Karakter adalah keunikan, temperamen, karakteristik atau budi pekerti membuat seseorang berbeda dari yang lain. Karakter anak dibangun dan dibentuk sejak masih usia dini oleh orang tua atau keluarga dan sekolah. Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak sangatlah besar karena merupakan tempat belajar yang ditemui oleh anak untuk kali pertama. Agar seorang anak memiliki karakter yang baik, maka ada beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua yakni ayah dan ibu. Apa saja itu ? Kita lihat ulasan berikut ini.
Faktor pembentukan karakter anak
Pembentukan anak dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam diri anak yang bersangkutan dan faktor lingkungan.
Seorang anak yang berkarakter baik akan lahir apabila kedua orangtuanya juga memiliki karakter yang baik. Agar seorang anak memiliki karakter yang baik maka orang tua wajib meletakkan norma-norma serta nilai-nilai dasar yang baik pada anak.
Menurut para ahli, setidaknya ada 9 nilai dasar yang harus ditanamkan kepada seorang anak sejak dini agar memiliki karakter yang baik, yaitu :
Kesembilan nilai-nilai dasar pembentukan karakter anak tersebut sedianya ditanamkan oleh orang tua melalui keteladanan atau perilaku nyata selain secara lisan. Hal ini karena seorang anak belajar dari orang tuanya dengan cara mengamati apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Selain penanaman nilai-nilai dasar, pola asuh yang dilakukan oleh ibu dan ayah turut mempengaruhi pembentukan karakter anak. Baik ibu maupun ayah hendaknya memilih pola asuh yang tepat yang juga sesuai dengan nilai-nilai yang dianut keduanya. Untuk itu, baik ibu atau ayah jangan sungkan untuk terus mencari dan belajar mengenai pola asuh yang tepat agar dapat menerapkan nilai-nilai yang baik kepada seorang anak.
Pembentukan Karakter Dimulai Sejak Dini
Para ahli psikologi anak sepakat bahwa masa terbaik pembentukan karakter anak adalah saat usia dini karena merupakan masa keemasan. Hal ini dikarenakan pada masa-masa tersebut, anak mengalami tumbuh kembang yang relatif sangat cepat. Di sini peran orang tua dalam mendidik anak sangat penting dilakukan. (baca : Pentingnya pendidikan anak usia dini)
Peletakan nilai-nilai dasar yang baik sebagaimana yang disinggung di atas hendaknya dilakukan saat usia dini sebagai pijakan bagi anak dalam memasuki kehidupan sosial yang berikutnya yaitu sekolah dan masyarakat.
Pembentukan Karakter : Dari Awal Hingga Akhir
Pembentukan karakter seorang anak atau seseorang tidak hanya berlangsung saat usia dini namun berlangsung seumur hidup. Pada masa awal, orang tua dalam hal ini ibu dan ayah berperan penting dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak melalui keteladanan atau perilaku kepada seorang anak. Seorang anak belajar dari kedua orang tuanya melalui pengamatan tentang nilai-nilai yang ditanamkan kepadanya. (baca : Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia)
Kemudian, ketika anak mulai bertumbuh, tidak hanya keteladan atau perilaku saja yang menjadi media pembelajaran karakter bagi anak namun perlu ditambah lagi dengan pemahaman-pemahaman dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Pemahaman ini perlu dilakukan agar seorang anak mengerti dan memahami mengapa sesuatu boleh dilakukan dan mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan. Ini merupakan dasar atau pijakan bagi seorang anak dalam memasuki kehidupan sosial selanjutnya yaitu sekolah.
Mencintai Anak Seutuhnya
Sebagai orang tua, mencintai anak dengan seutuhnya adalah sebuah fitrah dan tidak bisa dibuat-buat. Namun, rasa cinta ini jangan serta merta menjadi alasan permisifnya orang tua terhadap kesalahan yang dilakukan oleh seorang anak. Apabila seorang anak berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan, maka jangan dibiarkan namun diberikan pengertian gara seorang anak menjadi paham apa yang menjadi kesalahannya.
Pemberian pemahaman ini juga jangan dilakukan melalui cara-cara kekerasan karena akan membuat anak takut dan justru berakibat pada pembentukan karakter yang buruk. Intinya, sampaikanlah sesuatu dengan baik dan tidak berlebihan karena seorang anak belajar dari apa yang dilakukan oleh kedua orang tua kepadanya.
Proses pembentukan karakter bersesuaian dengan fase tumbuh kembang anak. Bagaimana proses pembentukan karakter anak? Berikut gambarannya.
1. Fase Usia 0-8 bulan
Ini adalah masa terpenting dalam pembentukan karakter anak yang dilakukan melalui kualitas hubungan yang dibangun. Ketika anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya, hendaknya mereka tanggap. Hal ini penting guna menumbuhkan rasa nyaman serta kepercayaan anak terhadap orang tuanya. Namun bila tidak, maka seorang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap orang lain.
2. Fase 18 bulan – 3 tahun
Pada fase ini kedua orang tua atau ibu dan ayah mulai mengajarkan atau memberikan pengertian kepada seorang anak tentang baik buruknya sesuatu beserta akibatnya. Dari sini anak mulai belajar tentang bagaimana menaati suatu norma atau nilai-nilai yang diajarkan oleh kedua orang tua.
3. Fase 3-6 tahun.
Pada fase ini anak mulai memahami dan menghayati nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Anak juga mulai mengerti akibat yang ditimbulkan ketika melakukan sesuatu.
Berikut adalah cara-cara pembentukan karakter anak berdasarkan Dirjen PAUD-Kemendikbud (2011).
1. Penerapan disiplin kepada anak secara konsisten
Hal-hal yang dilakukan oleh kedua orang tua dalam menerapkan disiplin kepada anak adalah :
2. Turut serta dalam proses pembentukan karakter anak.
Dalam proses pembentukan karakter anak, kedua orang harus terlibat penuh. Keterlibatan ini disertai dengan bentuk keteladanan. Misalnya, ketika kedua orang tua mengajarkan untuk menabung kepada anaknya, maka kedua orang tua juga harus menunjukkan perbuatan menabung. Anak belajar dari apa yang dilihat. Bila tidak ada kesesuaian antara perkataan dan perilaku, maka hal ini akan berdampak pada pembentukan karakter anak nantinya.
3. Role Model yang baik bagi anak
Agar kedua orang tua menjadi role model yang baik bagi anak, maka yang harus dilakukan adalah :
4. Menumbuhkembangkan nilai-nilai dasar pada anak
Hal-hal yang dilakukan oleh kedua orang tua dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai dasar pada anak adalah :
Demikian sekelumit tentang pembentukan karakter anak. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang memiliki kepribadian dan karakter yang berkualitas.
Baca juga : Cara Meningkatkan Semangat Belajar – Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak
Badan usaha berdasarkan wilayah negara adalah badan usaha yang mana didalamnya dapat dikelompokkan dari asal…
Pemerintahan suatu negara memiliki banyak lembaga yang bertanggung jawab atas berbagai aspek administrasi negara. Lembaga-lembaga…
Para pendiri bangsa telah berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia, salah satu wujud komitmen…
Dari sudut pandang etimologi, kata "Otonomi" berarti mengatur sendiri atau memerintah sendiri. Pengertian Otonomi Daerah dapat…
Komitmen di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai "Tanggung jawab", perilaku bertanggung jawab dapat…
Pasal 18 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik…