Sponsors Link

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Advertisement

Seringkali kita mendengar tentang Pancasila baik melalui media elektronik maupun media cetak, namun hanya sepintas lalu saja tanpa ada sesuatu yang khusus. Pancasila apabila di telusuri lebih dalam sesungguhnya memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan dan perilaku hidup masyarakat sehari-hari. Sejatinya kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung pengertian yang luas dan tidak terpaku pada kehidupan politik semata.

Nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila apabila tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuh semboyan saja tanpa memiliki arti apapun. Hubungan negara dengan warga negara sangat erat kaitannya dengan adanya Pancasila sebagai dasar untuk membangun karakter bangsa di era globalisasi. Sebab dengan menggunakan Pancasila sebagi sumber ilmu pengetahuan terutama dalam kehidupan sehari-hari maka bangsa Indonesia akan sulit untuk dimanipulasi maupun dihasut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Peranan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari pun Pancasila memiliki nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat di jadikan sebuah pedoman. Sebagai sebuah pedoman Pancasila sendiri memiliki isi yang dapat menjadi sebuah jawaban atas masalah yang mungkin terjadi dikehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagai contoh, pada sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia”, dari sila tersebut mengandung banyak hal. Bahwa bangsa Indonesia harus bersatu meski terdapat perbedaan.

Baik dalam hal budaya, keyakinan (agama), suku maupun bahasa yang justru harus dimulai dari hal yang paling mendasar yakni dari kehidupan bermasyarakat. Sebab Bhinneka Tunggal Ika mengungkapkan sebuah makna bila meski kita berbeda namun tetap satu jua. Bila diterapkan dalam keadaan sehari-hari hal tersebut akan tampak saat adanya kerja bakti maupun Siskamling yang diadakan sebuah lingkungan. Kegiatan tersebut sangat mencerminkan Pancasila dalam sila Persatuan Indonesia, yang akan bersatu untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Berikut beberapa peranan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari yang tidak kita sadari.

Sebagai Pedoman

Pedoman merupakan sesuatu hal yang akan menuntun seseorang untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan pedomannya tersebut. Sebagai contoh RT dan RW di Indonesia, merupakan ujung tombak pemerintahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Ini sejalan dengan cerminan sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni fungsi dan tugas RT maupun RW dapat bertindak adil didalam kehidupan bermasyarakat. Seperti contohnya, ada maling tertangkap tangan lantas masyarakat hendak menghakiminya.

Disini setiap orang harus meletakkan makna sila Kemanusiaan yang adil dan beradab berlaku sebagai pedoman, dengan tidak bertindak anarki. Sebab setiap orang memiliki hak untuk hidup dan mendapatkan keadilan baik antara korban dan pelaku tersebut. Dan bila dibiarkan hal ini akan menjadi sebuah pelanggaran hak warga negara, karena meskipun pelaku maling tadi terbukti bersalah. Namun sebagai warga negara orang tersebut memiliki hak untuk mendapatkan “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” tanpa terkecuali.

Sebagai Sarana Pendidikan

Pentingnya pendidikan karakter tak hanya untuk anak sekolah saja namun untuk setiap orang baik tua ataupun muda tanpa membedakan latar belakang yang dimiliki. Karakter dari nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka merupakan sebuah sarana yang tepat untuk mengajarkan sebuah keterbukaan. Terbuka dalam menerima segala hal baru, dan mengajarkan generasi muda tentunyan untuk bersikap terbuka yang berlandaskan Pancasila. Dan bukannya terbuka yang tanpa arah tujuan yang jelas. Mendidik anak-anak untuk dapat memahami bahwa sila “Persatuan Indonesia” itu sesuatu hal yang penting sebagai bentuk upaya menjaga keutuhan NKRI.

Dari pada generasi muda hanya menhabiskan waktu tenaga dan pikiran dengan tawuran yang selain dapat merugikan diri sendiri hal tersebut juga dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat lainnya. Disinilah seharusnya Pancasila memiliki peranan yakni sebagai sebuah pendidikan karakter di sekolah yang akan mampu membangun karakter bangsa di era globalisasi. Dan pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Terutama bila orang tua dapat mengetahui betapa pentingnya pendidikan anak usia dini untuk mengenal Pancasila.

Sponsors Link

Sebagai Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu hal yang menjadi fokus tentang seseuatu yang akan dituju, sebagai sebuah tujuan Pancasila sendiri memiliki multipesepsi. Misalnya sebagai tujuan hidup, Pancasila dapat diterapkan kedalam segala sisi kehidupan baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara.

Pancasila sebagai tujuan hidup dalam bermasyarakat terlebih lagi dalam kehidupan sehari-hari dapat berpegang pada sila kedua yang berbunyi, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Yang menjadi sebuah tujuan untuk selalu berbuat adil dan berbudi pekerti yang baik sebagai cara menjaga nama baik keluarga.

Sebagai Nilai Kehidupan

Setiap sila di dalam Pancasila membentuk keterikatan yang saling terkait satu sama lain yang utuh dan tidat dapat tergantikan. Dengan hal tersebut maka seseorang harus memahaminya dengan cara menyeluruh, dan tidak menafsirkannya hanya sebagian saja. Sebab akan merusak mkna yang sesungguhnya disamping itu juga akan merubah tafsiran dan makna yang sebenarnya yang terkandung di dalam Pancasila tersebut. Berikut nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila, diantaranya:

Sponsors Link
  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai sebuah keyakinan tentang agama,
  2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai kemanusiaan,
  3. Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai persatuan,
  4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mengandung nilai kerakyatan dan,
  5. Sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai keadilan.

Dalam kenyataan yang sesungguhnya sangat penting memiliki pemahaman dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila didalam kehidupan sehari-hari.

  • Dalam sila pertama mengandung nilai keyakinan beragama, yang memiliki sebuah pengertian untuk selalu menjunjung tinggi sikap keyakinan dalam beribadat terhadap agama yang diyakini secara penuh. Didalam kehidupan sehari-hari, terutama masyarakat perkotaan yang terdiri dari beragam suku dan keyakinan berkumpul dalam sebuah harmoni. Hal tersebut merupakan penyebab terciptanya masyarakat majemuk dan multikultural namun tetap memiliki rasa tenggang rasa untuk menghormati keyakinan orang lain.
  • Dalam sila kedua yang mengandung nilai kemanusiaan yang memiliki sikap dan perilaku sebagai manusia yang terpuji dan berkarater. Memahami bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama, mengerti tentang hak dan kewajiban warga negara untuk saling besikap toleran dan tidak diskriminatif dalam kehidupan bersosial di masyarakat. Sebab dapat menekan bahaya radikalisme dan terorisme yang mungkin terjadi ditengah lingkungan masyarakat yang majemuk.
  • Dalam sila ketiga tercermin sebuah nilai kesatuan bangsa Inonesia yang utuh dan satu. Misalnya dalam gotong royong dalam kegiatan disekitar lingkungan. Ketika masyarakat bersatu tanpa melihat latar belakang suku, agama maupun aliran tertentu maka merupakan suatu cara mencegah radikalisme dan terorisme yang mengintai saat ini.
  • Dalam sila keempat memiliki pengertian bahwa setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah. Tentunya manfaat musyawarah sangat banyak apalagi didalam menyelesaikan masalah dikehidupan sehari-hari, misalnya bila terjadi perselisihan dintara para warga masyarakat musyawarah lah yang diutamakan ketimbang dengan kekerasan.
  • Dalam sila kelima mengandung makna keadilan.  Keadilan disini sangat luas dan tidak terbatas dalam penjabarannya. Adil terhadap orang lain maupun diri sendiri, dalam memakai fasilitas umum misalnya. Tidak berkendara melampau batas hingga mengganggu pengendara lain merupakan sebagian keadilan untuk sosial dan individu.
Ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Sunday 13th, November 2016 / 09:40 Oleh :
Kategori : Lingkungan