8 Negara Yang Menganut Ideologi Komunisme Dulu Dan Sekarang

Ideologi komunisme adalah sebuah ideologi yang berkaitan dengan filosofi, politik, sosial dan ekonomi yang memiliki tujuan utama untuk menciptakan masyarakat yang komunis dengan peraturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama untuk peralatan produksinya. Di zaman sekarang, masih ada negara yang menganut ideologi komunisme di dunia. Negara apa sajakah itu?. Yuk, kita cari tahu di sini!. Komunisme merupakan paham yang menekankan pada kepemilikan bersama atas alat-alat produksi, seperti tanah dan tenaga kerja. Tujuan ideologi komunis adalah untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, tanpa kelas yang memisahkan. Dalam ideologi komunis kedudukan semua orang adalah sama.

Komunisme biasa dijadikan ideologi dasar oleh partai komunis di seluruh dunia. Dalam ideologi komunisme perubahan sosial harus diawali dengan mengambil alih seluruh alat produksi melalui partai komunis. Negara dengan ideologi komunisme sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu atau kelompok tertentu. Selain itu, dalam ideologi komunisme digunakan demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh para elit partai komunis dan sangat membatasi demokrasi berada di tangan rakyat non-partai komunis, meski untuk hal ini kelebihan dan kekurangan demokrasi komunis tersendiri.

Ciri-ciri ideologi komunisme lainnya adalah tidak mengimani keberadaan Tuhan, adanya doktrin revolusi terus-menerus, serta lenyapnya negara dan hukum karena dianggap tidak perlu. Dari begitu banyaknya negara-negara di dunia, ada beberapa negara yang pernah menganut ideologi komunisme dan juga masih ada yang masih menganut ideologi ini hingga sekarang. Jika Anda ingin tahu negara apa sajakah itu, di sini akan ada pembahasan lengkapnya.

Negara yang Pernah Menganut Ideologi Komunisme

Ideologi yang dianut oleh sebuah negara tidak selalu bertahan lama atau bertahan selamanya. Demikian halnya dengan ideologi komunisme. Ada beberapa negara yang sebelumnya menganut ideologi komunisme namun seiring berjalannya waktu berubah menganut ideologi lain. Hal ini bisa dipengaruhi oleh politik, perubahan kebijakan dan lain sebagainya. Beberapa negara yang menganut ideologi komunisme namun tidak lagi menganutnya di zaman sekarang adalah sebagai berikut:

  • Uni Soviet

Uni Soviet, yang termasuk dalam contoh negara uni, pernah menjadi negara komunis terbesar di dunia sejak tahun 1922 hingga tahun 1991, beriringan dengan Tiongkok. Negara ini juga pernah menjadi satu-satunya negara besar yang bisa menyaingi negara adidaya Amerika Serikat. Sebenarnya Uni Soviet tidak terlalu kuat di bidang teknologi dan ekonomi. Namun, sejak berakhirnya Perang Dunia Ke-2 di tahun 1945, pengaruh Uni Soviet di dunia semakin kuat. Hal ini membuat Amerika Serikat khawatir akan semakin tersebarnya ideologi komunisme di dunia. Akibatnya, terjadi perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perang dingin yang terjadi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat ini tidak pernah benar-benar mengarah ke perang terbuka, meski hubungan antara keduanya sempat memanas di beberapa waktu, seperti saat Krisis Misil Kuba.

Namun, akibat adanya perselisihan antara kedua negara ini, terjadi perang sipil, atau perang proksi, di beberapa negara kecil di dunia. Ideologi komunis di negara Uni Soviet mulai runtuh sejak runtuhnya negara ini pada 26 Desember 1991. Ketika itu Gorbachev, pemimpin Uni Soviet, menggalakkan kebijakan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (restrukturisasi) yang bertujuan agar Uni Soviet keluar dari komunisme. Kedua kebijakan ini membuat ideologi komunisme di Uni Soviet melemah sehingga negara-negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur pun keluar dari Uni Soviet satu per satu. Hal ini menyebabkan keruntuhan Uni Soviet yang kemudian digantikan oleh Federasi Rusia yang kita kenal saat ini. Hingga kini, Federasi Rusia tidak lagi menganut ideologi komunisme.

  • Jerman Timur

Jerman Timur, atau yang juga dikenal sebagai Republik Demokratik Jerman, pernah menjadi bagian komunis dari negara Jerman yang terpecah. Pada tahun 1949, Jerman yang kalah perang, terpaksa menerima sanksi apapun yang diberikan oleh pemenang dari perang, yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat. Pada waktu itu, hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang memanas, sehingga kedua negara ini memutuskan untuk memecah Jerman menjadi dua bagian untuk memasukkan ideologinya masing-masing. Amerika Serikat, yang mendapatkan Jerman Barat, memasukkan ideologi ekonomi kapitalis, sementara Uni Soviet memasukkan ideologi komunisme di Jerman Timur. Dengan masuknya ideologi komunisme dari Uni Soviet, Jerman Timur pun menjadi negara satelit dari Uni Soviet dan berdiri sejak tahun 1949 hingga 1990.


Negara ini sangat kental dengan paham komunisme, dimana semua sektor termasuk perekonomian dikontrol oleh negara. Di tahun 1961, didirikanlah Tembok Berlin yang memisahkan wilayah Jerman Timur dan Jerman Barat. Namun, dalam revolusi yang terjadi pada tanggal 13 Oktober 1989, rakyat yang menuntut hak kebebasan sebagai warga negara kepada pemerintah Jerman Timur berhasil melemahkan pemerintahan. Hal ini semakin didukung oleh keruntuhan Uni Soviet, sehingga Jerman Timur pun runtuh pada tanggal 12 September 1990. Kedua wilayah Jerman pun kembali bersatu pada tanggal 3 Oktober 1990 dan ideologi komunisme di Jerman Timur harus ditanggalkan dan diganti dengan kapitalisme dan liberalisme yang berhasil memajukan Jerman Barat.

  • Yugoslavia

Yugoslavia, atau juga bisa disebut sebagai Republik Rakyat Federal Yugoslavia dan Republik Sosialis Federal Yugoslavia, juga merupakan negara yang pernah menganut ideologi komunisme sebagai ideologi utamanya. Negara ini terletak di Eropa Tengah dan terdiri dari enam republik sosialis. Keenam republik tersebut yaitu Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Makedonia, Montenegro, Serbia dan Slovenia. Selain itu, juga terdapat dua provinsi otonom, yaitu Kosovo dan Vojvodina.

Negara yang memiliki ibukota federal di Belgrade ini berdiri setelah keruntuhan kerajaan yang dipimpin oleh Raja Peter II. Pada awalnya, Yugoslavia berusaha mendekati blok timur saat perang dingin. Akan tetapi, karena hubungan Tito dan Stalin yang merenggang pada tahun 1948, Yugoslavia menjadi bersikap netral. Sebagai negara yang tergabung dalam pendiri Gerakan Non-Blok dengan tujuan gerakan Non-Blok yang diembannya, Yugoslavia pun merenggangkan perekonomiannya dari yang sebelumnya secara penuh dalam kendali negara menjadi ekonomi pasar sosialis.

Pada tahun 1980, Josip Broz Tito meninggal yang menyebabkan perekonomian Yugoslavia mengalami penurunan. Sebagai akibatnya, angka pengangguran meningkat dan inflasi meningkat. Hal ini menyebabkan perekonomian yang tidak stabil, yang juga diperparah oleh munculnya gerakan separatis nasionalisme etnik di tahun 1980 hingga awal tahun 1990. Pada akhirnya, pada tahun 1992 Yugoslavia terpecah menjadi beberapa negara yang berbeda, yaitu Kroasia, Slovenia, Republik Makedonia, Nosnia dan Herzegovina, Serbia dan Montenegro.

Negara yang Masih Menganut Ideologi Komunisme

Meski Uni Soviet yang merupakan negara komunis terbesar dunia telah runtuh pada tahun 1991, ideologi komunisme masih mempengaruhi beberapa negara hingga saat ini. Hal ini terutama jika kita berbicara dalam ruang lingkup politik. Bahkan, ideologi komunisme masih menjadi ideologi utama yang dianut oleh beberapa negara berikut ini:

  • Tiongkok

Saat ini Tiongkok menjadi negara yang menganut ideologi komunisme terbesar di dunia. Meski begitu, secara ekonomi Tiongkok masih termasuk menganut liberalisme dan kapitalisme. Sistem partai di Tiongkok adalah sistem partai tunggal, yaitu Partai Komunis Tiongkok. Xi Jinping yang merupakan sekretaris jenderal partai merupakan presiden Tiongkok. Sistem satu partai dan cara pengambilan kebijakan terpusat di tangan Xi Jinping dan para elit sekitarnya menunjukkan bahwa Tiongkok masih menganut ideologi komunisme.

  • Korea Utara

Korea Utara juga merupakan negara yang terkenal menganut ideologi komunis. Saat ini Korea Utara dipimpin oleh Kim Jong Un yang memegang kendali penuh atas perekonomian, informasi, pengambilan kebijakan dan aspek-aspek kehidupan lainnya yang menjadi contoh ideologi komunisme yang diterapkan di sebuah negara. Meskipun saat ini Korea Utara masih kental dengan kesan tertutup dan ‘dingin’, namun Korea Utara sedang mencoba lebih lunak dan terbuka dalam beberapa waktu terakhir ini.

  • Kuba

Negara yang menganut ideologi komunisme lainnya adalah Kuba, yaitu sebuah negara di Amerika Tengah. Negara yang sangat kental dengan suasana Latin ini dipimpin oleh Raul Castro yang juga menjabat sebagai sekretaris utama Partai Komunis Kuba. Negara ini mulai menganut konstitusi pada tahun 1992, yaitu konstitusi yang berisi bahwa Kuba berlandaskan pemikiran Jose Marti dan ide sosial-politik Marx, Engels, dan Lenin. Tidak ada partai resmi lain yang diizinkan berdiri di Kuba selain Partai Komunis Kuba.


  • Laos

Sebagai salah satu negara anggota ASEAN, Laos merupakan salah satu negara yang masih menganut ideologi komunisme hingga sekarang. Satu-satunya partai resmi yang berdiri di negara ini adalah Partai Revolusioner Rakyat Laos. Pemimpin negara ini adalah Presiden Bounnhang Vorachith yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Revolusioner Rakyat Laos. Sementara itu, Thougloun Sisoulith yang merupakan perdana Menteri Laos juga anggota dari Politbiro Partai Revolusioner Rakyat Laos.

  • Vietnam

Selain Laos, ada negara yang menganut ideologi komunisme lain di Asia Tenggara, yaitu Vietnam. Di negara ini, ideologi komunisme meliputi berbagai aspek kehidupan. Partai yang resmi diakui di negara ini adalah Partai Komunis Vietnam. Meski bentuk pemerintahan negara Vietnam masih sangat kental dengan ideologi komunisme, namun saat ini Vietnam sedang mengarahkan negaranya ke perekonomian kapitalisme yang lebih terbuka. Oleh karena itu, Vietnam memiliki sedikit kemiripan dengan Tiongkok, yaitu menganut ideologi komunisme dengan perekonomian kapitalis.

Selain negara-negara di atas yang telah disebutkan menganut ideologi komunisme, apakah ada negara lain yang Anda ketahui masih menganut ideologi komunisme hingga saat ini? Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

, , , ,




Oleh :
Kategori : Negara