6 Peranan Indonesia Dalam Opec Dalam Tujuannya Kestabilannya

Pada tahun 1960, lima negara anggota OPEC membentuk aliansi untuk mengatur pasokan dan harga minyak. Negara-negara ini menyadari bahwa mereka memiliki sumber daya yang tak terbarukan. Jika mereka berkompetisi satu sama lain, harga minyak akan sangat rendah sehingga harganya akan habis lebih cepat daripada jika harga minyak lebih tinggi. Sedangkan pertemuan pertama telah dilaksankan pada tanggal 10 hingga 14 September pada tahun 1960 di daerah Baghdad, Di Irak ini adalah pertemuan perdana dari organisasi OPEC.  Lima anggota pendiri tersebut adalah Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi dan Venezuela. OPEC terdaftar di PBB 6 November 1962.

OPEC tidak melenturkan ototnya sampai embargo minyak tahun 1973. Ini merespons tiba-tiba penurunan nilai dolar AS setelah Presiden Nixon meninggalkan standar emas. Pendapatan dari para eksportir minyak juga akan otomatis bisa turun jika harga dollar mengalami kemerosotan, ini dikarenakan minyak dihargai dengan harga dollar di dalam perdaganagan internasional. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Riwayat Standar Emas seperti contoh organisasi nasional.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) adalah sebuah organisasi yang terdiri dari 12 negara produsen minyak. Ini mengendalikan 61 persen ekspor minyak dunia dan menguasai 80 persen cadangan minyak dunia yang terbukti. Keputusan OPEC memiliki dampak besar pada harga minyak di masa depan seperti contoh organisasi pemerintahan.

Tiga Tujuan Peranan Indonesia Dalam OPEC

Indonesia tidak sedikit mendapat keuntungan sebagai anggota OPEC. Begitu juga dengan sebaliknya, Indonesia sendiri tentunya telah banyak berkontribusi dan memberikan beberapa peranan yang nyata dalam keanggotaannya di organisasi OPEC. Indonesia memiliki peran penting membawa OPEC menjadi lembaga yang dipandang oleh lembaga-lembaga internasional, padahal OPEC anggotanya adalah negara-negara dunia ketiga, sebagai berikut:

  • Sebuah peran yang benar terjadi sebagai seorang kontribusi untuk pengabdian Indonesia di OPEC adalah kala Sekjen OPEC  tahun 1988 hingga 1994 masih di jabat oleh Prof Subroto. Dimana Indonesia kala itu dikenali sebagai sang mediator aktif yang berperan untuk menhubungkan konsumen dan produsen dan juga berperan dalam pihak ketiga yang akan menengahi beberapa konflik yang terjadi di antara negara anggota OPEC kala itu.
  • Inilah mengapa Indonesia akan tetap memilih jalan yang baik ika memang ingin tetap berhenti dan keluar dari keanggotaan OPEC. Meski demikian ada dua alasan utama yang mendorong Indonesia keluar dari OPEC.

Namun sejauh ini pemerintah belum mengambil keputusan resmi keluar dari OPEC, hanya saja persiapan sedang di bahas secara lintas Departemen, Sebab, keikutsertaan dalam sebuah organisasi internasional melibatkan Departemen Luar Negeri serta instansi terkait lainnya.

  1. Tujuan pertama OPEC adalah menjaga agar harga tetap stabil

Sebagai sebuah organisasi yang besar tentunya OPEC selalu ingin mempertahankan kestabilan harga yang diterima oleh para anggotanya. Karena minyak adalah komoditas yang cukup seragam , kebanyakan konsumen mendasarkan keputusan pembelian mereka hanya pada harga. Berapa harga bagus OPEC secara tradisional mengatakan harga relatif stabil per barel. Namun Iran ingin menurunkan harga menjadi lebih rendah per barel. Mereka percaya harga yang lebih rendah akan mengusir produsen minyak serpih AS , yang membutuhkan margin lebih tinggi.

Harga impas Iran hanya lebih dari yang diinginkan per barel. Arab Saudi membutuhkan harga lebih tinggi per barel untuk impas. Jika kesepakatan tersebut ditiadakan maka masing-masing dari beberapa negara yang mengambil alih sebagaoi pengekspor akan tetap meningkatkan pasokan untuk meraih pendapatan nasional terbanyak mereka. Dengan bersaing satu sama lain, mereka akan mendorong harga lebih rendah lagi. Itu akan merangsang permintaan global yang lebih banyak lagi. Negara-negara OPEC akan kehabisan sumber daya paling berharga mereka yang jauh lebih cepat.

2. Sasaran kedua OPEC adalah mengurangi volatilitas harga minyak

Ekstraksi minyak harus tetap diproses selama 24 jam setiap harinya, ini berguna agar efisiensi selalu berjalan dengan seimbang dan baik. Pengeboran laut sangat sulit dan mahal untuk dimatikan. Pada saat itulah kepentingan terbaik OPEC menjaga agar harga dunia tetap stabil. Namun, krisis keuangan global membuat harga minyak turun ke level $ 33,73 per barel pada Desember. Dengan adanya masalah ini, OPEC hanya bisa melakukan tindakan pengurangan pasokan sebagai respon dari maslah tersebut, ini diacukan agar harga tetap bisa berjalan dengan stabil dan seimbang.

3. Tujuan ketiga OPEC adalah menyesuaikan pasokan minyak dunia sebagai respons terhadap kekurangan


Setiap negara bertanggung jawab untuk melaporkan produksinya sendiri. Dalam skenario ini, ada ruang untuk melanggar dan menyeleweng. Walaupun beberapa negara anggota dari OPEC tentunya tidak ingin mengambil resiko besar seperti dikeluarkan dari keanggotaan OPEC namun mereka juga tidak akan terlalu jauh dalam pengambilan kuota tersebut. Meski memiliki kekuatan, OPEC tidak bisa sepenuhnya mengendalikan harga minyak. Untuk permasalahan dibeberapa negara bahkan pajak tambahan akan dikenakan pada produk berupa minyak basis akhir dan produk bensin yang akan digunakan sebagai sebuah produk yang berupa promosi konservasi. Harga minyak juga ditetapkan oleh pasar berjangka minyak. Sebagian besar harga minyak ditentukan oleh pedagang komoditas. Itulah alasan mengapa harga minyak begitu tinggi .

Anggota OPEC

OPEC saat ini memiliki 12 anggota aktif. Bahkan salah satu anggota yaitu Ekuador telah masuk pada tahun 1992 dan kembalu menetapkan status keanggotaannya pada tahun 2009 silam. Negara OPEC Bergabung Terletak Produksi Minyak :

  • Aljazair 1969 Afrika 1,16
  • Angola 2007 Afrika 1,77
  • Ekuador 1973 Amerika Tengah 0,54
  • Gabon 1975 Afrika NA Dihentikan
  • Indonesia 1962 Asia 0,69 Akan mengundurkan diri ketimbang memotong output.
  • Iran 1960 Timur Tengah 3.15 Akan naik 0,5 mbpd karena perjanjian nuklir.
  • Irak 1960 Timur Tengah 3.5 Membutuhkan dana untuk perang Irak.
  • Kuwait 1960 Timur Tengah 2.86
  • Libya 1962 Timur Tengah 0,40
  • Nigeria 1971 Afrika 1,75
  • Qatar 1961 Timur Tengah 0,66
  • Arab Saudi 1960 Timur Tengah 10.19 Menghasilkan sepertiga dari total.
  • Uni Emirat Arab 1967 Timur Tengah 2,99
  • Venezuela 1960 Amerika Tengah 2,65 Dana gagal pemerintah.

Karena hampir dari 1/3 hasil yang dikelola oleh organisasi OPEC di hasilkan oleh Aab Saudi maka tidak heran negara tersebut digandang sebagai sebuah atau salah satu negara yang menghasilkan minyak terbanyak di ukuran kancah internasional atau dunia. Untuk alasan ini, ia memiliki lebih banyak otoritas dan pengaruh daripada negara-negara lain seperti contoh organisasi sosial.

Berita OPEC

Pada 30 November 2017, OPEC sepakat untuk terus menahan 2 persen pasokan minyak global. Itu melanjutkan kebijakan yang dibentuk pada 30 November 2016, ketika sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel.  Perjanjian tersebut membebaskan Nigeria dan Libya. Ini memberi Irak kuota pertama sejak 1990-an. Bahkan ada konpensasi potongan yang dilakukan oleh negara Rusia walaupun Rusia bukanlah salah satu anggota dari OPEC. Pemotongan tersebut terjadi setahun setelah OPEC menaikkan kuota produksinya menjadi 31,5 mbpd pada 4 Desember 2015 seperti perbedaan negara dan organisasi.

OPEC berjuang mempertahankan pangsa pasar. Porsi turun dari 44,5 persen di tahun 2012 menjadi 41,8 persen pada 2014. Itu karena kenaikan produksi minyak shale AS sebesar 16 persen. Namun, pada tahun 2015 terjadi penurunan produksi minyak yang memang harus di tanggulangi oleh OPEC juga . Itu adalah salah satu penurunan terbesar dalam sejarah harga minyak. OPEC menunggu untuk memangkas produksi minyak karena tidak ingin melihat pangsa pasarnya turun lebih jauh.Itu menciptakan boom dan bust dalam minyak industri minyak di dunia dan perdagangan internasional

 

Negara-negara produsen minyak non-OPEC

Peningkatan produksi minyak telah mulai berkembang semenjak tahun 1990 oleh beragam anggota OPEC, ini sebagai tindak lanjutan dari keputusan dan usaha OPEC dalam menstabilkan pasokan dan harga minyak. Dimana para anggota OPEC berupaya dalam penstabilan produksi dari minyak mereka. Hal itu mengakibatkan rendahnya harga minyak dan keuntungan bagi setiap orang. Produsen serpih minyak tidak mempelajari pelajaran itu. Mereka terus memompa minyak , membuat harga turun pada tahun 2014. Itu karena harga impas jauh lebih rendah bagi sebagian besar anggotanya. Ini adalah $ 7 per barel untuk Arab Saudi dan $ 13 per barel untuk Irak seperti hubungan internasional dan organisasi internasional.

OPEC Eksportir Gas Alam

Forum Negara Pengekspor Gas adalah sebuah organisasi koperasi dari negara-negara yang memproduksi gas alam. Anggotanya menghasilkan 40 persen gas alam dunia dan menguasai 67 persen cadangannya. Tujuannya utamanya adalah sebagai salah satu kesepakatan atas isu-isu yang didapati oleh para produsen gas alam. Para anggota nantinya akan mengkoordinasikan beragam usaha mereka untuk bisa melestarikan beragam sumber daya alam yang mereka miliki. Tujuan mereka dinyatakan tidak termasuk mengendalikan harga gas alam.

Meski demikian, ini adalah kemungkinan yang tidak ada.Iran memiliki cadangan gas terbesar ketiga di dunia, sementara Qatar memiliki cadangan terbesar keempat. Anggota lainnya termasuk Aljazair, Bolivia, Mesir, Guinea Khatulistiwa, Libya, Nigeria, Trinidad dan Tobago, Uni Emirat Arab, dan Venezuela. Dengan adanya beberapa cara pengenalan, hasil dari kausalitas produksi awal untuk adanya sebuah pertumbuhan dari beragam produksi minyak OPEC dan juga organisasi yang berupa non-OPEC untuk kedua jenis dari masalah “usia OPEC” dan juga masalah “era industri baru” akan dilaporkan pernah terjadi.

Pada sebagian kasus memang telah ditemukan bahwa adanya kejadian selama rentang “usia OPEC”,  sebuah pertumbuhan dari produksi minyak yang dihasilkan para anggota yang tercantum sebagai non-OPEC Granger akan menyebabkan beragam pertumbuhan dari produksi minyak di organisasi OPEC sedangkan pertumbuhan produksi minyak di dalam internal OPEC tidak akan menyebabkan adanya  kenaikan produksi minyak diantara anggota non-OPEC. Selama adanya sebuah era industri baru, pertumbuhan dari produksi minyak di kalangan anggota OPEC tidak akan mempengaruhi kenaikan dari produksi minyak dan juga produksi dari kalangan non-OPEC.

, ,
Post Date: Saturday 17th, March 2018 / 03:20 Oleh :