5 Makna Bela Negara Bagi Masyarakat di Indonesia

Bela negara sering dikaitkan dengan segala sesuatu yang berbentuk fisik atau sering dibayangkan dalam situasi perang. Padahal sesungguhnya bela negara adalah sikap atau perilaku warganegara dalam mempertahankan, menjaga negaranya dari segala bentuk ancaman dan gangguan dari dalam maupun dari luar yang akan mengambil kedaulatan dan kemerdekaannya di berbagai bidang. Sikap dan perilaku tersebut umumnya dikoordinir oleh negara atau kelompok tertentu. Dan ancaman kedaulatan tidak selalu dalam bentuk pengambilan wilayah. Namun, dapat berarti penguasaan kedaulatan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ideologi, politik, dan sebagainya

Dengan demikian, bela negara tidak semata-mata dalam bentuk fisik, militer, atau dilakukan saat terjadi perang. Dan bukan hanya dapat dilakukan oleh tugas dan fungsi TNI Polri di Indonesia. Bela negara dapat dilakukan dan merupakan hak dan kewajiban seorang warga negara, seperti yang tercantum dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945.  Berarti, negara dapat memaksa seseorang untuk melakukan kegiatan bela negara sesuai kondisi yang ada, dan diatur dalam undang-undang kemudian. Kata hak berarti setiap warga negara dapat ikut serta menentukan kebijakan negara dengan aturan yang berlaku dan tidak ada orang atau kelompok yang dapat melarangnya. Sedangkan kata wajib berarti negara berhak memaksa warga negaranya untuk bela negara jika keadaan darurat.  Sehingga, keikutsertaan warga negara dalam bela negara tersebut dapat dikategorikan dalam beberapa hal, yaitu :

  • Pendidikan kewarganegaraan. Dalam pendidikan ini ditanamkan kepada para pelajar untuk cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara, sehingga mereka akan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya.
  • Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib. Ini banyak dilakukan oleh beberapa negara kepada warga negaranya yang menyelesaikan studi agar siap dalam kondisi darurat. Di Indonesia hal ini belum atau tidak dilaksanakan.
  • Pengabdian sebagai prajurit dalam Tentara Nasional Indonesia maupun sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia. Dengan wewenang dan tugasnya masing-masing, secara sukarela menjadi anggota TNI dan Polri adalah bentuk keikutsertaan dalam bela negara.
  • Pengabdian sesuai profesi. Di Indonesia hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002.

Bela negara erat kaitannya dengan pertahanan negara, yang di Indonesia dikenal dengan sebutan pertahanan rakyat semesta. Pertahanan rakyat semesta ini, yaitu pertahanan negara dengan TNI dan Polri sebagai ujung tombak yang berada di garis depan pertahanan negara dan rakyat ikut mendukungnya. Dalam keadaan damai, di mana tidak ada perang atau konflik senjata degan negara mana pun atau di dalam negeri sendiri, dukungan rakyat dapat dilakukan dalam bentuk mengisi kemerdekaan. Apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang terjadi di era globalisasi ini, mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif sebagai bukti keikutsertaan warga negara dalam bela negara. Diharapkan dengan hal tersebut maka globalisasi tidak akan mempengaruhi kedaulatan ideologi kita. Adanya pasar bebas Asia dan dunia tidak akan mengurangi kedaulatan kita dalam ekonomi. Dan sebagainya.
Beberapa contoh bela negara yang dapat dilakukan secara nyata, yaitu :

  • Membangun dan menciptakan suasana rukun dan penuh toleransi di lingkungan keluarga dan masyarakat tempat tinggal.
  • Membentuk keluarga yang sadar hukum, di antaranya tidak memberikan ijin mengendarai motor pada anak dengan usia di bawah 17 tahun.
  • Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimliki dengan terus belajar giat bagi pelajar dan generasi muda. Ini dilakukan agar Bangsa Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain dan dikuasai bangsa lain.
  • Kesadaran untuk mematuhi segala bentuk peraturan yang ada di mana pun dia berada.
  • Membayar pajak dan iuran yang telah disepakati di lingkungan dengan tepat waktu.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa bela negara dapat bermakna fisik / militer dan non fisik / non militer. Dan agar lebih mengenal lebih jauh tentang bela negara dan berbagai maknanya, artikel ini akan menguraikan di bawah ini:


1. Makna dari Bela Negara Bagi Warga Negara

Bela negara merupakan sikap dan tindakan warga negara yang teratur dan menyeluruh, dan terpadu secara sendiri-sendiri maupun berkelompok sebagai bagian dari rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, keyakinan terhadap pancasila di era reformasi dan globalisasi, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara. Dengan demikian, bela negara yang dimaksud di sini, tidak selalu dalam bentuk fisik dalam suatu perang mempertahankan kedaulatan Indonesia. Tetapi dapat berwujud segala sesuatu yang dilakukan oleh warga negara untuk memajukan bangsanya, membantu warga negara lain yang termasuk bangsanya, dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan nasional sesuai profesi dan kemampuannya. Hakikat pembelaan negara dalam makna ini dapat berupa karya nyata ikut membangun negeri sesuai profesi masing-masing (arsitek, dokter, nelayan, petani, guru, dan lain-lain), ikut menciptakan suasana damai dan tenteram di lingkungannya masing-masing, dan taat dalam membayar pajak.

2. Makna dari Bela Negara Bagi TNI

Bela negara merupakan sikap setiap individu yang disertai dengan jiwa pantang menyerah pada semua prajurit TNI, sesuai janji Sapta Marga, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan, dan tekad rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Makna bela negara di sini adalah kewajiban dari setiap prajurit TNI, baik Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat, yang telah dilatih secara militer untuk itu. Mereka dengan kemampuan yang ada, harus bersiap di garis depan pertempuran Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia secara fisik, dari ancaman dari luar maupun dalam. Untuk itu, para prajurit TNI juga sudah terlatih untuk dapat mengawasi situasi dan kondisi di mana pun dia berada sekaligus menjaga ketertiban umum. Contoh bela negara dengan contoh sikap patriotisme yang dilakukan prajurit Sapta Marga adalah, berjuang di garis depan pertempuran, menjaga garis perbatasan wilayah darat dan air Indonesia dan negara lain, dan siap menjaga ketertiban umum tanpa berpihak dengan kelompok mana pun.

3. Makna dari Bela Negara Sebagai Wajib Militer

Makna bela negara secara umum adalah wajib militer. Wajib militer ini adalah pelayanan yang dilakukan oleh individu yang telah cukup dari segi usia atau sudah menyelesaikan pendidikannya (sesuai aturan suatu negara) terhadap negaranya dalam bentuk fisik. Pelayanan tersebut dapat dilakukan secara sukarela (atas kemauan pribadi individu) dan atau dipaksa / kewajiban. Wajib militer yang dilakukan secara terpaksa atau dipaksakan kepada seseorang oleh negara, biasanya dilakukan apabila suatu negara dalam kondisi darurat perang. Biasanya kewajiban ini berlaku kepada setiap laki-laki warga negaranya dengan syarat tertentu, kecuali individu yang mengalami gangguan fisik / mental atau alasan khusus keagamaan).

Di beberapa negara wajib militer tetap diberlakukan meskipun negara dalam kondisi damai. Contohnya negara Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, dan Inggris yang melaksanakan pelatihan militer kepada warganya yang datang secara sukarela selama sepekan dalam satu bulan. Di negara Republik China / Taiwan, Korea, dan Israel wajib militer berlaku bagi setiap warga negaranya yang telah menyelesaikan dinas sosial selama beberapa tahun. Di Indonesia sendiri, meskipun sudah ada wacana akan bela negara dalam bentuk wajib militer ini, sampai saat ini belum ada belum ada unsur-unsur terbentuknya negara yang dialami di negara kita.

4. Makna dari Bela Negara Bagi Kepolisian Republik Indonesia

Sesuai dengan pasal 28 UUD 1945 yang menjadi salah satu landasan hukum bela negara, Kepolisian RepubliK Indonesia merupakan komponen yang penting. Bersama TNI, Polri ikut mempertahankan negara dari segala ancaman nyata yang mengganggu kedaulatan negara dari luar maupun dari dalam. Dan salah satu fungsi Polri dalam bela negara yaitu melindungi dan mengayomi masyarakat dari berbagai tindakan kejahatan. Kepolisian ikut juga memberantas individu dan kelompok yang secara nyata dan sembunyi-sembunyi berniat mengganggu kedaulatan Bangsa Indonesia.

5. Makna dari Bela Negara Bagi Pelajar dan Generasi Muda


Pelajar dan generasi muda adalah harapan sebuah bangsa di masa yang akan datang, termasuk Bangsa Indonesia. Karena di tangan pelajar dan generasi mudalah ke depannya bangsa ini akan menggantungkan dirinya. Oleh karena itu, makna dari bela negara bagi pelajar dan generasi muda tidak kalah penting untuk dipahami, terutama bagi generasi itu sendiri. Sama halnya dengan makna bela negara bagi warga negara, bagi pelajar dan generasi muda, bela negara tidak sekedar berupa mempertahankan negara dalam bentuk fisik. dalam penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Nasional (Hamkamnas), bela negara adalah bagaimana cara generasi muda mengisi kemerdekaan dengan segala sesuatu yang bermanfaat dan memajukan bangsa.

Tahap awal pendidikan bela negara, dapat dicapai dengan Pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah yang di dalamnya terdapat pendidikan bela negara. Dengan Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan pelajar dan generasi mudah lebih mencintai tanah airnya, menyadari arti penting berbangsa dan bernegara, dan mempunyai semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara Indonesia. Selain itu diharapkan generasi muda akan menjauhi segala bentuk kegiatan yang negatif dan merusak. Contoh perwujudan bela negara yang dapat dilakukan pelajar dan generasi muda, di antaranya menjauhi penyalahgunaan narkoba, tidak melakukan tindakan kriminal, belajar dengan giat sesuai kemampuannya, ikut mengharumkan nama Bangsa Indonesia di segala bidang (bidang sains dan matematika, teknologi, pertanian, budaya), dan lain-lain.

Demikian makna adanya bela negara secara menyeluruh dan dipahami dari berbagai sudut pandang. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan sebagai bagian peran serta dalam bela negara.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 09th, October 2017 / 04:00 Oleh :
Kategori : Negara