7 Perbedaan Camat dan Kepala Desa yang Mudah Dipelajari

Dalam struktur organisasi pemerintahan kita tentunya mengenal beberapa istilah pemimpin dalam suatu wilayah, misalnya Walikota yang menjadi pimpinan tertinggi di kota, kemudian disusul oleh Camat, Lurah dan seterusnya hingga RT dan RW di Indonesia. Namun, beberapa masih belum mengerti secara jelas tentang camat dan kepala desa. Beberapa lainnya menganggap keduanya memiliki tingkat jabatan yang sama, padahal fakta lapangan mengatakan tidak. Apa saja perbedaan camat dan kepala desa?

1. Lokasi Pimpinan

Perbedaan camat dan kepala desa yang pertama dapat kita lihat dari lokasi keduanya tinggal. Camat adalah pimpinan yang berkedudukan di Kecamatan, sedangkan Kepala Desa berkedudukan di wilayah Desa. Dari segi wilayah yang dipimpinnya, Camat memiliki wilayah yang cukup luas, sedangkan Kepala Desa memiliki wilayah kepemimpinan yang lebih kecil. Dari sini juga dapat terlihat bahwa pengaturan di Desa lebih mudah dan dapat difokuskan pada sektor-sektor tertentu karena wilayahnya tidak terlalu luas. Akan tetapi, pengaturan kerja di wilayah Kecamatan membutuhkan banyak kerjasama antara hubungan pemerintah pusat dengan daerah untuk menjalankan program kerja yang telah diberikan oleh pemerintah pusat.

2. Pendidikan

Perbedaan kedua kita lihat dari segi pendidikan yang ditempuhnya. Jika Camat diwajibkan minimal Sarjana/Diploma, maka kepala desa tidak wajib lulusan Sastra/Diploma. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan untuk Camat memang harus mengetahui dan paham tentang tata laksana pemerintahan yang dibuktikan dengan sertifikat ataupun ijazah. Disisi lain, untuk kepada desa memang juga harus mengetahui tentang sistem pemerintahan desa, akan tetapi tidak perlu dibuktikan dengan sertifikat ataupun ijazah. Hal ini dikarenakan kepala desa bagi masyarakat desa adalah seorang pemimpin yang sudah mengetahui seluk beluk desa tersebut, mulai dari masyarakatnya, perangkatnya dan lain sebagainya. Faktor lainnya adalah wilayah kepemimpinan kepala desa lebih kecil dan mudah untuk mengaturnya.

3. Masa Jabatan

Dilihat dari masa jabatan yang keduanya emban, terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Camat memiliki masa jabatan yang tidak menentu. Ini disebabkan oleh faktor sering terjadinya rotasi atau rolling dalam sistem pemerintahan presidensial, baik di kota ataupun di kabupaten. Bisa jadi camat yang baru memimpin suatu wilayah dalam waktu 1-2 tahun kemudian mendapatkan surat tugas untuk pindah ke wilayah lain. Berbeda dengan kepala desa yang sudah pasti memiliki masa jabatan, yaitu maksimal selama 2 periode. Dua periode disini maksudnya adalah dua periode beruntun. Dalam satu periode berjalan selama 5 tahun.

4. Pemilihan

Perbedaan camat dan kepala desa selanjutnya dapat kita lihat dari faktor pemilihannya. Camat dipilih dan diangkat oleh walikota dan bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengangkatan atau kenaikan jabatan menjadi camat. Nantinya sewaktu-waktu camat juga dapat diberhentikan oleh walikota/bupati jika melanggar aturan yang telah ditetapkan. Disisi lain, camat bertanggungjawab kepada walikota/bupati dalam melaporkan program kerja atau kegiatan yang telah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Untuk kepala desa sendiri, pemilihan dan pengangkatan dilaksanakan melalui pilihan kepala desa atau pilkades. Kepala Desa memang tidak bertanggungjawab secara langsung kepada Camat, akan tetapi keduanya saling menjalin hubungan komunikasi saja untuk menjalankan otonomi daerah.

5. Kehidupan

Kehidupan yang dimaksudkan disini adalah kehidupan masyarakat yang berada dalam pimpinannya. Bagi Camat, kehidupan masyarakat yang dipimpinnya merupakan kehidupan non agraris. Non agraris adalah kehidupan yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai pegawai kantoran, pegawai swasta, PNS dan lain sebagainya. Sedangkan untuk masyarakat di desa memiliki kehidupan agraris, yaitu yang bermata pencaharian sebagai petani, pekebun dan lain sebagainya. Adanya perbedaan kehidupan ini tentunya membuat program kerja keduanya berbeda dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya. Kepala desa lebih mudah mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat mengangkat ekonomi masyarakatnya sebagai contoh kegiatan memajukan kesejahteraan umum. Disisi lain, camat juga bisa mengembangkan potensi warganya, meskipun konteksnya disini lumayan sulit karena sebagian dari mereka rata-rata bekerja.

6. Dana

Perbedaan camat dan kepala desa selanjutnya adalah dalam sektor keuangan. Dalam menjalankan tugasnya, masing-masing dari mereka tentunya membutuhkan bantuan dana dari pemerintah. Dari Camat sendiri mendapatkan bantuan dana atau keuangan yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau langsung dari pusat. Dalam mendapatkan bantuan tersebut, masing-masing camat diwajibkan menyusun administrasi keuangan yang dibutuhkan dalam lingkup kerjanya ataupun yang telah digunakan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan fungsi APBN. Disisi lain, kepala desa mendapatkan bantuan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Lingkupnya memang lebih kecil, yaitu pendapatan daerah. Akan tetapi, kepala desa juga harus menyusun laporan administratif untuk mendapatkan bantuan dana tersebut.

7. Badan Perwakilan

Dilihat dari badan perwakilannya, terlihat sangat jelas bahwa Camat tidak memiliki struktur organisasi yang berkedudukan sebagai badan perwakilan. Sedangkan disisi lain, kepala desa memiliki struktur organisasi pemerintahan desa untuk membentuk badan perwakilan. Adapun badan perwakilan desa biasanya disebut sebagai Badan Permusyawarahan Desa atau BPD. Bagi Kepala Desa, BPD memiliki peran penting dalam mendorong atau membantu sistem pemerintahan di desanya.

Itulah beberapa perbedaan camat dan kepala desa dari berbagai sudut pandang, diantaranya mulai dari lokasi kepemimpinan, lamanya masa jabatan, pertanggungjawabannya hingga bantuan keuangan yang mereka dapatkan untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun sebelumnya.

, , ,




Oleh :
Kategori : Pemerintahan