10 Contoh Organisasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Terdapat lebih dari tujuh miliar penduduk di bumi ini. Tentunya terdapat banyak pikiran pula di dalamnya. Setiap pikiran tersebut tentunya memiliki tujuan dan impiannya masing-masing. Ada kalanya impian dan tujuan seseorang sama dengan orang lain. Apabila beruntung, mereka dapat bertemu dan mendiskusikan impian juga tujuan mereka itu untuk mencapainya bersama hingga terbentuklah suatu organisasi sosial. Dalam kesempatan ini, penulis mengajak pembaca untuk membahas mengenai materi contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Apa itu organisasi sosial? Apa saja contohnya? Tetap simak pembahasan selanjutnya.

Di sisi lain, kata sosial memiliki arti yaitu berkenaan dengan masyarakat atau kepentingan umum. Berdasarkan arti dari kedua kata tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi sosial ialah suatu kesatuan atau susunan yang dibentuk oleh masyarakat, dapat memiliki badan hukum sendiri ataupun tidak berbadan hukum. jenis organisasi ini memiliki fungsi yaitu sarana atau wadah partisipasi masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kodrat manusia untuk senantiasa bersama dengan orang lain. Salah satunya dengan menyelenggarakan suatu organisasi sosial guna mencapai tujuan atau cita-cita yang tidak dapat mereka wujudkan sendiri.

Pengertian Organisasi Sosial

Sebelum kita membahas contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari secara lebih jauh, alangkah baiknya bila kita memahami terlebih dahulu apa itu organisasi sosial. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata organisasi diartikan sebagai kesatuan atau susunan yang terdiri dari bagian-bagian (struktur atau orang) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Organisasi dapat pula diartikan sebagai kelompok kerja sama di antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Adanya organisasi sosial tidak terlepas dari keberadaan norma-norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat merupakan hal yang mulia, diimpikan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Maka dari itu, untuk mewujudkan dan menjalankan nilai sosial itulah, masyarakat merumuskan aturan yang tegas, yaitu norma sosial. Nilai dan norma inilah yang menjadi batas bagi setiap sikap manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Kumpulan dari nilai dan norma nantinya dapat membentuk sistem norma. Dari sinilah mulanya organisasi sosial terbentuk.

Karakteristik Organisasi Sosial dalam Masyarakat

Berdasarkan pengertian organisasi sosial yang telah dibahas sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa organisasi sosial pasti ada di tengah masyarakat selama masyarakat tersebut masih ingin menegakkan nilai dan norma yang ada di tengah mereka. Organisasi sosial yang ada di masyarakat sendiri tentunya memiliki karakter yang berbeda dengan unsur masyarakat lainnya. Di bawah ini penulis uraikan beberapa karakteristik organisasi sosial dalam masyarakat menurut Steiner dan Berelson (1964):

  • Hierarki, yaitu terdapat pola wewenang dan kekuasaan yang terstruktur, menyerupai piramida atau dengan kata lain, terdapat orang-orang atau bagian tertentu yang wewenang dan kekuasaannya lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang atau bagian yang lainnya.
  • Formalitas, yaitu di dalam organisasi sosial terdapat aturan, prosedur, ketetapan, kebijakan, strategi, tujuan, dan lain sebagainya sebagai panduan dari jalannya organisasi sosial tersebut. Tanpa adanya hal-hal tersebut, maka organisasi sosial akan kacau dan mudah goyah.
  • Ukuran Organisasi, di dalam organisasi yang memiliki anggota dalam jumlah besar, hubungan di antara anggota cenderung kurang intens. Maka dari itu, umumnya organisasi yang efektif adalah yang berukuran kecil.
  • Durasi, yaitu keberadaan suatu organisasi pasti durasinya lebih lama dibandingkan dengan durasi anggotanya yang bergabung di dalam organisasi tersebut.

Selain karakteristik yang telah disampaikan di atas, terdapat beberapa karakteristik lain yang umumnya dimiliki oleh sebuah organisasi sosial, misalnya yaitu terdapatnya aturan atau batasan operasional organisasi dan identitas yang jelas, serta pembagian peran dan status dari anggota organisasi secara jelas.

Contoh Organisasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Organisasi sosial merupakan salah satu unsur masyarakat yang tidak akan pernah terlepas dari keberadaan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, terdapat begitu banyak contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita temui. Agar pembaca lebih memahami apa itu organisasi sosial, di bawah ini penulis sampaikan beberapa contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Panti Asuhan

Panti asuhan ialah salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang umum kita temui di lingkungan sekitar kita. Panti asuhan sangat penting keberadaannya dalam rangka membantu negara untuk mengurus anak-anak yang terlantar. Di dalam panti asuhan juga biasa diadakan pendidikan karakter, mengingat betapa pentingnya pendidikan karakter bagi setiap manusia.

  1. Partai Politik

Seperti yang kita tahu, terdapat banyak sekali partai politik yang ada di dunia ini. Di indonesia sendiri, terdapat puluhan partai politik yang senantiasa berlaga di setiap pesta politik. Partai politik ialah sebuah organisasi yang memiliki fokus di dalam dunia yang berhubungan dengan perumusan kebijakan publik yang akan memiliki dampak teramat besar bagi masyarakat.

Fungsi dari partai politik di dalam masyarakat yaitu sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi atau keinginan mereka. Selain itu, partai politik juga merupakan salah satu sarana bagi rakyat untuk dapat menjadi pemimpin atau pemerintah. Dalam kasus di indonesia sendiri, untuk dapat menjadi presiden kita harus diusung oleh satu atau beberapa partai politik.

  1. Lembaga Swadaya Masyarakat

Salah satu contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari lainnya yaitu lembaga swadaya masyarakat. Ia merupakan lembaga yang bersifat sangat merakyat karena didirikan oleh berbagai unsur masyarakat untuk mencapai tujuannya. Fungsi lembaga swadaya masyarakat (LSM) sendiri yaitu untuk mengatasi berbagai masalah sosial melalui tangan masyarakat. Terdapat berbagai bidang dimana LSM dapat bergerak, mengingat banyaknya permasalahan sosial yang terjadi. Hingga saat ini, setidaknya terdapat puluhan ribu LSM yang berkembang di negara ini.

  1. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Contoh organisasi sosial ini merupakan salah satu organisasi yang diluncurkan oleh pemerintah dalam rangka mencapai kesejahteraan di tengah keluarga indonesia. Keluarga merupakan unit terkecil suatu negara yang menjadi pilar berdirinya negara ini. Maka dari itu, diadakanlah sebuah program berbentuk organisasi yang disebut PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Cikal bakal dari organisasi ini sendiri sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 1957. Terdapat 10 program pokok dari PKK, yaitu pengamalan nilai-nilai dasar Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, dan lain sebagainya.

  1. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bersama, jumlah penduduk indonesia sangatlah banyak. Penduduk merupakan konsumen dari berbagai produk yang dijual di pasaran. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya organisasi sosial yang mengkhususkan diri untuk melindungi konsumen. Di sisi lain, kesadaran penduduk indonesia untuk menjadi konsumen cerdas masih rendah, sehingga tugas YLKI dalam mencerdaskan konsumen indonesia semakin berat.

  1. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi ialah perserikatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan para anggotanya melalui cara-cara yang lebih bersahabat. Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang juga berhubungan dengan bidang ekonomi. Koperasi yang paling umum ditemui ialah koperasi simpan pinjam.

  1. Lembaga Bantuan Hukum

Banyak rakyat indonesia yang terjerat kasus hukum namun tidak mampu menyewa pembela hukum untuk membela diri mereka. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) merupakan salah satu contoh organisasi sosial yang bergerak untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menangani kasus hukum mereka.


  1. Panti Jompo

Panti jompo merupakan tempat penampungan bagi orang-orang tua yang terlantar. Seperti janji negara dalam UUD 1945, setiap penduduk yang terlantar merupakan tanggung jawab negara. Maka dari itu, diadakanlah panti jompo dengan susunan organisasinya sendiri. Bukan hanya negara yang menjadi donatur dalam operasional panti jompo, rakyat biasa pun bisa membantu.

  1. Karang Taruna

Pemuda merupakan pilar bangsa. Mereka merupakan penerus generasi bangsa ini. Di indonesia, kita mengenal sebuah organisasi sosial yang digagas dan dijalankan oleh para pemuda, yaitu karang taruna. Biasanya karang taruna ini bergerak di bidang kesejahteraan sosial, misalnya dengan mengadakan pembinaan atau pemberdayaan yang berupaya menumbuhkan kegiatan ekonomis di daerahnya.

  1. Sistem Keamanan Lingkungan

Sistem Keamanan Lingkungan biasa dikenal sebagai Siskamling. Keberadaan Siskamling ini sangat penting di dalam masyarakat. Ia berfungsi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Siskamling juga mempermudah tugas kepolisian RI yang tidak dapat mencapai daerah yang lebih terpencil lagi. Biasanya yang menjadi petugas siskamling adalah laki-laki yang berusia di atas 17 tahun.

Pemaparan di atas merupakan penjelasan mengenai contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari yang dapat penulis sampaikan kepada pembaca dalam kesempatan yang indah kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami apa itu organisasi sosial beserta contoh organisasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dari penjelasan di atas pula kita dapat mengetahui bahwa adanya organisasi sosial merupakan hal yang penting untuk mencapai keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Selain itu, adanya organisasi sosial di negara ini juga memungkinkan tujuan pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik dan melibatkan masyarakat. Sekian, sampai jumpa pada kesempatan yang lain dan semoga kesuksesan senantiasa mengiringi langkah pembaca.

, , ,




Post Date: Tuesday 09th, January 2018 / 07:59 Oleh :
Kategori : Lingkungan