5 Tujuan Berdirinya G30S PKI Tahun 1965 di Indonesia

Partai merupakan bagian dari infrastruktur politik. Sama halnya dengan contoh infrastruktur politik lain, misalnya peranan pers dalam masyarakat demokrasi, partai di Indonesia juga mempunyai sejarah panjang. Partai-partai  ini tidak hanya berdiri sejak Indonesia merdeka. Banyak partai yang sudah terbentuk bahkan sejak penjajahan Belanda. Dimulai saat para pejuang Indonesia yang sudah mulai menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan dan perjuangan melalui diplomasi.

Salah satu contoh partai politik yang telah berdiri sejak lama adalah Partai Komunis Indonesia yang kemudian dikenal dengan sebutan PKI. Sebuah partai yang sangat kontroversi keberadaannya. Oleh karena itu artikel kita kali ini akan membahas tujuan berdirinya PKI. Namun, sebelumnya, secara ringkas akan digambarkan sejarah berdirinya PKI.

Sejarah Berdirinya PKI

Awalnya partai komunis didirikan oleh orang Belanda dan beranggotakan orang Belanda. Pada tanggal 9 Mei 1914, Henk Sneevlut mendirikan sebuah organisasi sosialis Belanda bernama Indische Sociall Democratische Vereeniging / ISDV (Persatuan Sosial Demokrat Belanda). Organisasi yang berhaluan kiri dengan kiblat Uni Sovyet dan beraliran marxis ini didirikan di Indonesia. Dalam perkembangannya berubah menjadi partai besar dan banyak mendapat dukungan karena memberi semangat persamaan.

ISDV terus berkembang. Ketika dibentuk, ISDV beranggotakan 100 orang dan hanya 3 orang Indonesia, di antaranya Semaun dan Darsono. Beberapa anggota partai dan organisasi lain kemudian ikut bergabung dengan ISDV . Ada juga beberapa orang yang dianggap menyusup di partai lain. Seperti Semaun dan Darsono yang disebutkan sebagai penyusup di Sarekat Islam (SI). Golongan yang mendukungnya disebut sebagai SI merah.

Sekitar tahun 1920, ISDV telah berubah menjadi partai komunis internsaional pertama di Asia. Semakin banyak orang Indonesia bergabung di dalamnya. Pemerintahan Belanda menganggap ISDV partai yang bertentangan dengan mereka. Hingga akhirnya tahun 1924, ISDV resmi berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Ketua Semaun.

Tujuan Berdirinya PKI

Beberapa pemberontakan terhadap Belanda mengakibatkan anggotanya diasingkan. Pergerakannya juga dibatasi. Maka, banyak anggota partai menyusup ke partai lain. Muso yang beru datang dari pengasingan di Uni Sovyet menjadi ketua. Namun, ketika partai ini mengadakan pemberontakan di Madiun tahun 1948, pemerintah Indonesia memberantas banyak anggota.

Tahun 1050-an pendatang baru, DN Aidit memimpin PKI. Dengan berbagai programnya, PKI berhasil mendekati rakyat. PKI menjadi partai non pemerintah terbesar di dunia. Pada fungsi pemilu pertama, 1955, yang diselenggarakan pemerintah orde lama, PKI menduduki peringkat keempat setelah PNI, Masyumi, dan Partai Nahdthatul Ulama. PKI mengembangkan sayap di berbagai lini: Gerakan Wanita (Gerwani), Pemuda Rakyat, Pelajar (CGMI), dan Petani (BTI). Hampir sepertiga rakyat Indonesia saat itu menjadi anggotanya. Tidak heran, setelah pemberontakan PKI, 30 September 1966, dinyatakan sebagai partai terlarang di tahun 1966 anggota PKI masih ada sampai saat ini.

1. Gerakan Anti Pemerintah Hindia Belanda

Nama PKI yang menggantikan ISDV tahun 1914 menunjukkan tujuan utama dari partai tersebut. Di tahun awal pembentukannya, sama dengan organisasi lain, PKI adalah partai anti pemerintah. PKI berdiri dan bertujuan untuk mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia yang telah berlangsung ratusan tahun.


Pemberontakan mereka tahun 1926 dipimpin oleh Alimin dan Muso di Jawa Barat dan Sumatera Barat. PKI mengumumkan dibentuknya Republik. Pemberontakan yang tidak disetujui tokoh PKI lain, Tan Malaka, akhirnya dihancurkan oleh Belanda. Banyak anggotanya yang terbunuh. Sementara yang hidup diasingkan ke Boven, Digul, Papua. Tahun 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh Belanda.

2. Menghapuskan Kapitalisme

Abad 19 contoh era baru kapitalisme sedang berkembang pesat. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat menjadi pusat perkembangan. Kapitalisme dan negara yang menganut ideologi liberalisme memusatkan pada materi dan kebebasan individu di atas segalanya. Siapa saja yang berkelebihan secara materi dapat mendapatkan segalanya. Individu dapat bebas melakukan keinginannya tanpa mempedulikan orang lain. Banyak hak asasi yang dilanggar.

PKI sebelum kemerdekaan Indonesia tentu saja bertujuan menghapuskan kapitalisme. Ini sesuai dengan prinsip Lennin dan Marxis yang berkembang di Sovyet dan dijadikan acuan hampir semua paham komunis, termasuk Indonesia. Paham komunis mengajarkan semua sama rata. Tidak ada kepemilikan pribadi di dalamnya. Jika negara berbentuk komunis, maka segala sesuatu menjadi milik negara dan semua diatur oleh negara termasuk kebebasan individu. PKI menginginkan Indonesia yang merdeka bebas dari kapitalisme. Kapitalisme yang menjadi warisan penjajah Belanda dan mendarah daging karena lamanya penjajahan tersebut.

3. Menghapuskan Kelas-Kelas Sosial

Kelas-kelas sosial dianggap tercipta karena kapitalisme. Orang yang memiliki kedudukan dan materi lebih banyak mempunyai kelas sosial lebih tinggi dibandingkan yang lain. Sementara orang atau individu yang tidak memiliki apa pun kedudukannya semakin terjepit. Lebih parahnya lagi, sistem politik komunis yang dianut PKI menganggap kelas-kelas sosial tercipta karena adanya agama. Itu sebabnya paham komunis mengajarkan anti agama.

Sebelum kemerdekaan Indonesia, penghapusan kelas-kelas sosial berkaitan dengan dihapuskannya penjajahan. Karena di Indonesia, kelas sosial tercipta karena adanya penjajahan. Penjajahan yang menggolong-golongkan menjadi pribumi dan non pribumi. Sementara pribumi sendiri dibagi menjadi golongan bangsawan atau priyayi dan rakyat jelata. Pemberontakan PKI sudah dilakukan sejak pemerintahan Belanda masih menguasai Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, di mana ideologi Bangsa Indonesia sudah disepakati bersama untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, PKI masih ingin paham komunis yang berlaku. PKI berpaling pada penghapusan agama. Seperti dituliskan di atas, agama dianggap sebagai salah satu penyebab terciptanya kelas-kelas sosial. Mereka yang anti agama kemudian memutuskan bahwa agama harus dihilangkan dan diperangi sebagai cara mengatasi kesenjangan sosial.  Akhirnya terjadi bentrokan dari pemuka agama, khususnya Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia.

4. Membentuk Persatuan Buruh

Untuk mewujudkan penghapusan kapitalisme dan kasta atau kelas sosial, maka tujuan awal adalah pembentukan persatuan buruh.  Buruh yang termasuk pekerja kelas bawah ini adalah golongan yang paling mudah dipengaruhi.  Mereka dianggap mewakili kelas pekerja yang kesejahteraannya tidak pernah diperhatikan.  Dengan prinsip sama rata, persatuan buruh selanjutnya akan menuntut hak lebih dari umumnya, kenaikan gaji, fasilitas, dan sebagainya yang tidak selalu diimbangi dengan produktivitas yang baik.  Buruh-buruh ini juga akan mudah diajak untuk demonstrasi.

Di masa Presiden Soekarno, persatuan buruh yang dibentuk PKI yang paling terkenal yaitu Buruh Tani Indonesia.  Di akhir tahun 1964, di mana PKI semakin berkuasa sempat tercetus permintaan untuk mempersenjatai para buruh.  Sebuah permintaan yang tidak bisa dijelaskan alasannya. Di zaman ciri-ciri pemerintahan Orde Baru dan Reformsi saat ini serikat buruh yang ada sudah tidak lagi digawangi oleh PKI atau paham komunis lain.

5. Mengubah Dasar Negara Pancasila

Pancasila telah disusun sebagai hasil sidang BPUPKI I.  Sidang ini tidak membuat Pancasila.  Para tokoh dalam sidang maupun Panitia 9 yang kemudian menyusun bahasa dan lebih rinci tidak membuatnya.  Mereka hanya menuangkan apa saja yang sudah ada dan menjadi kepribadian Bangsa Indonesia.  Sesuatu yang sudah ada sejak zaman nenek moyang Indonesia dan belum tertulis.  Pancasila yang sama itu dikenal dengan Pancasila Krama. Pancasila ini yang kemudian disahkan dalam sidang PPKI pertama, 18 Agustus 1945.

Pancasila yang dibentuk tidak menganut paham kapitalis, liberalisme, dan juga komunis.  Ini murni menjadi ideologi Bangsa Indonesia.  Hanya Bangsa Indonesia yang mempunyai ideologi sseperti ini.  Di dalamnya terkandung pesan bahwa Bangsa Indoensia adalah bangsa yang religius.  Bangsa yang beragama.  Penganut paham ateis tidak termasuk dan tidak boleh menjadi Warga Negara Indonesia.  Dalam sila pertama, ini ditegaskan.  Meskipun setiap individu kemudian bebas untuk memilih agama yang sesuai dengan hati nuraninya.


Pancasila juga menghargai kepemilikan pribadi dan kelompok.  Namun segalas esuatu yang berhunungan dengan hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara.  Peran warga negara dalam proses pembangungan yang berlebih dalam materi dan lain-lain juga dianjurkan untuk membantu dengan yang lemah.  Di sini Bangsa Indonesia tidak memerlukan kesamaan dalam hal materi.  Dalam agama yang dianut setiap manusia dianjurkan untuk berbagi.  Kepentingan pribadi dan golongan tidak dihapuskan.  Kepentingan negara dan bangsa di atas segalanya.  Persatuan dan kesatuan menjadi contoh integrasi bangsa yang harus dimiliki.

Meskipun demikian, PKI yang berkembang setelah masa kemerdekaan tidak mau mengakui adanya Pancasila.  Padahal kedudukannya jelas, tercantum pada pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945.  Mengubah dasar negara Pancasila menjadi komunis menjadi tujuan mereka setelah kemerdekaan.  Cita-cita atau tujuan tersebut yang masih ada mungkin sampai saat ini, setelah lebih dari 30 tahun PKI dianggap sebagai partai terlarang di Indonesia.

Demikian sekilas tentang Partai Komunis Indonesia / PKI yang kehadirannya masih menuai pro kontra di negeri kita tercinta.  Bagi yang pro mengatakan bahwa PKI dibentuk bukan dengan tujuan mengganti dasar negara Pancasila.  Bagi mereka, Pancasila sudah sesuai dengan prinsim sama rata dan sama rasa yang mereka anut.  Khususnya sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Mereka menganggap PKI berdiri justru untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional.  Membantu program pembangunan agar berjalan lancar dan tujuan tercapai segera.

Bagi mereka yang kontra dengan PKI, partai ini dianggap tetap bertujuan untuk mengganti Pancasila. Pancasila bukan hanya satu sila, tetapi semua sila.  Yang terpenting adalah sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai religius mendasari semua sila lain yang berada di dalamnya.  Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika tidak penting, tidak mungkin sila tersebut menjadi urutan pertama.  Baru setelahnya ada kemanusiaan yang adil dan beradab dan persatuan dan kesatuan, di mana kepentingan orang lain didahulukan daripada kepentingan diri sendiri.  Sebuah ajaran yang sesungguhnya terdapat dalam setiap agama yang diakui di Indonesia.

Semoga artikel ini memberi pandangan tersendiri kepada pembaca dan bermanfaat.  Mengajak kita melihat PKI sebagai partai dengan paham komunis dengan lebih subjektif. Terimakasih.

, , , ,




Post Date: Monday 10th, September 2018 / 02:03 Oleh :
Kategori : Sejarah