Pembentukan Karakter Anak Sejak dalam Kandungan

Karakter adalah keunikan, temperamen, karakteristik atau budi pekerti membuat seseorang berbeda dari yang lain. Karakter anak dibangun dan dibentuk sejak masih usia dini oleh orang tua atau keluarga dan sekolah. Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak sangatlah besar karena merupakan tempat belajar yang ditemui oleh anak untuk kali pertama. Agar seorang anak memiliki karakter yang baik, maka ada beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua yakni ayah dan ibu. Apa saja itu ? Kita lihat ulasan berikut ini.

Faktor pembentukan karakter anak

Pembentukan anak dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam diri anak yang bersangkutan dan faktor lingkungan.

  • Faktor pribadi diri anak yang bersangkutan biasanya mencakup nilai-nilai dan macam-macam norma yang ditanam oleh keluarga dalam hal ini ayah dan ibu.
  • Faktor lingkungan memberikan sumbangsih yang tidak sedikit terhadap pembentukan karakter anak. Tentunya pembaca masih ingat film animasi terkenal “Tarzan”. Dalam film itu Tarzan kecil diasuh oleh kelompok gorilla di hutan saat masih bayi. Ketika Tarzan mulai bertumbuh, segala tingkah lakunya sesuai dengan kelompok gorilla tersebut. Hal ini dikarenakan Tarzan belajar semuanya dari kelompok gorilla tersebut tentang cara berkomunikasi, mencari makan, upaya pertahanan diri dan lain sebagainya. Demikian halnya seorang anak yang berada dalam lingkungan yang tidak baik maka akan berimbas pada karakter yang dimiliki kelak. Namun sebaliknya, bila seorang anak berada dalam lingkungan yang baik maka tabiatnya pun akan baik.

Nilai-nilai Dasar Pembentukan Karakter Anak

Seorang anak yang berkarakter baik akan lahir apabila kedua orangtuanya juga memiliki karakter yang baik. Agar seorang anak memiliki karakter yang baik maka orang tua wajib meletakkan norma-norma serta nilai-nilai dasar yang baik pada anak.

Menurut para ahli, setidaknya ada 9 nilai dasar yang harus ditanamkan kepada seorang anak sejak dini agar memiliki karakter yang baik, yaitu :

  • Nilai-nilai agama. Penanaman nilai-nilai agama akan membentuk seorang anak memiliki akhlak yang baik. (baca : Peran Akhlak dalam Membentuk Karakter Bangsa)
  • Bertanggung jawab
  • Sifat jujur dan diplomatis
  • Rasa hormat dan sopan santun
  • Penolong dan kerjasama
  • Percaya diri, kreatif, kerja keras
  • Kepemimpinan dan keadilan (baca : Peran Ayah dalam Keluarga)
  • Tidak sombong dan rendah hati
  • Cinta damai, persatuan dan nilai-nilai toleransi agar seorang anak memahami fungsi toleransi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan sosialnya.

Kesembilan nilai-nilai dasar pembentukan karakter anak tersebut sedianya ditanamkan oleh orang tua melalui keteladanan atau perilaku nyata selain secara lisan. Hal ini karena seorang anak belajar dari orang tuanya dengan cara mengamati apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Selain penanaman nilai-nilai dasar, pola asuh yang dilakukan oleh ibu dan ayah turut mempengaruhi pembentukan karakter anak. Baik ibu maupun ayah hendaknya memilih pola asuh yang tepat yang juga sesuai dengan nilai-nilai yang dianut keduanya. Untuk itu, baik ibu atau ayah jangan sungkan untuk terus mencari dan belajar mengenai pola asuh yang tepat agar dapat menerapkan nilai-nilai yang baik kepada seorang anak.

Pembentukan Karakter Dimulai Sejak Dini

Para ahli psikologi anak sepakat bahwa masa terbaik pembentukan karakter anak adalah saat usia dini karena merupakan masa keemasan. Hal ini dikarenakan pada masa-masa tersebut, anak mengalami tumbuh kembang yang relatif sangat cepat. Di sini peran orang tua dalam mendidik anak sangat penting dilakukan. (baca : Pentingnya pendidikan anak usia dini)

Peletakan nilai-nilai dasar yang baik sebagaimana yang disinggung di atas hendaknya dilakukan saat usia dini sebagai pijakan bagi anak dalam memasuki kehidupan sosial yang berikutnya yaitu sekolah dan masyarakat.

Pembentukan Karakter : Dari Awal Hingga Akhir

Pembentukan karakter seorang anak atau seseorang tidak hanya berlangsung saat usia dini namun berlangsung seumur hidup. Pada masa awal, orang tua dalam hal ini ibu dan ayah berperan penting dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak melalui keteladanan atau perilaku kepada seorang anak. Seorang anak belajar dari kedua orang tuanya melalui pengamatan tentang nilai-nilai yang ditanamkan kepadanya. (baca : Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia)

Kemudian, ketika anak mulai bertumbuh, tidak hanya keteladan atau perilaku saja yang menjadi media pembelajaran karakter bagi anak namun perlu ditambah lagi dengan pemahaman-pemahaman dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Pemahaman ini perlu dilakukan agar seorang anak mengerti dan memahami mengapa sesuatu boleh dilakukan dan mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan. Ini merupakan dasar atau pijakan bagi seorang anak dalam memasuki kehidupan sosial selanjutnya yaitu sekolah.

Mencintai Anak Seutuhnya

Sebagai orang tua, mencintai anak dengan seutuhnya adalah sebuah fitrah dan tidak bisa dibuat-buat. Namun, rasa cinta ini jangan serta merta menjadi alasan permisifnya orang tua terhadap kesalahan yang dilakukan oleh seorang anak. Apabila seorang anak berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan, maka jangan dibiarkan namun diberikan pengertian gara seorang anak menjadi paham apa yang menjadi kesalahannya.

Pemberian pemahaman ini juga jangan dilakukan melalui cara-cara kekerasan karena akan membuat anak takut dan justru berakibat pada pembentukan karakter yang buruk. Intinya, sampaikanlah sesuatu dengan baik dan tidak berlebihan karena seorang anak belajar dari apa yang dilakukan oleh kedua orang tua kepadanya.

Proses Pembentukan Karakter

Proses pembentukan karakter bersesuaian dengan fase tumbuh kembang anak. Bagaimana proses pembentukan karakter anak? Berikut gambarannya.

1. Fase Usia 0-8 bulan

Ini adalah masa terpenting dalam pembentukan karakter anak yang dilakukan melalui kualitas hubungan yang dibangun. Ketika anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya, hendaknya mereka tanggap. Hal ini penting guna menumbuhkan rasa nyaman serta kepercayaan anak terhadap orang tuanya. Namun bila tidak, maka seorang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap orang lain.

2. Fase 18 bulan – 3 tahun

Pada fase ini kedua orang tua atau ibu dan ayah mulai mengajarkan atau memberikan pengertian kepada seorang anak tentang baik buruknya sesuatu beserta akibatnya. Dari sini anak mulai belajar tentang bagaimana menaati suatu norma atau nilai-nilai yang diajarkan oleh kedua orang tua.

3. Fase 3-6 tahun.

Pada fase ini anak mulai memahami dan menghayati nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Anak juga mulai mengerti akibat yang ditimbulkan ketika melakukan sesuatu.

Cara Pembentukan Karakter Anak

Berikut adalah cara-cara pembentukan karakter anak berdasarkan Dirjen PAUD-Kemendikbud (2011).

1. Penerapan disiplin kepada anak secara konsisten

Hal-hal yang dilakukan oleh kedua orang tua dalam menerapkan disiplin kepada anak adalah :

  • Pengenalan berbagai macam aturan kepada anak. Kedua orang tua memberikan pengenalan kepada anak tentang berbagai macam aturan yang harus dipahami. Aturan yang dimaksud adalah terkait dengan tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang anak.
  • Aturan tersebut jangan hanya dibuat oleh kedua orang tua namun harus mengikutsertakan anak dalam pembuatannya. Hal ini dilakukan agar anak bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dan mengerti akibat yang ditimbulkan.
  • Dalam menerapkan disiplin kepada anak hendaknya kedua orang tua bersikap konsisten. Ini sangat perlu sebagai salah satu bentuk pembelajaran kepada anak dalam hal ketaatan terhadap aturan yang telah dibuat bersama. Hal ini akan berguna manakala anak mulai memasuki lingkungan sekolah yang baru yaitu sekolah. Ketika sekolah nanti, sebagai siswa-anak akan taat dan patuh terhadap aturan sekolah sehingga anak dapat memahami fungsi tata tertib sekolah bagi siswa dan manfaat tata tertib sekolah bagi siswa. 
  • Jangan gunakan kekerasan dalam menerapkan disiplin kepada anak. Tidak dipungkiri bahwa sebagian orang tua menggunakan kekerasan agar anak taat atau patuh terhadap aturan. Di jaman globalisasi seperti sekarang, banyak kasus akhir-akhir ini tentang penggunaan kekerasan oleh orang tua agar anak taat atau patuh. Namun hal ini dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang pribadi serta karakter anak ke depannya. Anak akan merasa takut dan tidak nyaman berada dalam rumah. Yang pada akhirnya anak mencari kenyaman itu di luar rumah.
  • Jangan bersikap lemah dalam penerapan disiplin atau permisif. Pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anak hendaknya jangan disikapi dengan pembiaran. Karena dapat mengakibatkan anak menjadi bersikap semaunya dan tidak bertanggung jawab. (baca : Cara Meningkatkan Disiplin Belajar)

2. Turut serta dalam proses pembentukan karakter anak.

Dalam proses pembentukan karakter anak, kedua orang harus terlibat penuh. Keterlibatan ini disertai dengan bentuk keteladanan. Misalnya, ketika kedua orang tua mengajarkan untuk menabung kepada anaknya, maka kedua orang tua juga harus menunjukkan perbuatan menabung. Anak belajar dari apa yang dilihat. Bila tidak ada kesesuaian antara perkataan dan perilaku, maka hal ini akan berdampak pada pembentukan karakter anak nantinya.

3. Role Model yang baik bagi anak

Agar kedua orang tua menjadi role model yang baik bagi anak, maka yang harus dilakukan adalah :


  • Menyadari dan menjadikan diri sebagai teladan utama bagi anak-anak.
  • Menentukan nilai-nilai sesuai melalui kegiatan dan pengalaman sehari-hari.
  • Memperlihatkan pribadi yang ramah dan positif.
  • Menghadapi anak dengan penuh rasa cinta, sabar, dan pengertian.
  • Meyakini nilai-nilai yang paling sesuai untuk dimiliki.
  • Membentuk pengalaman yang penuh nilai dan penuh makna bersama anak
  • Menanyakan opini kepada anak dan belajar mengambil keputusan

4. Menumbuhkembangkan nilai-nilai dasar pada anak

Hal-hal yang dilakukan oleh kedua orang tua dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai dasar pada anak adalah :

  • Memberikan penjelasan tentang alasan atau penerapan nilai-nilai kepada anak bila anak tersebut telah bisa berbicara dengan lembut dan penuh kasih sayang.
  • Menanyakan opini kepada anak untuk mengetahui pemahaman anak tentang nilai-nilai yang telah diajarkan.
  • Memberikan penjelasan tentang kebaikan atau keburukan perilaku serta akibat yang ditimbulkan.
  • Memberikan pujian dan lain-lain sebagai bentuk penghargaan terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan anak.
  • Membacakan dongeng atau cerita dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh anak. Membacakan dongeng mendatangkan banyak manfaat bagi pengembangan pola pikir dan merupakan salah satu cara meningkatkan daya imajinasi otak anak.

Demikian sekelumit tentang pembentukan karakter anak. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang memiliki kepribadian dan karakter yang berkualitas.

Baca juga :  Cara Meningkatkan Semangat Belajar – Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Wednesday 15th, June 2016 / 06:28 Oleh :
Kategori : Moral