Peran Pancasila Dalam Mengatasi Konflik di Negara Indonesia

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah cerminan kehidupan bangsa Indonesia, oleh karena itu ketika kehidupan berbangsa mengalami masalah maka Pancasila karma akan menjadi jalan keluarnya. Banyak sekali peran Pancasila dalam mengatasi konflik di Indonesia, baik itu konflik mengenai ideologi, disintegrasi, agama dan lain sebagainya. Agar lebih jelas bagaimana Pancasila mempunyai kemampuan mengatasi konflik yang terjadi, berikut uraian dan contohnya.

Peran Pancasila Dalam Mengatasi Konflik Ideologi

Ideologi adalah gagasan untuk dijadikan pedomana dalam menjalankan pemerintahan. Indonesia sendiri menganut perbedaan ideologi pancasila dan liberalisme karena Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia, berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa, terbuka, kreatif, dinamis dan menghargai keberagaman dengan tidak melanggar prinsip-prinsip sebagai ideologi terbuka. Dalam sejarah Indonesia konflik ideologi yang paling terkenal adalah Gerakan Aceh Merdeka. Organisasi separatis ini bertujuan lepas dari Indonesia dan mendirikan negara yang berbasis Islam.

Konflik berdarah yang menelan korban kurang lebih 15.000 jiwa ini terus berlangsung dari tahun 1976 sampai dengan 2005. Pemberontakan ini betul-betul berakhir setelah terjadinya tsunami pada tahun 2004 yang meluluhlantakan Aceh. Didukung oleh berakhirnya masa pemerintahan orde baru dan peran presiden serta wakilnya saat itu, konflik aceh dapat berakhir dengan diadakannya musyawarah yang akhirnya mencapai mufakat untuk menghentikan perang. Hal ini membuktikan bahwa warga Aceh masih menjunjung teori-teori ideologi Pancasila, dengan mengamalkan sila ke 4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Selain itu warga Aceh bertekad untuk tetap menjaga persatuan, yang berarti mereka telah mengamalkan sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia.

Peran Pancasila Dalam Mengatasi Konflik Agama

Penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama mempunyai potensi terjadinya konflik kepentingan. Egoisme mengantarkan rasa bahwa apa yang menjadi kepercayaannya adalah yang terbaik, membuat seseorang menganggap remeh kepercayaan orang lain. Padahal dalam agama itu sendiri diajarkan untuk saling mencintai dan menghormati sesama manusia bukan sesama penganut agama yang sama. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mempunyai cara untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menganjurkan warganya untuk mengamalkan sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan yang maha esa, dimana setiap orang harus menghormati keyakinan orang lain.

Contoh paling terkenal dari konflik agama adalah konflik Poso. Konflik yang berlangsung cakup lama dari mulai tahun 1998 sampai dengan 2000 ini banyak menelan korban. Untuk meredam konflik ini pemerintah melakukan 5 hal yaitu:

  • Mengungkap pelaku jaringan teror dengan mengukuhkan persatuan (sila pertama).
  • Peningkatan harmonisasi kehidupan masyarakat untuk mewujudkan  sila ke 5 keadilan sosial bagi seluruh warga Poso.
  • Pengamanan bagi seluruh masyarakat (sila 2)
  • Rehabilitasi pasca konflik
  • Peningkatan kegiatan intelejen untuk menghindari terjadinya pengertian konflik menurut para ahli terulang.

Semua hal diatas tercapai berkat macam-macam musyawarah yang diikuti oleh kelompok yang berkonflik dan pada akhirnya tercapai kata mufakat untuk berdamai. Dapat dilihat dari 2 contoh kasus diatas bahwa Pancasila sebagai dasar negara dapat dengan mudah mengatasi konflik yang terjadi karena pada dasarnya Pancasila adalah cerminan sifat dan sikap bangsa Indonesia sendiri. Jadi ketika konflik terjadi maka hanya tinggal mengembalikan pada Pancasila dan keinginan berdamai pada kelompok yang berkonflik.

, , ,




Oleh :
Kategori : Negara