Sistem Pemerintahan Jepang Yang Diterapkan Di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Di zaman sebelum kemerdekaan terdahulu, tidak sedikit nyawa dan raga yang dikorbankan untuk membela ibu pertiwi. Mereka gugur dalam perjuangannya melawan penjajah yang datang ke Indonesia. Jepang tidak akan segan-segan membunuh siapa saja yang melawan dan memberontak. Dua faktor yang mempengaruhi Jepang untuk datang ke Indonesia, yaitu melimpahnya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

Perlu diingat bahwa, tidak hanya meninggalkan dampak negatif saja , namun ada pula dampak positif yang ditinggalkan penjajah bagi Indonesia yang masih diimplementasikan bentuk pemerintahan negara jepang dalam tatanan pemerintahan Indonesia saat ini, berikut rangkumannya :

  1. Pendidikan

Di era penjajahan Belanda, sistem pendidikan hanyalah dapat diakses oleh kaum tertentu saja, seperti priyayi, bangsawan, dan orang-orang belanda saja. Namun hal tersebut berbeda dengan sistem pendidikan Jepang yang hingga kini masih diimplementasikan oleh pemerintahan di Indonesia.

  • Kokumin Gakko – pada zaman dahulu disebut sebagai sekolah rakyat atau sekolah dasar pada saat ini. Lama pendidikan yang harus ditempuh adalah 6 tahun
  • Shoto Chu Gakko – sekolah menegah pertama (SMP) dengan masa studi 3 tahun
  • Koto Chu Gakko – sekolah menegah atas dengan masa studi 3 tahun
  • Pendidikan Vokasi atau setara dengan Diploma
  • Pendidikan tinggi atau setara dengan strata 1, 2 dan 3
  1. Perekonomian melalui koperasi

Dalam bahasa jepang disebut sebagai kumyai atau yang berarti koperasi. Koperasi didirikan dalam rangka untuk kepentingan bersama. Secara harfiah, koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dan dioperasikan oleh orang-orang guna membantu kepentingan bersama. Koperasi bergerak berlandaskan dari prinsip gerak ekonomi rakyat dan asas kekeluargaan yang erat.

  1. Kependudukan

Pada masa pemerintahan Jepang pada saat menduduki Indonesia, masyarakat Indonesia diperkenalkan dengan sistem strata social, yang kini dikembangkan menjadi RT, RW, Lurah, Kades hingga Camat. Walaupun structural social tersebut sudah lama ada, namun sistem yang sudah dicontoh tersebut sudah lebih terstruktur dan berkembang.

  1. Tata kota, arsitektur dan transportasi

Ketika bangsa-bangsa penjajah masuk ke Indonesia, banyak tatanan  kota, transportasi, arsitektur dan struktur pemerintahan mulai berubah. Sistem tata kota yang dulunya kuno kini menjadi lebih modern. Dahulu kala, sistem transportasi menggunakan hewan, sudah mulai tergantikan dengan kereta api ataupun kendaraan bermesin lainnya.

  1. Pengenalan sistem baru dalam pertanian

Jepang memperkenalkan suatu sistem baru bagi dunia pertanian, yaitu sistem line system. Merupakan sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien yang bertujuan untuk membantu meingkatkan produksi pangan petani. Pengenalan sistem tersebut merupakan bagian hal baik yang dapat diambil selain  janji kemerdekaan yang diberika jepang.

  1. Budaya Nippon Sentris

Nippon sentries atau biasa yang kita tau sebagai kegiatan upacara di sekolah merupakan warisan budaya yang ditinggalkan oleh Jepang untuk Indonesia. Kita masih bisa merasakan, bagaimana kita dapat melaksanakan upacara guna menghomati Negara Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului, serta berkorban untuk bangsa Indonesia.

Itulah sedikit penjelasan mengenai sistem pemerintahan yang masih di adaptasi oleh Indonesa. Hormatilah para pahlawan terdahulu dengan cara memberikan yang terbaik pada negara, karena dengan cara tersebutlah, kita juga bisa merasakan bagaimana para pahlawan terdahulu bersusah payah membentuk kedaulatan Indonesia.

, ,




Oleh :
Kategori : Pemerintahan