4 Hubungan Demokrasi Terpimpin Dengan G30S PKI

Pengertian demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menganut pemahaman dimana setiap warga negara memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupannya. Demokrasi menjadi sistem yang selalu dianut oleh bangsa Indonesia hingga sekarang. Dalam sejarahnya, ada beberapa bentuk demokrasi yang menjadi bagian dari perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak merdeka hingga sekaran.

Dalam sejarah yang dilalui oleh bangsa Indonesia, demokrasi terpimpin menjadi salah satu bentuk demokrasi yang pernah berlaku di Indonesia dan berkembang pada masa pemerintahan Presiden Soekarna sebagai pemimpin negara pertama Indonesia pada tahun 1959 – 1965. Demokrasi terpimpin tersebut muncul akibat berbagai alasan yang sedang menimpa Negara Indonesia serikat dengan sistem demokrasi parlementernya. Demokrasi terpimpin diakusi berlaku sejak munculnya dekrit presiden pada bulan juli 1959.

Dalam dekrit tersebut, ada beberapa keputusan yang menjadi dasar  penerapannya dan tujuan demokrasi terpimpin adalah untuk mengatasi permasalahan bangsa yang terjadi pada waktu itu. Dekrit Presiden berisikan beberapa poin seperti pemberlakuan kembali UUD 45 dan tidak berlakunya UUDS 1950, pembubaran konstituante, dan pembentukan MPRS maupun DPAS. Dalam penerapan demokrasi terpimpin oleh Presiden Soekarno ada banyak bentuk penyimpangan pada masa demokrasi terpimpin yang menjadi pro dan kontra pada saat itu yang salah satunya berkaitan dengan PKI atau Partai Komunis Indonesia yang dijelaskan dibawah ini.

  1. PKI berperan dalam pembentukan demokrasi terpimpin

PKI memiliki peranan dalam berlakunya demokrasi terpimpin pada masa itu di Indonesia. Peranan PKI tersebut menjadi awal dari hubungan demokrasi terpimpin dengan G30S PKI yang dikenal sebagai gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Indonesia dengan menargetkan dewan militer sebagai sasaran untuk memuluskan kudeta.

  1. PKI menyambut penerapan demokrasi terpimpin

PKI menjadi salah satu  partai yang menyambut penerapan demokrasi terpimpin yang pada saat itu mempunyai mandat untuk mengakomodasi penerapan persekutuan konsepsi yang sedang marak kala itu antara nasionalis, agamis, dan komunis yang disingkat sebagai NASAKOM. Adanya penerapan konsepsi ini juga menjadi salah satu pemicu gejolak dalam politik Indonesia dan menjadi salah satu penyebab berakhirnya demokrasi terpimpin di Indonesia.

  1. Peranan PKI dalam demokrasi terpimpin

PKI sebagai partai terbesar di dunia saat itu, memiliki kesempatan besar dan peluang untuk menjadi salah satu pemimpin di Indonesia. Dalam kepemimpinannya bersama kaum borjuis nasionalis, PKI banyak menekan pergerakan buruh dan tani sehingga menyebabkan situasi ekonomi menjadi memburuk. Setelah terus mendapatkan posisi yang baik di dalam pemerintahan Indonesia, PKI terus melakukan provokasi untuk membenturkan masa dengan polisi dan militer.

  1. Cetusnya G30S PKI

Hubungan demokrasi terpimpin dengan G30S PKI lainnya adalah sebagai pemicu munculnya gerakan tersebut. Hubungan PKI dan militer semakin memanas pada tahun 1965 akibat rencana Presiden Soekarno untuk membentuk angkatan kelima yang terlepas dari ABRI atau angkatan bersenjata Republik Indonesia. Hubungan yang semakin buruk tersebut menjadi cikal bakal munculnya gerakan pemberontakan PKI yang santer disebut dengan G30S PKI.

Selepas G30S PKI, sistem pemerintahan demokrasi terpimpin tidak berlaku lagi di Indonesia dan memicu Presiden Soekarno untuk melepas jabatannya melalui supersemar dan menyerahkan kekuasaan tak terbatas pada Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai panglima angkatan darat sebagai awal sejarah yang cukup panjang tentang terpilihnya Soeharto sebagai Presiden Indonesia.

, , ,




Oleh :
Kategori : Pemerintahan