. Hak Individu

Dalam penerapan demokrasi liberal, hak individu menjadi hal yang harus selalu diperhatikan secara penuh sebagai bagian dari penerapan demokrasi liberal tersebut dalam sebuah negara. Hal individu yang diakui dalam demokrasi liberal diantaranya seperti hak untuk berekspresi secara bebas, hak untuk menyampaikan pendapat baik langsung maupun keterwakilan, hak untuk tidak beragama maupun memeluk agama, hak untuk memiliki keturunan dan juga hak untuk melakukan aborsi, hak untuk hidup mati (euthanasia), hak memiliki barang pribadi, hak untuk memilih pasangan hidup, hak untuk beribadah, dan beberapa hak individu lainnya. Hal tersebut menjadi bagian dari kelebihan dan kekurangan demokrasi liberal di Indonesia.

  1. Prinsip liberalisme

Sebagai demokrasi liberal tentu prinsis dan asa yang diterapkan berkaitan dengan liberalisme. Secara definsi, liberalisme yang merupaka salah satu dari macam macam ideologi di dunia adalah konsep politik yang berdasarkan kebebasan individu dan pemenuhan hak haknya. Penerapan liberalisme dalam setiap negara liberal terkadang berbeda satu sama lain dan dapat dibedakan menjadi dua yakni liberalisme klasik dan liberalisme sosial yang perbedaan keduanya terletak dari bagaimanan memandan peran pemerintah untuk rakyatnya. Liberalisme klasik menganggap pemerintah sebagai musuh yang menghambat sedangkan liberalisme sosial menjadikan pemerintah sebagai partner untuk mewujudkan hak hak individu.

  1. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan

Demokrasi liberal tetap mengakui hak hak individu dan mencoba untuk melindunginya namun juga mengharapkan partisipasi yang besar dari rakyat. Dengan asas tersebut menjadikan demokrasi liberal menerapkan keputusan mayoritas sebagai aturan dalam pemerintahan namun juga tetap memperhatikan dan menjaga agar keputusan tersebut tidak menyebabkan hak hak individu menjadi terganggu.

  1. Pengakuan hakikat dan martabak manusia

Pemerintah demokrasi liberal dalam asas demokrasinya akan sangat memperhatikan segara bentuk perlindungan dan pengakuat terhadap harkat dan martabat manusia yang dimiliki oleh warga negaranya. Contoh bentuk pengakuan tersebut adalah adanya upaya untuk selalu menjaga agar setiap warga negara memiliki hak asasi manusia.

Itulah beberapa penjelasan mengenai asas demokrasi liberal yang perlu diperhatikan dan dipelajari sebagai bagian lain dari sebuah demokrasi di suatu negara. Contoh negara yang menerapkan sistem demokrasi liberal tersebut dan paling mudah untuk dipelajari polanya yakni Amerika Serikat, India, Israel, Jepang, Argentina, dan lain sebagainya.

, , ,




Oleh :
Kategori : Pemerintahan