20 Contoh Integrasi Nasional Indonesia Paling Terlengkap

Integrasi nasional, merupakan kata yang sering didengar beberapa tahun belakangan ini. Kata ini berkaitan erat dengan kondisi Indonesia yang konon sedang dalam masa krisis identitas. Di mana generasi muda sudah berkurang cintanya terhadap tanah air. Sebelum membahas lebih jauh tentang integrasi nasional, sesuai judul artikel contoh integrasi nasional, maka kita membahas terlebih dahulu pengertian integrasi nasional. Hal ini penting untuk lebih memahami uraian selanjutnya. Agar suatu istilah yang dipakai tidak salah persepsi.

Integrasi nasional menurut etimologi atas secara bahasa berasal dari kata integrate, yang berarti menyatukan, menggabungkan, dan memadukan. Dipadukan menurut istilah, integrasi berarti cara untuk memberi dan menempatkan semua unsur yang ada di sekeliling agar dapat bersatu padu, menyatu, bergabung, dan bersatu menjadi satu kesatuan.

Secara singkat dapat dikatakan sebagai persatuan dan kesatuan. Namun lebih dalam sebagai cara membentuk persatuan dan kesatuan itu sendiri. Intergrasi nasional terkait dengan Indonesia adalah segala tindakan yang dapat menyatukan setiap unsur dalam masyarakat yang sangat beragam menjadi satu kesatuan dan satu tujuan dalam naungan negara dasar hukum NKRI yang bersombayan pada Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian, integritas nasional sebagai salah satu upaya menjaga keutuhan NKRI, negeri tercinta ini.

Integrasi nasional, dibagi menjadi dua kelompok besar, seperti di bawah ini:

1. Integrasi Nasional Dipandang Secara Politis

Segala tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan sehingga membentuk identitas nasional. Integritas nasional melahirkan segala sesuatu yang kemudian dipandang sebagai identitas dimana saja masyarakat Indonesia berada. Misalnya sifat gotong royong yang dimiliki dan keramahtamahan orang Indonesia yang selalu bertenggang rasa.

2. Integrasi Nasional Dipandang Secara Antropologis

Sebuah integritas nasional yang dilaksanakan secara terus menerus dilihat secara anrtropologis merupakan proses yang membtennuk penyesuaian diri satu masyarakat dengan masyarakat lain yang berbeda. Di sini setiap individu dan setiap kelompok masyarakat akhirnya akan membentuk keserasian fungsi.

Faktor Pendorong Integritas Nasional

Integritas nasional berlawanan dengan disintegrasi nasional yang mempunyai arti perpecahan. Integritas nasional ini mempunyai faktor pendorong. Faktor yang membuat individu-individu dalam masyarakat ingin bersatu. Faktor pendorong ini dapat juga merupakan syarat integrasi nasional menuju suatu kemakmuran dan selanjutnya akan membuat individu dan kelompoknya melakukan tindakan yang mengarah pada integritas nasional. Faktor pendorong integrasi nasional, yaitu :

  • Faktor Sejarah

Masyarakat mengalami sejarah yang sama. Merasa sama-sama merasakan penjajahan dari Belanda, misalnya. Ini yang membuat Indonesia bersatu. Wilayah Indonesia seperti diketahui bersama adalah semua wilayah bekas jajahan Hindia Belanda.

  • Keinginan Bersatu

Selain faktor sejarah, keinginan masyarakat sendiri untuk bersatu dapat menjadi factor pendorong integrasi nasional. Jika keinginan ini tidak ada, meskipun sejarah sama belum tentu terjadi tindakan yang menyatukan. Keinginan bersatu umumnya terjadi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

  • Cinta Tanah Air dan Rela Berkorban

Setelah suatu bangsa merdeka, seperti Indonesia faktor sejarah yang sama dan rasa senasib dan sepenanggungan tidak lagi membuat integritas nasional terjadi. Selanjutnya, faktor yang mendorong adalah rasa cinta tanah air dan rela berkorban. Di mana masyarakat ingin Bangsa Indonesia tetap ada dan rela berkorban apa saja untuk mempertahankannya.

  • Konsensus atau Kesepakatan Nasional

Mendukung kemerdekaan atau pernyataan kedaulatan yang sudah ada, kesepakatan atau konsensus nasional adalah faktor pendorong selanjutnya dari integritas nasional. Ini berlaku ketika negara dalam keadaan tidak stabil. Keinginan bersatu, cinta tanah air, dan rela berkorban didorong oleh kesepakatan nasional. Kesepakatan nasional akan melahirkan integrasi yang sangat kuat.

Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional


Semua hal di dunia ini saling berpasangan.  Ada factor pendukung, ada pula faktor penghambat integrasi.  Faktor penghambat integrasi ini terkadang tidak hanya membuat sulit menyatukan seluruh komponen bangsa.  Faktor ini menjadi penyebab terjadinya disintegrasi nasional.  Disintegrasi membuat tujuan pembangunan nasional sulit terwujud.

Faktor-faktor penghambat integrasi nasional, antara lain :

  • Masyarakat Heterogen

Masyarakat Indonesia sangat heterogen. Bahkan termasuk masyarakat yang paling beragan di dunia. Keragaman suku bangsa, ras, agama, dan budaya sangat lengkap di sini. Ini dikarenakan wilayahnya yang juga cukup luas.  Keragaman masyarakat menjadi faktor penghambat yang paling utama dari integrasi nasional. Masyarakat yang berbeda mempunyai  kebiasaan yang berbeda dan tidak mudah menyatu.

  • Wilayah Luas

Unsur-unsur negara kesatuan republik Indonesia yang berupa wilayah  sangat luas.  Wilayah  ini memisahkan suku bangsa yang satu dengan suku yang lain dan membuat keragaman lebih banyak lagi.  Wilayah yang luas ini membuat penyatuan juga menjadi lebih sulit karena membutuhkan waktu dan tenaga serta dana yang tentunya lebih banyak.

  • Ancaman dari Dalam dan Luar Negeri

Ancaman dari dalam dan luar negeri terhadap integrasi nasional selalu ada. Ancaman dari dalam negeri, misalnya berupa pemberontakan kelompok masyarakat. Sementara ancaman dari luar negeri dapat berupa ancaman invasi.  Namun, ada juga ancaman yang lebih halus dengan menguasai Indonesia di berbagai bidang, seperti penguasaan ekonomi, ideologi, dan budaya.

  • Ketidakmerataan Pembangunan

Wilayah Indonesia yang luas membuat pembangunan tidak merata. Khususnya pembangunan di wilayah-wilayah yang sangat jauh dari pusat dan terpencil. Ketidakmerataan pembangunan membuat keresahan masyarakat setempat.  Isu ketidakadilan akan mudah mencuat dan menyulitkan integrasi nasional.

  • Etnosentrisme

Faktor terakhir dari penghambat integrasi nasional adalah etnosentrisme. Perasaan bahwa suatu suku bangsa dan ras tertentu lebih baik dibandingkan yang lain. Integrasi nasional dapat ditanamkan sejak dini mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dalam berbangsa dan bernegara. Dengan penanaman sejak dini, maka rasa persatuan akan mengakar dalam setiap diri manusia Indonesia. Akar persatuan yang kuat, membuat integrasi nasional tidak digoyahkan berbagai rintangan dan faktor penghambatnya. Contoh integrasi nasional yang ditanamkan mulai dari keluarga, diuraikan di bawah ini.

Contoh Integrasi Nasional dalam Keluarga

Keluarga merupakan bagian terkecil masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan secara informal.  Dalam keluarga, individu mendapat pengajaran dan pendidikan pertama kali sejak lahir.  Pendidikan sejak lahir dan di masa usia emas ini yang akan tertanam di jiwa setiap indvidunya dengan kuat dan terbawa di kelompok masyarakat selanjutnya.  Contoh integrasi nasional dalam keluarga adalah :

1. Saling Membantu Sesama Anggota Keluarga

Saling membantu sesama anggota keluarga merupakan conoth integrasi nasional pertama dalam keluarga.  Individu yang membantu orang lain biasanya karena ikatan yang kuat dan rasa saling menyayangi.  individu yang tidak mempunyai ikatan apa pun jarang sekali membantu orang lain.  Ketika ini sudah tertanam kuat, barulah saling membantu diterapkan dalam rangka integrasi lebih luas berdasarkan rasa simpati dan empati.  Tidak perlu ada ikatan apapun untuk saling membantu.  Tetapi atas nama kemanusiaan dan persaudaraan.

2. Saling Menghargai Pendapat Sesama Anggota Keluarga

Sama halnya dengan saling membantu sesame anggota keluarga, saling menghargai pendapat sesama anggota keluarga membuat ikatan hati semakin kuat.  Ikatan hati yang kuat bagian dari integrasi nasional.  Saling menghargai ini, diwujudkan dengan mendengarkan setiap anggota keluarga dengan tidak memandang umurnya.  Menghargai pendapat berarti memahami bahwa setiap orang butuh didengarkan dan mempunyai kebutuhan yang berbeda.

3. Rajin Beribadah

Terlihat tidak lazim menghubungkan integrasi nasional dengan rajin beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,  Esensi beribadah adalah kepada Tuhan Yang maha Esa.  Namun, di dalamnya ada kewajiban cinta tanah air yang menjadi pendorong terjadinya integrasi nasional.  Ibadah dimulai dan diterapkan sejak masa kecil dalam keluarga.

4. Patuh Pada Orangtua

Patuh pada orang tua merupakan ajaran dalam setiap agama.  Kepatuhan juga menjadi norma kesopanan orang Indonesia.  Patuh tidak berarti harus menurut tanpa batasan tanpa mempunyai keinginan sendiri.  Patuh mempunyai pengertian bahwa setiap individu dapat mempunyai keinginan yang berbeda dengan orang tua tetapi disampaikan dengan cara yang baik.  Dengan demikian patuh pada orang tua menjadi bagian dari integrasi nasional.

Contoh Integrasi Nasional dalam Sekolah

Sekolah menjadi tahapan pendidikan anak selanjutnya setelah keluarga.  Bahkan beberapa keluarga menyekolahkan anaknya sejak usia bayi dengan berbagai macam tujuan.  Di sekolah, integrasi nasional dibentuk dan terlihat dari beberapa kegiatannya.
Contoh integrasi nasional dan penjelasannya, antara lain :

1. Seragam

Seragam di sekolah menadakan persamaan semua anak yang bersekolah.  tanpa membedakan kedudukan orang tua, ekonomi, suku, ras, dan agamanya di sekolah mereka memakai seragam.  Yang membedakan mereka umumnya hanya bagian wajah dan kepala.  Kulit, wajah, dan bentuk rambut, serta memalkai jilbab jika muslim.  Semua itu menandakan integrasi nasional di sekolah.  Semua unsur yang ada disatupadukan untuk mencapai tujuan bersama.

Tidak hanya siswa, sekolah menyeragamkan pakaian guru sampai kepala sekolah.  Hal ini juga merupakan bagian dari integrasi nasional.

2. Piket

Piket di sekolah untuk anak dan guru mengajarkan bahwa semua di sekolah mempunyai hak dan kewajiban warga negara sama sesuai kedudukannya.  Piket murid biasanya dalam bentuk membersihkan ruangan kelas dan lingkungannya.  Ini berlaku untuk semua siswa tanpa membedakan keragaman yang ada dan kedudukannya.  Semua siswa harus belajar bertanggung jawab dari tugas piket yang didapatnya dari guru di sekolah.

Sementara piket guru dalam bentuk piket memeriksa murid dan menerima tamu di sekolah.  Sama dengan siswa atau murid, piket guru diberlakukan kepada semua gurun

3. Menaati Peraturan

Umumnya peraturan di rumah diterapkan secara fleksibel.  Di sekolah tidak demikian.  Peraturan diterapkan dengan lebih disiplin dan tegas.  Semua anggota keluarga sekolah wajib menaati peraturan yang ada.  Sesuai dengan kedudukan dan tugasnya masing-masing di sekolah tanpa pengecualian.  Integrasi nasional lahir dari menaati peraturan sekolah.  Akan tampak bahwa hukum berlaku sama bagi setiap orang.

4. Menaati Guru

Bapak atau ayah adalah kepala atau pimpinan di rumah atau keluarga.  Di rumah, semua anggota harus menaati prang tua, seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Di sekolah, bagi siswa pimpinan mereka adalah guru, khususnya wali kelas.  Setelah itu ada ketua kelas sebagai perpanjangan tangan dari guru.  jadi, di sekolah siswa harus menaati guru.  menaati guru bagian dari menaati pimpinan.  Hal ini penting dan termasuk salah satu contoh integrasi nasional.  Suka atau tidak suka pimpinan, dalam hal ini guru, harus ditaati dan dihormati,  Jika ada yang tidak disetujui, atau berbeda pendapat, maka sebaiknya pendapat dikemukakan dengan cara mengemukakan pendapat  yang baik.  Cara mengemukakan pendapat ini sesuai dengan pasal 28 UUD 1945.

5. Upacara Bendera

Contoh Identitas nasional salah satunya adalah bendera.  Upacara bendera yang diadakan setiap hari Senin di sekolah dan pada hari-hari perayaan tertentu, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Sumpah Pemuda, dan sebagainya, menjadi bagian dari integrasi nasional.  Di saat ini, siswa ditanamkan sikap cinta tanah air dan sikap rela berkorban melalui pengibaran bendera merah putih dan mehyanyikan lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional.

Dalam upacara bendera juga siswa berlatih disiplin dalam menaati peraturan, menaati guru, dan memakai seragam yang menjadi bagian dari taat peraturan.

Contoh Integrasi Nasional di Masyarakat

Integrasi nasional sebelum di tingkat negara, dapat dilihat di tingkat masyarakat.  Persatuan dan perpaduan yang ada di tengah masyarakat akan menjadikan integrasi national tingkat negara solid.  Sebaliknya, jika di dalam masyarakat tidak ada persatuan dan kesatuan, maka tidak akan integrasi nasional. Beberapa contoh integrasi nasional yang berkembang dalam masyarakat adalah sebagai berikut:


1. Pelaksanaan Gotong Royong

Mayarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang mempunyai nilai kemanusiaan sangat tinggi.  Gotong royong dalam masyarakat meningalkan banyak perbedaan di belakang untuk mencapai tujuan bersama.  Dengan bergotong royong, semua permasalahan yang ada menjadi lebih ringan.  Berat sama dijinjing ringan sama dipikul, demikian istilah yang sering kita dengar dan baca.

Pelaksanaan gotong royong semakin memudar dalam masyarakat kota.  Tinggal segelintir orang yang melaksanakannya.  Masih banyak ditemui pada masyarakat desa, di mana segala sesuatu masih dinilai dengan keikhlasan dan ketulusan, bukan berdasarkan materi.  Contoh pelakasanaan gotong royong, antara lain :

  • Bergotong- royong dalam meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.  Biasanya dengan mendirikan posko-posko darurat bencana.
  • Bergotong-royong dalam membangun ibadah kecil seperti mushola.  Pada masyarakat desa, pembangunan ini dilaksanakan bersama tanpa perlu upah.
  • Bergrotong royong dalam memelihar keamnan masyarakat atau kampung.  Biasanya dilaksanakan secara bergiliran.  Gotong royong dalam keamanan disebut juga sebagai siskamling.

2. Saling Menghargai

Saling menghargai dan menghormati adalah wujud lain dari integrasi nasional.  Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia hal ini sangat penting.  saling menghormati dan menghargai antara sesama yang berbeda suku, berbeda budaya, berbeda adat-istiadat, berbeda ras, dan berbeda agama.  Sikap ini akan menghantarkan masyarakat ke dalam hidup rukun dan damai

3. Sikap Saling Berbagi

Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu terkenal sebagai bangsa yang sangat ramah.  Sikap ramah-tamah ini dibarengi dengan sikap saling berbagi terhadap sesama.  Sejak usia dini, sikap ini dikembangkan agar manusia Indonesia yang memegang teguh Pancasila sebagai pandangan hidup, mau bersikap empati dan simpati terhadap sesama dengan saling berbagi.  Sikap saling berbagi menghindari sikap egois individu.  Berbagi ini ditandai dengan pesta-pesta dalam beberapa adat dan budaya Indonesia, seperti perayaan sakaten, pesta peryaan khitsnan anak, dan sebagainya.  Bahkan dalam kehidupan sehari-hari sikap saling berbagi degan tetangga dikembangkan.  Contohnya saling berbagi makanan dengan tetangga sebelah rumah.  Ini juga menciptakan integrasi nasional.

4. Tidak Sombong

Sikap egois biasanya didasari dengan adanya sikap sombong dari individu dalam masyarakat.  Jika banyak orang memegang teguh sikap ini, maka yang muncul adalah sikap tidak acuh.  Individu tidak peduli dengan lingkungannya.  Akan mudah sekali  terpecah belah masyarakat yang individunya banyak bersikap sombong.

Sebaliknya, tidak sombong melahirkan integrasi nasional kokoh.  Individu yang tidak bersikap sombong akan mudah bergaul dalam masyarakat.  Dengan demikian integrasi nasional dalam masyarakat yang dijelaskan sebelumnya seperti gotong royong, saling menghargai, dan sikap saling berbagi akan tercipta dengan sendirinya.

Contoh Integrasi Nasional Berbangsa dan Bernegara

Tujuan akhir dari sikap, perilaku, dan perbuatan yang menghasilkan integrasi nasional adalah integrasi nasional yang tercermin dalam negara.  Integrasi nasional ini sangat penting dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.  Negara yang kita cintai dan diperoleh dengan perjuangan dan air mata para pahlawan nasional. Di bawah ini adalah beberapa sikap dan perbuatan serta simbol contoh integrasi nasional.

1. Pembangunan TMII

Taman Mini Indonesia Indah, sesuai namanya adalah bentuk miniatur dari Indonesia tercinta. Tempat ini dibangun pada tahun 1976 atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, isteri Presiden Soeharto. Taman Mini, dibangun di atas tanah ratusan hektar. Di sini ada taman yang berbentuk berbagai pulau di Indonesia secara lengkap, jika dilihat dari atas.  Sebuah pembangunan yang mencerminkan integrasi nasional karena di dalamnya di bangun berbagai rumah adat dari 27 propinsi yang ada pada saat itu, dengan berbagai ciri khas masing-masing. Setiap tumah adat juga menampilkan berbagai budaya dan berbagai kekhasan daerah masing-masing.

Meski sudah dibangun puluhan tahun yang lalu, TMII tetap menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan. Harga tiket yang murah membuatnya diserbu keluarga saat liburan tiba. Pada saat tertentu, di beberapa anjungan atau rumah yang menunjukkan budaya dan kekhasan propinsi sering diadakan festival.  Festival ini memperkenalkan budaya, makanan, dan berbagai ciri khas propinsi.

2. Toleransi Umat Beragama

Indonesia mempunyai 6 agama yang diakui sebagai agama resmi negara. Di sini hak asasi manusia sangat dilindungi.  Kebebasan menjalankan agama dan beribadah sesuai keeprcayaan masing-masing berkembang dnegan baik.  Bandingkan dengan negara lain yang hanya memiliki keraganam ras, masysrakat Indonesia dengan keragaman ras dan agama mempunyai rasa toleransi yang besar.

Contoh sikap toleransi antar umat beragama ini membawa integrasi nasional yang cukup berhasil selama puluhan tahun merdeka.  Tetap diingat bahwa toleransi bukan berarti setiap pemeluk agama harus mengikuti kegiatan keagamaan yang berbeda.  Toleransi berarti tidak mengganggu ibadah dan kegiatan agama lain.

3. Penyelenggaraan PON

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) empat tahun sekali menjadi wujud dan contoh integrasi nasional selanjutnya. PON diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda secara begiliran. Ini memberikan kesempatan pada daerah yang terpilih untuk mengembangkan pembangunan sebelum PON berlangsung.

Pertandingan olahraga yang diadakan pada PON adalah antar propinsi. Pertandingan yang menunjukkan sportivitas tinggi.  Pada saat pertandingan seluruh atlet diajak untuk bersaing secara sehat dan menghilangkan egois kedaerahan masing-masing.

4. Akulturasi dan Asimilasi Budaya

Tiap daerah Indonesia mempunyai perbedaan budaya dan adat istiadat. Proses menuju integrasi nasional dari sisi budaya adalah dengan adanya akulturasi dan asimilasi budaya. Jadi, setiap budaya yang berdampingan berusaha menyatu dan menyesuaikan diri. Tidak jarang, akulturasi dan asimilasi budaya membentuk kebudayaan nasional yang berkembang lebih bagus dengan tidak mengesampingkan kebudayaan daerah.

Akulturasi dan asimilasi budaya yang paling terkenal terjadi adalah ketika transmigran dari Pulau Jawa ditempatkan di Lampung.  Dua kebudayaan berbeda menyatu di wilayah yang sama. Pada awalnya, sifat kesukuan dan perbedaan membuat seringnya terjadi bentrokan antar kedua suku. Namun, kemudian seiring dengan berjalannya waktu, orang Lampung dan transmigran Jawa dapat hidup berdampingan dengan damai.

5. Tidak Menciptakan Kelompok Tertentu

Integrasi nasional sudah terbentuk dan seharusnya semakin solid dari waktu ke waktu. Integrasi nasional demikian dapat tercapai jika setiap individu tidak saling menciptakan kelompok tertentu yang dapat memecah belah.  Mengapa demikian? Bagaimanapun keberagaman Indonesia membuatnya mudah sekali dipisahkan menjadi kelompok-kelompok yang saling bertentangan.

6. Saling Menghargai dan Tepa Selira

Sikap saling menghargai yang telah ada sejak di keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terus berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap ini adalah contoh integrasi nasional yang paling nyata. Integrasi yang telah disebutkan sebelumnya tidak akan terjadi dan berhasil baik tanpa ada saling saling menghargai dan tepa selira atau tenggang rasa.

7. Menaati UU

Peraturan dibuat untuk keepntingan bersama. Agar hak seseorang tidak berbenturan dengan  halk orang lain.  Alhasil dengan metaati peraturan, maka integrasi nasional juga akan terwujud. Contoh, menaati peraturan lalu lintas. Jika individu tidak saling menaatinya, maka jalan akan kacau. Perpecahan dapat terjadi dengan mudah karena pejalan kaki dan setiap kendaraan bermotor saling bersinggungan.

Demikian contoh integrasi nasional Indonesia. Sebuah keniscayaan yang harus terlaksana demi kelangsungan bangsa yang abadi. Sebuah sikap, simbol, dan perbuatan yang harus diterapkan oleh semua masyarakat dan warga negara Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

, , , ,




Post Date: Friday 27th, July 2018 / 05:10 Oleh :
Kategori : Negara