Ini Dia 10 Kelebihan Dan Kekurangan Ideologi Sosialisme Yang Wajib Diketahui!

Ideologi sosialisme adalah ideologi yang lahir akibat perkembangan ideologi kapitalisme. Dengan lahirnya ideologi sosialisme ini, diharapkan bisa menjadi solusi dari ideologi kapitalisme yang dianggap terlalu berpusat pada kepentingan privat atau golongan tertentu saja. Namun, dalam kenyataannya ada kelebihan dan kekurangan dari ideologi sosialisme ini. Apa sajakah itu? Yuk, temukan jawabannya di artikel kali ini!

Ideologi sosialisme adalah sebuah paham yang memprioritaskan kebersamaan sebagai tujuan hidup. Dalam ideologi ini, kepentingan bersama dan individu harus dikesampingkan. Untuk bisa mencapai tujuan ideologi sosialisme ini, negara harus selalu ikut campur dalam segala aspek kehidupan. Sarana-saran produksi harus dikuasai dan dikendalikan oleh negara, serta pembagian hasil produksi dilakukan secara merata.

Sosialisme, secara etimologi berasal dari Bahasa Perancis yang memiliki arti kemasyarakatan. Istilah ini pertama kali muncul di Perancis pada sekitar tahun 1830. Penggunaan istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut aliran yang ingin mewujudkan hak milik bersama atas alat-alat produksi atau lembaga-lembaga swasta yang memperoleh laba tetapi memiliki tugas semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Ideologi ini semakin berkembang sejak abad ke-19 menjadi banyak aliran yang berbeda, seperti ideologi marxisme, komunisme, dan anarkisme. Sebelum kita mulai masuk ke dalam pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan ideologi sosialisme, ada baiknya jika kita mengenali terlebih dahulu ciri-ciri ideologi sosialisme. Berikut ini adalah beberapa ciri-cirinya yang paling menonjol dan mudah dikenali:

  1. Dalam ideologi ini kekuasaan dan kepentingan negara merupakan hal yang terpenting. Pemikiran ekonomi dalam ideologi sosialisme adalah negara centeris untuk bisa mengatasi kesenjangan masyarakat. Demikian pula dalam pemikiran politiknya, sosialisme beranggapan keberadaan negara sangat diperlukan untuk membina dan mengkoordinasikan kebersamaan.
  2. Tidak ada pembagian kelas-kelas dalam masyarakat, seperti kelas majikan dan pembantu, kelas kaya dan miskin, dan lain sebagainya. Ideologi sosialisme berpegang pada prinsip-prinsip kesederajatan dan pemerataan.
  3. Pengakuan terhadap hak milik pribadi atas alat-alat produksi sangat terbatas. Ideologi sosialisme menolak kebebasan penuh karena dianggap cenderung berpihak pada kepentingan hak milik. Oleh karena itu, ideologi sosialisme disebut menolak kapitalisme dan menghapuskannya melalui perjuangan kaum buruh.
  4. Menciptakan masyarakat yang saling bekerja sama dan memupuk rasa solidaritas dengan hak-hak yang sama.

Dari ciri-ciri di atas, bisa kita simpulkan bahwa ideologi sosialisme pada intinya percaya bahwa suatu komunitas yang terorganisir mempunyai kewenangan atau hak dalam mengelola seluruh alat produksi, seperti modal, tanah, mesin, dan lain-lain bagi kesejateraan umum. Ideologi ini sangat percaya bahwa ekonomi yang bersifat kolektif akan mampu lebih adil dan produksi secara bebas dan kompetitif harus dihapuskan. Meski terdengar sangat ideal dan menjanjikan, namun ideologi sosialisme ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan ideologi sosialisme seperti ideologi lainnya. Tidak hanya membawa kelebihan, kekurangan juga dimiliki oleh ideologi ini, seperti yang akan dibahas berikut ini:

Kelebihan Ideologi Sosialisme

Ideologi sosialisme, dengan ciri-ciri seperti yang telah disebutkan di atas memang terdengar memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan-kelebihan itu adalah seperti berikut:

  • Kemerataan Sosial Lebih Mudah Untuk Dicapai

Seperti yang telah disebutkan dalam ciri-ciri ideologi sosialisme di atas, dalam ideologi ini tidak ada kelas-kelas dalam masyarakat. Selain itu, segala hasil produksi akan dibagi secara merata. Dengan demikian, pemerataan sosial akan lebih mudah untuk dicapai. Kesenjangan dalam masyarakat akan lebih mudah untuk dihapuskan.

  • Rasa Solidaritas Dan Kebersamaan Yang Tinggi

Hal ini bisa dipicu karena adanya persamaan hak, derajat dan ketiadaan kelas-kelas dalam masyarakat dengan ideologi sosialis. Ketika seluruh masyarakat merasa tidak memiliki perbedaan satu sama lain, mereka juga akan merasakan rasa solidaritas dan kebersamaan yang tinggi. Tidak hanya itu, dengan semua faktor produksi yang dikuasai negara dan dibagi rata, maka segala kemudahan maupun kesulitan yang terjadi akan sama-sama dirasakan oleh seluruh masyarakat.

  • Tidak Ada Cara Kekerasan Dan Revolusi Yang Terjadi

Dalam masyarakat sosialis, akan bisa dicapai hal yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan argumen. Dalam usaha mencapai tujuan sosialisme itu tidak ada cara kekerasan ataupun revolusi yang dilakukan. Tidak hanya itu, demokrasi pun lebih tegak dalam ideologi sosialisme ketika terjadi suatu permasalahan.

Kekurangan Ideologi Sosialisme

Jika kita telah mengetahui kelebihan dari ideologi sosialisme di atas, maka perlu juga bagi kita mengetahui kekurangan dari ideologi ini. Hal ini akan membuat kita bisa melihat baik dan buruknya sebuah ideologi secara lebih objektif dan berimbang. Berikut ini adalah kekurangan dari ideologi sosialisme yang perlu kita ketahui:

  • Pengembangan Diri Individu Sulit Terjadi

Seperti yang telah kita ketahui, dalam ideologi sosialisme sangat dipentingkan adanya rasa kebersamaan dan gotong royong. Hal ini membuat setiap individu tidak sempat lagi untuk mengembangkan dirinya. Mereka akan lebih fokus untuk menolong orang lain dan memikirkan nasib bersama. Sementara keahlian dalam dirinya akan tetap terkubur karena dianggap tidak relevan untuk perbaikan nasib seluruh masyarakat. Peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa akan sangat terbatasi di negara yang menganut ideologi sosialisme.

  • Potensi Anak Bangsa Tersia-siakan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, jika pengembangan diri individu sulit terjadi, maka potensi mereka pun akan menjadi sia-sia. Tidak hanya akibat dari sulitnya pengembangan individu di negara dengan ideologi sosialisme, di negara yang menganut ideologi ini juga membatasi kebutuhan warga negaranya hanya terbatas pada kebutuhan pokok saja. Hal ini akan menyurutkan motivasi dan semangat mereka untuk meningkatkan produksi dan berkorban untuk bangsanya. Selanjutnya hal ini juga akan berpengaruh untuk perkembangan negara itu sendiri. Negara akan tidak bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh anak bangsa untuk mengembangkan hasil produksi, memajukan negara serta meningkatkan devisa negara.

  • Hak Asasi Manusia Rawan Untuk Diabaikan

Dengan adanya solidaritas yang sangat tinggi dalam ideologi sosialisme, maka hak asasi manusia akan sangat rawan untuk diabaikan. Hal ini disebabkan karena adanya pandangan bahwa kepentingan bersama ada di atas segalanya, jadi kalaupun terjadi hal-hal yang merugikan atau mengganggu hak individu, hal tersebut sangat mungkin untuk diabaikan. Oleh sebab itu, di negara sosialis contoh pelanggaran hak asasi politik sangat rawan terjadi.

  • Agama Kurang Diakui Dalam Ideologi Sosialisme

Hal ini berkaitan dengan pandangan sosialisme terhadap hak kepemilikan pribadi. Dalam agama diakui adanya kepemilikan pribadi dan swasta serta mengakui bahwa perbedaan strata sosial dalam masyarakat memang ada. Tidak hanya itu, agama juga menentang teori materialistis dalam sosialisme yang memandang manusia sebagai alat produksi yang dipekerjakan dengan jaminan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal sebagai upah untuk pengorbanannya.

  • Birokrasi Yang Menghalangi Produktivitas

Birokrasi dalam negara berideologi sosialisme cenderung sewenang-wenang. Tujuan reformasi birokrasi akan sulit tercapai di negara ini. Pemerintah akan menetapkan kebijakan untuk memperketat pengawasan aset negara dan menjaga dari pemborosan dan perampasan. Kebijakan yang sangat ketat ini membuat pekerjaan menjadi susah dan produktivitas pun menjadi terhambat. Hal ini bisa dikarenakan para pejabat yang mengemban tanggung jawab merasa terbebani.

Hal inilah yang nantinya memunculkan kekhawatiranjika melakukan kesalahan atau hal-hal yang tidak sesuai dengan kebijakan yang ketat tersebut. Akibatnya, pejabat yang berwenang akan melimpahkan wewenangnya ke pejabat lain demi lepas dari tanggung jawab yang dibebankan padanya. Dengan demikian birokrasi akan semakin panjang dan memakan waktu lama, sehingga produksi bisa turun, kualitas produksi berkurang dan sektor publik menjadi semakin merugi.

  • Seringnya Muncul Bahasa-bahasa Kekerasan Dalam Menjalankan Prinsip

Hal ini bisa menjadi dampak dari karakter warga negara sosialis yang selalu bimbang, takut, ragu dan merasa diawasi gerak-geriknya oleh negara. Para warga negara akan sering memakai sistem korespondensi dan spionase serta melemparkan tuduhan-tuduhan yang hanya berdasarkan pada praduga. Hal ini lama-kelamaan akan membuat mereka ingin mengisolasi dirinya sendiri karena takut pada pemerintah. Lebih jauh lagi, dengan iklim negara seperti ini akan memberi peluang bagi orang-orang untuk mengeksploitasi kesempatan demi bisa menjabat posisi penting sementara rakyat sipil menjadi korban dari kezhalimannya.

  • Politik Internal Yang Sangat Tajam

Ideologi sosialisme sangat erat dengan ketajaman politik internal yang memperjuangkan sistem sosialis yang kokoh dan menjaga kesinambungannya. Dengan demikian, negara akan menguasai beragam jenis media komunikasi dan informasi, seperti radio, surat kabar, majalah, dan media lainnya untuk memuat rancangan agenda pengawasan ketat terhadap warga negaranya. Hal ini sebagai langkah preventif terhadap kemunculan gagasan dan kegiatan yang menentang sistem sosialis dan berpotensi membahayakan sistem yang tengah berjalan.

Tekanan media ini akan terasa sangat kuat dalam membentuk pola pikir warga negara sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah. Keberhasilan dari metode ini akan dilengkapi dengan buku dan selebaran yang secara periodik diterbitkan untuk menyampaikan pesan-pesan sosialis yang juga akan berdampak pada kebebasan pemikiran individu yang ada dalam negara sosialis.

Kelebihan dan kekurangan ideologi sosialisme di atas membuat kita menyadari bahwa setiap ideologi yang ada di dunia ini tidak akan sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk. Masing-masing akan membawa manfaat dan keburukan tersendiri bagi negara yang menganutnya. Meski demikian, setiap negara perlu untuk memiliki ideologi tertentu sebagai ‘penunjuk arah’ bagi pemerintahan yang dijalankan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

, , , ,




Oleh :
Kategori : Pemerintahan