26 Contoh Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Manusia hidup di dunia ini dengan berbagai pemikirannya sendiri-sendiri. Pemikiran tentang kehidupan itu menghasilkan berbagai kemajuan di dalam berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Entah itu kemajuan ilmu, teknologi, budaya, dan lain sebagainya. Dari hasil pemikiran itu pula, muncul berbagai pandangan hidup yang mengarahkan arah hidup manusia dan memiliki banyak pengaruh terhadap dinamika kehidupan manusia. Kita biasa mengenal pandangan hidup sebagai ideologi. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi ideologi yaitu suatu kumpulan dari konsep bersistem yang dijadikan asas atau dasar pendapat atau kejadian yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Keberadaan ideologi tersebut dapat kita lihat dengan adanya berbagai jenis ideologi yang berseliweran di berbagai belahan dunia. Misalnya yaitu, ideologi komunis yang mengutamakan meniadakan aspek ketuhanan dalam kehidupan manusia, ideologi liberal yang mengutamakan kebebasan Indonesia, dan ideologi yang kita pegang di negeri ini, yaitu ideologi Pancasila.

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dari hasil perumusan yang dilakukan oleh panitia sembilan yang merupakan kumpulan dari tokoh perumusan Pancasila bentukan BPUPKI. Isi dari Pancasila itu sendiri yaitu lima butir sila yang menjadi asas dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap suatu materi mengenai contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Dengan mengetahui contoh penerapan Pancasila tersebut, kita dapat lebih mudah untuk mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita. Menerapkan Pancasila merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. dengan mengetahui contoh penerapan Pancasila, kita juga dapat terhindar dari aktivitas yang mungkin berlawanan dengan Pancasila. Nah, simak penjelasan lengkap mengenai contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ini ya:

1. Penerapan Pancasila: Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari haruslah menjadi sesuatu yang harus kita lakukan. Hal ini dikarenakan Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa yang harus menjiwai setiap aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih mengenai perkara ketuhanan, ia menjadi sila pertama dalam Pancasila karena ketuhanan merupakan dasar dari kehidupan spiritual dari manusia. Sila ini menjamin kebebasan beragama. Makna kemerdekaan beragama bagi bangsa Indonesia sangatlah besar. Berikut ini merupakan uraian lebih lanjut mengenai apa saja hal-hal yang termasuk kategori penerapan Pancasila khususnya sila ketuhanan yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memiliki satu agama dan menjalankan peribadatan dari agama tersebut. Kepemilikan terhadap agama tersebut harus diikuti dengan ketakwaan pada Tuhan.
  2. Menjalankan agama dengan tetap memperhatikan kondisi di sekitar dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat
  3. Menjaga toleransi atau saling hormat menghormati di antara umat beragama agar tercapai kedamaian dan kenyamanan bersama.
  4. Saling bekerja sama antar umat beragama dalam hal yang bersifat untuk memajukan kepentingan umum, misalnya untuk kerja bakti di desa
  5. Tidak memaksa seseorang untuk masuk ke dalam agama tertentu. Karena sesuai dengan UUD 1945, setiap orang berhak untuk memilih dan memeluk agama sesuai dengan apa yang dikehendakinya.

Sila pertama sangat mengutamakan aspek ketuhanan dalam setiap segi kehidupan kita. Oleh karena itu, menjadi seseorang yang tidak menganut agama merupakan salah satu bentuk penyimpangan terhadap Pancasila. Karena hal inilah, ideologi komunis, marxisme, dan leninisme tidaklah mungkin untuk diterapkan di Indonesia yang teramat kental dengan berbagai corak keagamaannya.

2. Penerapan Pancasila: Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab teramat mewakili keinginan bangsa Indonesia untuk berada di posisi yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Ketika negara Indonesia dijajah oleh bangsa lain, seketika itu pula posisi Indonesia dianggap lebih rendah dari posisi negara lain. Selama lebih dari 350 tahun bangsa Indonesia dihinakan. Sila kedua dalam Pancasila ini juga menjunjung tinggi kesetaraan hak dan kewajiban di antara penghuni negeri ini. Di bawah ini merupakan contoh penerapan Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab:

  1. Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari banyak suku, agama, ras, dan adat istiadat (SARA)
  2. Senantiasa menjaga adab atau kesopanan, kehalusan dan kebaikan budi pekerti kita di dalam berbagai kondisi.
  3. Tidak melakukan diskriminasi pada siapapun. Diskriminasi yang dimaksud adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara, entah perbedaan karena tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, dan lain sebagainya.
  4. Berani untuk menyampaikan kebenaran dan menegur kesalahan dari seseorang sesuai dengan adab yang berlaku di tengah masyarakat.
  5. Menjaga keseimbangan dalam hal pelaksanaan hak dan kewajiban. Jangan sampai hak dan kewajiban kita mencederai hak dan kewajiban orang lain.

3. Penerapan Pancasila: Sila Persatuan Indonesia

Persatuan di antara segenap rakyat Indonesia merupakan suatu kekuatan dasar dalam mempertahankan keamanan dan pertahanan Indonesia dari ancaman baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Maka dari itu, menjadi penting bagi rakyat Indonesia untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Berdasarkan sejarah, kita mengetahui bahwa dulu perjuangan melawan penjajahan amat bersifat kedaerahan. Dengan adanya Pancasila, seluruh wilayah di Indonesia disatukan di bawah bendera merah putih. Di bawah ini merupakan contoh penerapan Pancasila sila persatuan Indonesia:

  1. Cinta pada tanah air untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat karena menyadari bahwa kita bertanah air yang satu, Indonesia.
  2. mencintai dan mengonsumsi produk dalam negeri agar perekonomian di dalam negara menjadi lebih maju
  3. Mengutamakan segala kepentingan negara yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional Indonesia.
  4. Berusaha untuk menghasilkan prestasi yang dapat membanggakan bangsa Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional.
  5. Meningkatkan kreativitas dan inovasi dari diri sendiri untuk memajukan bangsa Indonesia.
  6. Memperluas pergaulan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah

4. Penerapan Pancasila: Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat/Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

Sila keempat dari Pancasila ini mewakili semangat demokrasi yang menjadi bentuk pemerintahan di negara Indonesia. Sistem demokrasi yang dijalankan di Indonesia pun berbeda dengan yang ada di luar sana. Indonesia menggunakan sistem demokrasi Pancasila dalam pelaksanaan kedaulatan rakyatnya. Sila ini menginginkan segala kegiatan pemerintahan diperuntukkan bagi sebesar-besar kepentingan rakyat sehingga dijadikanlah perwakilan dari rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Berikut ini merupakan contoh penerapan sila keempat dari Pancasila:

  1. Mengutamakan pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam kehidupan kita, apabila hal tersebut berkenaan dengan kepentingan dua orang atau lebih.
  2. Ikut serta dalam pemilihan umum dengan kita menggunakan hak pilih atau mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya
  3. Mencalonkan diri atau mengajukan seseorang untuk menjabat suatu jabatan tertentu sebagai salah satu perwujudan demokrasi.
  4. Tidak melakukan paksaan pada orang lain agar orang menyetujui apa yang kita katakan ataupun lakukan. Begitupun sebaliknya, tidak ada yang dapat memaksakan kehendaknya pada kita
  5. Menghormati hasil musyawarah sekalipun bertentangan dengan pendapat kita dan melaksanakannya dengan sepenuh hati.
  6. Mengawasi dan memberikan saran terhadap jalannya penyelenggaraan kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh pemerintah.

5. Penerapan Pancasila: Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Adanya keadilan tentunya menjadi sesuatu yang dicita-citakan oleh semua orang. Terlebih oleh segenap bangsa Indonesia. dari sejarah kemerdekaan Indonesia kita mengetahui bahwa pengalaman dijajah selama ratusan tahun membuat keadilan menjadi sesuatu yang terus diperjuangkan oleh bangsa kita. Maka dari itu, para pendiri bangsa menjadikan rumusan dari sila terakhir Pancasila seperti yang tertera sebelumnya. Adanya sila ini diharapkan dapat mewujudkan kondisi yang berkeadilan bagi rakyat maupun di tengah masyarakat. Di bawah ini merupakan contoh penerapan Pancasila sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia:

  1. Senantiasa berusaha sebaik mungkin untuk membantu orang-orang yang sedang dilanda kesulitan.
  2. Meningkatkan kepekaan sosial dengan mengadakan kegiatan yang dapat membantu sesama seperti bakti sosial, donor darah, konser amal, dan lain sebagainya.
  3. Berusaha untuk adil dalam aktivitas apapun yang kita lakukan dan seperti apapun orang yang kita hadapi, jangan sampai kita memberikan perlakuan yang tidak adil pada siapapun.
  4. Tidak mengganggu orang lain dengan apapun yang kita lakukan dan menegur siapapun yang mengganggu ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.
  5. Menghargai karya atau hasil karsa cipta yang dimiliki orang lain. Hargai pula karya yang kita hasilkan sendiri.
  6. Berani memperjuangkan keadilan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain dan membantu orang lain untuk memperjuangkan keadilan.

Itulah artikel mengenai contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang dapat penulis sampaikan dalam kesempatan ini. Semoga dengan membaca artikel ini, pembaca dapat lebih memahami dan menjalani kegiatan-kegiatan yang bernafaskan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sudah menjadi suatu hal yang wajib bagi setiap warga negara untuk menjadikan Pancasila sebagai asas dalam kehidupannya. Oleh karena itu, mari kita lebih tulus dalam mengamalkan Pancasila dan menegakkannya di tengah lingkungan bermasyarakat. Sampai jumpa dalam kesempatan lainnya. Semoga sukses selalu bagi para pembaca.

, ,




Oleh :
Kategori : Moral