4 Hubungan Negara Dan Agama Menurut Ideologi Komunis Yang Dapat Dipahami

Ideologi secara definisi menurut wikipedia dan teori teori ideologi adalah visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu secara umum dan beberapa arah filosofis atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Ideologi menjadikan sebuah arah tertentu dalam pembentukan negara atau bangsa untuk menjadikannya memiliki tujuan serta aturan aturan yang jelas dalam kehidupan bernegara. Sebuah ideologi tentu memiliki tujuan yang memang diharapkan terjadi ketika semua warga negaranya menerapkan hal tersebut.

Dalam perkembangan sejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ada beberapa ideologi yang berkembang dan salah satunya adalah ideologi komunis yang banyak mendapatkan pertentangan pada masanya dulu dan merupakan contoh macam macam ideologi politik. Seperti yang dijelaskan diatas, dalam sebuah ideologi tentu ada aturan dan batasan yang jelas bagaimana memandang sesuatu dengan benar. Dalam penjelasan kali ini, akan diuraikan mengenai hubungan negara dan agama menurut ideologi komunis dalam uraian di bawah ini. 

  1. Paham atheisme dalam komunisme

Atheisme secara definisi merupakan pandangan filosofi yang secara umum menjadikan seseorang tidak percaya akan adanya tuhan dan dewa dewi serta menjadi penolak dari teisme. Kekayaan tertinggi menurut paham komunis adalah materi sehingga dalam sebuah negara yang menerapkan komunisme, pemerataan materi dan kekayaan yang dimiliki oleh warga negaranya yang merupakan tujuan ideologi komunis lebih penting dari pada perhatiannya terhadap penerapan ibadah sebuah Agama.

  1. Nilai manusia ditentukan oleh materi

Seperti yang sempat disinggung dalam uraian diatas, komunisme tidak pernah memandang sebuah agama sebagai nilai kekayaan tertinggi sehingga kerap kali negara yang menganut ideologi tersebut tidak akan menghargai apapun ibadah dalam berbagai agama yang dianut oleh warga negaranya dalam lebih menekankan pada materi. Dengan kondisi tersebut maka negara hanya akan mengakui nilai manusia dari setiap warga negaranya ditentukan oleh materi yang dimiliki.

  1. Negara dan Agama saling terpisahkan

Dalam negara komunis, setiap warga negaranya tetap berhak untuk memeluk agama tertentu meskipun dalam prakteknya akan dibatasi kebebasan dan mengharuskannya mengikuti ideologi dari negara. Dalam kegiatan bernegara dan keputusan keputusan yang diambilpun, negara dan agama harus dipisahkan secara jelas sehingga agama apapun tidak akan dapat memberikan pengaruh dalam kehidupan bernegara bagi negara negara dengan ideologi komunis. Kewajiban warga negara hanya terpacu pada kontribusinya terhadap negara.

  1. Dasar hakekat hubungan negara dan agama

Jika melihat ulasan dan penjelasan sebelumnya mengenai hubungan negara dan agama menurut ideologi komunis yang sudah disampaikan diatas, ada sebuah kesimpulan bahwa negara dan agama memang sangat terpisah dan tidak akan dipersatukan dalam negara komunis bahkan negara menjadikan agama sebagai suatu hal yang tidak penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Dasar dari hakekat hubungan negara dan agama menurut komunisme adalah filosifis materialisme dialektis dan materialisme historis. Kehidupan negara dan bangsa yang menganut ideologi komunisme lebih banyak menekankan pada keputusan keputusan yang dianggap rasional dan memiliki alasan yang jelas secara ilmiah.

Itulah beberapa penjelasan mengenai hubungan negara dan agama menurut ideologi komunis. Dengan kondisi yang disebutkan diatas tersebut, kerap kali negara negara komunis berbenturan dengan warga negaranya yang menganut agama tertentu serta selalu berusaha untuk menutup secara rapat ideologi serta agama dari luar yang masuk ke dalam agar tidak berkembang dan diterima oleh warga negaranya.

, , ,




Oleh :
Kategori : Negara