5 Contoh Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Dan Teknologi

Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia sangat menghindari untuk menjadi sebuah ideologi yang kaku dan tertutup. Hal ini dikarenakan memiliki sifat reformatif, dinamis, dan antisipatif. Maka di era revolusi industri 4.0 pancasila mampu menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangannya, sehingga bisa dipakai sebagai sebuah paradigma dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Pancasila sebagai ilmu pengetahuan tidak akan mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung, tetapi menekankan pada kemampuan dalam mengartikulasikan suatu nilai menjadi aktivitas nyata dalam pemecahan masalah yang terjadi, malahan bisa menjadi inovasi teknologi canggih. Hal dasar yang harus dipenuhi dalam kacamata dimensinya dalam pembangunan ilmu dan teknologi harus memenuhi beberapa hal berikut :

  1. Dimensi Idealisme

Nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya.

  1. Dimensi Realitas

Nilai dasar yang terkandung dalam mewujudkan contoh Pancasila sebagai paradigma pembangunan ideologi harus secara riil berakar dalam hidup masyarakat atau bangsanya, terutama nilai-nilai dasar bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya. Sehingga perkembangan ilmu dan teknologi memiliki ciri khas kearifan lokal yang kontekstual.

  1. Dimensi Fleksibilatas

Pengalaman dalam praktik Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan berbagai dimensinya menjadi harapan dengan tetap mengandung nilai dasar ideologi Pancasila. Penjelasan dimensi yang harus ada dalam pelaksanaan contoh Pancasila sebagai pengetahuan ilmiah menjadi paradigma pengembangan iptek bisa terlaksana secara maksimal dengan syarat dan kondisi yang harus pancasilais:

  1. Berdasar keyakinan akan kebenaran nilai-nilai dalam diri setiap ilmuwan.
  2. Terciptanya situasi yang kondusif secara kultural, yakni harus ada semangat pantang menyerah untuk mencari kebenaran ilmiah yang belum selesai, dan adanya kultur bahwa disiplin merupakan suatu kebutuhan bukan sebagai beban atau paksaan.
  3. Perguruan tinggi yang merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan ilmu dan teknologi harus memiliki situasi yang kondusif secara struktural sehingga terbuka wacana akademisnya yang kreatif, inovatif dan mengembangkan kerja sama dengan bidang-bidang yang berbeda.

Syarat dan kondisi tersebut bisa dilihat dari beberapa contoh hal Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu dan teknologi.

  • Kegiatan tersebut menempatkan martabat manusia sebagai subjek sehingga tidak boleh diperalat oleh Iptek.
  • Segala bentuk hal yang dilakukan menghindari kerusakan yang mengancam kemanusiaan. Maka tindakan pengembangan ilmu dan teknologi tidak mengesampingkan kelompok minoritas tertentu dengan membangun karakter bangsa di era globalisasi.
  • Pengembangan ilmu dan teknologi mampu membantu manusia melepaskan kesulitan hidup masyarakat. Maka akan tercipta masyarakat yang sejahtera dan tidak tercipta kesenjangan karena perkembangan Iptek dapat dirasakan semua lapisan.
  • Tidak adanya pengembangan ilmu dan teknologi yang dikuasai oleh orang atau kelompok tertentu sehingga terjadi monopoli dan memperkaya segelintir orang yang akan menciptakan elit atau oligarki.
  • Kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan ilmu dan teknologi harus satu pemahaman dengan agamawan. Bahwa iman dalam agama harus memancar dalam ilmu dan ilmu bisa menerangi jalan yang ditunjukkan oleh iman. Hal ini sesuai dengan ucapan Einstein, yakni without religion is blind, religion science is lame (ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh).
, , , ,




Oleh :
Kategori : Negara